![Black Mafia[BLACKPINK]](https://asset.asean.biz.id/black-mafia-blackpink-.webp)
Jisoo memejamkan matanya, berusaha memikirkan apa yang harus di lakukan lebih dahulu, menanyakan keberadaan jungkook atau memukul kepala Jin?
Oke, lebih baik Jisoo mencari tahu keberadaan Jungkook lebih dulu, jadi dia bisa bebas kabur setelah mengeplak kepala Jin.
"Kakak, lebih baik kita ngobrol sebentar sebelum mulai. sambil pilih pilih tarian gituh", Ucap Jisoo.
"Ah tidak perlu, lebih baik kita pilih yang random saja biar cepat selesai"
Jisoo panik, kalau begini bisa gagal rencana kabur dengan aman nya. "Kakak...",
"Aku sibuk Jisoo, tadi ada sedikit masalah karena ada yang menyerang situs resmi perusahaan ku, aku nyaris terpaksa mengundur jadwal peluncuran produk kami yang akan keluar hari ini", Ujar Jin, saat ini Jisoo baru menyadari kalau Jin terlihat lelah.
Yaampun Jisoo merasa berdosa... sedikit.
Jisoo menarik tangan Jin dan mengajaknya duduk di sofa. "Jadi bagaimana? apa masalah nya sudah terselesaikan?", tanya Jisoo.
" Sudah", Jawabnya lesu.
Jisoo menimbang nimbang dan menemukan satu ide untuk mencari tahu Jungkook tanpa terlihat jelas.
"Yaampun, kasihan nya kakak ku. Dimana coba teman teman mu disaat kau perlu seperti ini?!", Jisoo berlagak tidak terima.
Jin mengibaskan tangannya. "Tidak tidak.. ini tidak ada hubungannya dengan mereka"
Jisoo tidak menyerah, "Tapi mereka harusnya ada untuk kakak disaat seperti ini, dimana pula si jungkok itu, bukan kah dia salah satu teman yang paling dekat dengan mu?! "
"Jungkook tidak salah, dia baru pulang dari Columbia tiga jam lalu, mungkin sebentar lagi dia kesini", sanggah Jin. walaupun usil, Jin memang orang yang paling pengertian pada orang orang yang dia sayangi.
Sedangkan Jisoo, Dalam hati Jisoo menangis bahagia, hari ini dia benar-benar beruntung, dari mulai Daniel, chanyeol, Jin sampai jungkook.
"Kenapa ekspresi mu seperti itu? kau menyukai jungkook?!", Jin menghancurkan lamunan Jisoo.
Jisoo menggeleng dengan cepat, Jungkook terlalu mengerikan untuk Jisoo, Jisoo bahkan tidak tahu apa pekerjaan Jungkook, yang jelas dia selalu mengeluarkan Hawa berbahaya.
" Tidak, Yasudah deh, kakak kelihatan nya lelah sekali, lebih baik kita buruan main tiktok"
kata Jisoo.
Jin mengangguk dan berdiri. karena terlalu malas menghapal gerakan, mereka berdua memilih untuk menarikan tarian random.
'Tepat sebelum video selesai, Jisoo mengangkat tangan kanan nya memasang ancang ancang lalu memukul kepala Jin.
"Plakk"
Jin menoleh kebelakang dan menatap Jisoo sangat, Jisoo meringis ketakutan.... sedikit.
"Kau... memukul ku?!!"
Jisoo menggeleng polos. "Tidak, Ku tidak sengaja"
Jin memutar ulang video yang baru mereka buat, dan disitu terlihat sekali kalau Jisoo memang memukul kepalanya dengan penuh binar dimata nya.
"Kau...! "
__ADS_1
Jisoo merebut handphone nya dari tangan Jin. "Tadi ada nyamuk"
Jin melangkah maju, "kenapa alasan mu berubah?"
Jisoo melangkah mundur. "Itu karena.."
tepat pada saat itu, pintu terbuka, Jungkook dan seorang laki-laki yang belum pernah Jisoo lihat ( Tapi tampak menyeramkan) muncul dari balik pintu.
"Kak Jungkook!", Jisoo berlari lalu menarik Jungkook pergi, Sejujurnya Jisoo menangis ketakutan dalam hati, tapi ini satu satu nya rencana yang dia punya.
Suga menatap kepergian Jungkook dan anak perempuan yang tidak dia kenal dengan tatapan datar.
" Ada hubungan apa mereka berdua?!!".teriak Jin tidak percaya.
sedangkan Suga hanya menggedik kan bahunya dengan malas.
****
Begitu masuk kedalam lift, Jisoo melepaskan tangan Jungkook. "Sorry", Ucap Jisoo.
"Hmm", gumam Jungkook malas, bagaimana pun Jisoo sudah dia anggap adiknya sendiri, jadi dia tidak bisa marah. padahal mungkin kalau orang lain yang menarik nya seperti tadi, orang itu sudah mati sekarang.
Jisoo ketakutan, tapi dia memantapkan hatinya untuk menyelesaikan misinya. " Kak Jungkook, Beberapa hari ini aku merasa seperti diikuti seseorang, boleh enggak aku minta sesuatu yang bagus untuk melindungi diri?"
Jungkook mengambil sebuah belati kecil lalu menyodorkan nya tanpa mengatakan apa pun.
Jisoo panik, kenapa jadi begini?!
oke, tarik napas.. buang
"Yahh.. kak, aku bisa di tangkap polisi kalau kedapatan membawa benda seperti itu"
Jungkook hanya menarik kembali belatinya dan menyodorkan sebuah bolpoin cantik.
Jisoo menatap bolpoin nya dengan berbinar, lalu menerimanya. "terimakasih"
Pintu lift terbuka, Jisoo menunduk hormat, lalu pergi meninggalkan Jungkook yang masih di lift.
***
"Jin tadi mengamuk tidak jelas saat mengira kau punya hubungan khusus dengan adik nya", ucap Suga saat Jungkook memasuki ruangan.
Jungkook melihat ke sekeliling ruangan."Oh ya? dimana dia sekarang? "
"Dia sedang ke kamar mandi, Euhh. oh iya, tadi itu adiknya yang sering dia cerita kan itu?", tanya Suga.
"Hemm, seperti dia mau masuk kedalam BlackM" , ucap Jungkook.
"Oh iya? tempat Lisa, Rose dan Jennie? Bagaimana kau tahu?", Suga mulai tertarik.
"Tentu saja aku tahu, aku akan selalu mengetahui pergerakan orang yang selalu mencari celah untuk membunuh ku".Jawab Jungkook.
"Hemm, sampai kau akan membiarkan kesalah pahaman ini berlarut larut? kalau kau memang tidak punya niatan untuk membunuh Lisa untuk menyelesaikan masalah ini, sebaiknya kau jelaskan pada nya kalau kau tidak pernah membunuh kakaknya"
__ADS_1
"Entah lah.. kita lihat saja nanti"
Suga menaikan alis, "Kau menyukainya?"
Jungkook mendengus, "Sepertinya ada yang berubah jadi tukang gosip selama lima tahun di Jerman", ejek Jungkook.
*****
Jisoo sibuk mengecek jam tangan nya selama di dalam taksi, waktu berjalan terlalu cepat, sepuluh menit lagi dia sudah harus menyetor pekerjaan nya.
Sudah hampir sampai, Tapi jalanan macet. Jisoo memutuskan untuk berlari saja menuju markas.
"Pak turun disini"
Setelah membayar, Jisoo berlari menuju Villa, lalu membuka pintu. dia berlari dan nyaris salah masuk pintu jebakan seperti saat pergi tadi.
***
"Satu menit lagi, kita hitung mundur dalam 60 detik", ucap Lisa sambil menatap arloji nya.
" 60..59..58..."
"46.. 45...44..42..."
"29... 28..."
"Tok.. tok.. ", suara pintu di ketuk. " Masuk", Ucap Rose.
Jisoo masuk dalam keadaan seperti atlet maraton yang menyerah di tengah jalan.
wajahnya merah penuh peluh.
Setelah menaruh semua barang diatas meja, Jisoo berdiri menunggu keputusan.
Lisa dan Rose memeriksa barang yang dibawa Jisoo (sekaligus videonya)
Lisa menahan tawanya setelah menonton video Jisoo memukul Jin, "Baik lah, mulai besok kau resmi menjadi anggota BlackM", Ucap Rose.
Jisoo tersenyum bahagia lalu menunduk berterimakasih.
"Baiklah, kau akan diantar oleh Tzuyu ke ruangan pribadi mu di markas ini. kau bebas mau menggunakannya atau tidak", tambah Rose.
Saat itu pula pintu di ketuk, lalu Tzuyu masuk kedalam ruangan nya. "Tzuyu, tolong antar Jisoo ke ruangan nya",
Mengangguk patuh, lalu membimbing Jisoo menuju ruangan nya.
***
Klotak.. klotak.. klotak...
Gema Highhils menyentuh lantai menambah aura mendominasi dari wanita yang menggunakan dress berwarna merah menyala itu.
Jennie berhenti di depan sebuah ruangan besar dengan pintu yang penuh ukiran.
__ADS_1
Dia menyeringai, sebentar lagi.. sebuah pertunjukan yang menyenangkan akan terjadi..