Black Mafia[BLACKPINK]

Black Mafia[BLACKPINK]
part 15


__ADS_3

Suasana musim gugur di Paris memang luar biasa romantis! Dari dalam kafe yang yang memiliki interior sangat cantik itu, Jennie menghela napas.


Bagus sekali jika dia bisa datang ke tempat ini dengan pacar nya. Jennie menoleh ke arah Lisa. Masih merasa aneh saat melihat Lisa tertawa lepas seperti tadi. Sejak Jennie kenal Lisa, perempuan itu hanya menunjukkan emosinya samar samar. tapi tadi... apa Lisa bisa kembali menjadi normal, tanpa obsesi untuk membunuh?


"Jangan menatap ku seperti itu, kau mau ku lempar donat lagi!", ancam Lisa main main.


" Cih, lempar donat, Mafia macam apa yang mengancam akan melempar donat?"


Lisa mengambil satu donat di atas mejanya. Jennie terbelalak, "Oke! Stop!"


enak saja! jennie tidak mau dahinya berlumuran coklat lagi. Lisa menyeringai, "Mafia macam apa pula yang takut di lempar donat?"


"Aku! aku Mafia nya! kenapa memang!", omel Jennie.


beberapa menit kemudian, suasana hening kembali, Jennie dan Lisa menikmati suasana Paris sambil menatap menara Eiffel dari jendela yang tepat berada di samping mereka.


"Suasana Paris memang tidak ada duanya", Ucap Jennie sambil menghela napas nya.


" Seharusnya kau mengajak pacar mu!", ucap Lisa sambil menyeruput kopi nya.


"Aku tidak punya pacar"


Lisa menaikan alisnya,"Oh ya? Kai mau kau kemana kan?"


"Yahh... dulu kami memang pacaran, tapi sekarang hubungan lebih seperti seorang artis dan sponsor nya. dia akan melakukan semua yang ku perintahkan, tapi dia tidak mencintai ku", Ucap Jennie santai.


Lisa mengerutkan dahinya, "Kau mencintai nya?"


Jennie berdecih, "Cinta? Pada Kai? yang benar saja, aku bahkan tidak percaya pada cinta"


"Lalu bagaimana kau bisa pacaran dengan Kai?"


Jennie tertawa, "Baiklah, biar aku cerita kan. Dulu aku melihat seorang anak yang mengingat kan ku pada anjing peliharaan yang di buang oleh ibu tiri tercinta, dan dialah Kai! Aku membantu nya, dan dia harus menemani ku kemana-mana, begitulah hubungan kami yang mirip orang pacaran. Kami bahkan tidak pernah berciuman"


Jennie menambah kan, "Tapi sekarang kami tidak pernah jalan bareng lagi"


"Kau menganggap Kai sebagai pengganti anjing Mu?"


Jennie mengangguk polos.

__ADS_1


Lisa menggelengkan kepalanya, "Aku suka gayamu"


Mau bagaimana lagi? Dua perempuan psyco yang tidak percaya cinta akan cocok saat berbicara, bukan?


****


"Nanti barang barang dan handphone mu, biar BlackM yang mengatur", ucap Rose sambil menyamankan sandaran di kursi pesawat.


"Baik senior", Jawab Jisoo.


Paris, walaupun itu adalah tempat yang sangat romantis, tempat itu sama sekali tidak menyimpan kenangannya dengan Namjoon, jadi, Rose sama sekali tidak keberatan untuk berlibur kesana.


Kota yang Romantis ya?


Rose menoleh ke arah perempuan yang duduk di sebelah nya, " Jisoo"


"ya?"


"Apa kau punya pacar?", tanya Rose.


" Tidak"


" Bagus, terus lah begitu. punya pacar untuk orang seperti kita ini, sebenarnya tidak ada gunanya", ucap nya.


Jisoo mengangguk paham. Sangat paham. cinta antara perempuan dan Laki-laki itu tidak berguna. Jisoo lebih paham hal itu dari pada siapapun.


Dia lahir tanpa kasih sayang orang tuanya, tanpa pernah melihat Ayah nya. Jisoo hanya melihat ibu nya yang menangis karena cinta sepanjang hidupnya. teman sekolahnya pun sering menangis karena putus cinta. singkat kata, jisoo belum pernah melihat cinta yang membahagiakan.


Jisoo, Jennie, Lisa, dan Rose punya pikiran yang sama, "Apa itu cinta? penyakit!"


***


Suga menatap undangan pesta hwasa yang ada di atas mejanya. malas sekali kalau harus datang, tapi suami hwasa adalah rekan bisnisnya yang banyak membantu nya sampai seperti sekarang.


"Kau sedang melihat apa?", tanya taehyung yang entah sejak kapan berada dalam ruangan nya.


"kenapa kau ada di sini? Bukankah kalian selalu numpang di kantor nya Jin?"


Taehyung memegang dadanya. "Ouchh, pemilihan kata mu membuat hatiku sakit",

__ADS_1


Merasa terganggu, Suga berhenti mengetik dan memandang Taehyung dengan tatapan tajam, " pergilah"


"Kau tau? aku kadang merasa kau terlihat lebih menyeramkan dari pada aku", ucap Taehyung.


Suga malas menanggapi dan kembali mengerjakan pekerjaan nya.


" Kau dapat undangan ini juga?", Taehyung membolak-balikan undangan dari hwasa.


"Kau juga dapat?"


Taehyung mengangguk, "Jin dapat, Jungkook juga"


"JHope?"


"Kalau dia aku tidak tahu, sudah pergi ke Perancis seminggu yang lalu"


Suga menutup laptopnya, "Aku rasa dia datang, mengingat dia juga berteman dengan hwasa"


"Mau datang bersama?", tawar taehyung.


Suga berdecih, " Dengan kalian? maaf, aku tidak peduli selalu di isukan gay, tapi aku tidak mau seakan mengonfirmasi nya dengan pergi ke pesta dengan pria"


"Ahh, Benar juga! Aku juga penasaran. kau itu gay atau normal?"


"Pergilah!", usir Suga.


Tiba-tiba Suga mengingat saat ia mengira Jisoo adalah guling. Suga baru tau, jadi tubuh perempuan selembut itu?


****


Jungkook berdiri di depan makan Wendy. Kalau dia waktu itu nekat mencari tau semua hal tentang sahabat nya itu, mungkin semua tidak akan menjadi seperti ini.


Tanpa sadar jungkook memegang punggung bawah nya, tempat Lisa menancapkan belatinya waktu itu. itu adalah luka paling membekas di tubuh jungkook.


mungkin karena pisau itu berlumuran racun dan kebencian.


Jungkook tidak pernah peduli tentang perasaan sampai dia bertemu gadis itu.


Lisa...

__ADS_1


Entah kenapa Jungkook merasa hatinya Juga sakit saat melihat Melihat Lisa menangis sambil mengatakan, "Kau membunuh kakak ku!" Saat pertemuan kedua mereka dulu...


__ADS_2