Blue Fire : The beginning of a true warrior

Blue Fire : The beginning of a true warrior
Eps 1 : The Birth Of Two Differences.


__ADS_3


Ber-status orang sederhana, dengan tingkat ekonomi menengah. William dan Isabelle, sepasang suami istri yang sangat menanti, saat-saat dimana calon bayi mereka lahir, tumbuh, dan berkembang.


Selalu terbayang di benak mereka, menjadi sarangkai keluarga yang lengkap, dengan kehadiran calon bayi impian mereka, yang mana hampir 5 tahun ini belum tercapai juga.


William,...... adalah seorang pria yang pekerja keras dan sayang terhadap keluarganya. Ia mempunyai postur tubuh yang tinggi, berkulit sawo dan terdapat bekas luka yang cukup besar di lengan kirinya, rambut dengan potongan yang rapi, serta selalu memakai topi coklat kesayangannya.


Istrinya,... Isabelle adalah wanita yang baik, perhatian, dan suka menolong. Ukuran tubuhnya tidak terlalu tinggi, berambut panjang berwarna coklat muda yang selalu diikatnya, serta mempunyai tahi lalat di bawah bibir bagian kanan


Mereka tinggal di sebuah rumah kayu kecil yang penuh dengan kehangatan, dengan dua tiang pondasi di depan pintu utama. Berdomisili di daerah perbukitan, yang merupakan wilayah kerajaan Bavarielle.


Tepat pada malam rabu, pukul 20:45...


Malam itu bertepatan dengan hari kelahiran anak pertama mereka. Merupakan saat-saat yang sangat dinantikan kedua pasangan bahagia itu.


Dengan penuh kecemasan, William sandarkan dirinya di atas bangku kayu yang sudah mulai lapuk termakan usia. Menantikan kabar yang masih tidak dapat ia prediksikan. Sesekali ia bangkit dari duduknya, menapakkan kaki di setiap sudut rumah, mengelilingi setiap ruangan yang ada di hadapannya.


Dengan kepala yang selalu menengok ke atas, jemari yang selalu hinggap di mulutnya, serta mata yang enggan terasa untuk berkedip. Ia habiskan setiap detik berharga, memikirkan istrinya yang tengah berjuang melahirkan anaknya di kamar.


"Hmmmm... Hmmmm..." rasa cemas William sembari mengelilingi ruangan.


Saat terdengar suara tangisan bayi, sontak William langsung bergegas menuju kamar. Membuka perlahan pintu kamar, dan....


"Huh... Hu.. anakku!." William dengan wajah yang bercucuran air mata, menghampiri anaknya yang begitu sehat dan melihat kondisi istrinya yang baik-baik saja. Digendonglah anaknya itu, ditimang-timang serta di beri kecup. Betapa senangnya iya.


kemudian, ia duduk disebelah ranjang tempat istrinya beristirahat, membelai dengan penuh kasih rambut istrinya, sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


Suasana yang penuh dengan kebahagiaan, menyelimuti setiap sudut rumah kecil mereka. Lengkap terasa setelah kelahiran buah hati mereka.


Anaknya yang saat itu tengah memejamkan mata, tiba-tiba saja membuka kedua matanya. Alangkah terkejutnya William.


Bagaimana tidak, anak pertamanya itu lahir dengan kondisi mata yang berbeda warna. Warna hitam (normal) di sebelah kiri, sedangkan warna biru yang menyala-nyala disebelah kanan.


"Istriku, ada apa dengan mata anak kita ?." ucap William dengan ekspresi yang bertanya-tanya, sambil menunjukkan mata sang anak pada istrinya.


"Hmm.... (terkejut saat meilhat mata anaknya), ada apa ini ?, tapi.... matanya terlihat begitu indah.". ucap Isabelle.


William merasa cemas dengan mata anaknya. Dipeluknya dengan erat serta mengelus kepalanya. Tak lepas di pikirannya tentang warna mata yang sangat asing baginya. Ia takut ada hal buruk yang mungkin saja akan menimpa anaknya. Semakin lama, prasangka buruk semakin menyelimuti hatinya. Dibicarakanlah hal tersebut dengan istrinya.


Saat sibuk memikirkan mata anak mereka, tiba-tiba bayangan hitam aneh keluar dari tubuh anaknya. Ketakutan yang luar biasa. Berteriak istrinya ketakutan, serta rasa panik yang terus memuncak. Hampir saja saat itu William menjatuhkan anaknya.


Bayangan itu terbang mengelilingi langit-langit kamar, menjatuhkan setiap benda yang ada di hadapannya. Sambil tertawa kecil, bayangan itu terbang keluar, menabrak jendela kamar hingga berbunyi dengan kerasnya.


William perlahan meletakkan anaknya di atas ranjang. Dengan pengawasan yang ketat, menoleh ke setiap sudut ruangan.


Suara hembusan angin, seperti sedang berbisik, membuat suasana bertambah menyeramkan.


Sambil memeluk anaknya, Isabelle yang tengah terbaring lemah berusaha melindungi anaknya. William memberanikan diri, berdiri dari tempat duduknya, melangkah perlahan menuju jendela kamar. Dengan berhati-hati, ia menengok ke luar jendela.


Semua perasaan bercampur menjadi satu saat melihat kondisi lingkungan yang begitu mengerikan. Dedaunan yang berguguran, bertebaran dimana-mana. Lampu jalan yang berkedip dengan cepatnya, disertai bunyi gesekkan besi tiang lampu yang menusuk-nusuk gendang telinga. Angin yang begitu kuatnya berhembus, menggoyangkan rumah kayu mereka. Serta suara keributan orang-orang yang panik dengan kondisi demikian.


Pada saat yang bersamaan, tiba-tiba muncul dari kejauhan, cahaya kegelapan yang memancar dari bumi ke langit, membentuk sebuah pilar yang besar, membuat suasana semakin mencekam.


______>•

__ADS_1


Sementara itu di istana Bavarielle, semua penghuni istana keluar, melihat kondisi lingkungan yang begitu mengerikan. Pada saat yang bersamaan, Officer Leonard selaku pihak yang diberi kepercayaan oleh Raja dan Ratu Bavarielle dalam hal peperangan serta keamanan, memerintahkan semua pasukannya untuk memperketat keamanan di seluruh wilayah kerajaan.


Officer Leonard adalah seseorang yang tegas dengan mata kirinya yang berwarna merah menyala. Mempunyai postur tubuh yang tinggi dan kekar, serta selalu membawa pedang kebanggaannya. Rambutnya yang berwarna gelap, serta jarang terlihat senyum di wajahnya. Officer Leonard adalah warrior dengan elemen fire sebagai kekuatan utamanya.


Officer Leonard yang mana sudah menyadari bahwa hal tersebut akan terjadi langsung menuju ke ruang singgasana.


Saat tiba disana, ia melihat Officer Juli dan Excecutive Eleanor yang sudah berdiri dengan wajah cemas di sisi kanan singgasana.


Melangkahlah ia dihadapan semua orang, menuju ke hadapan raja dan ratu Bavarielle.


"Yang mulia (merundukkan tubuhnya),......


dia (yang masih dirahasiakan namanya) sudah kembali !!!..." ucap Officer Leonard.


Sontak dari ucapannya membuat suasana di ruang singgasana yang sudah dipenuhi para penghuni istana menjadi gelisah. Keributan menyelimuti seluruh ruangan. Rasa panik, gelisah, takut, semuanya berpadu dalam satu harmoni.


"*Tenang semuanya !!! ." ucap sang Raja dengan tegas, menggema. Seketika ruangan menjadi sunyi bak bangunan kosong


"Tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Sekarang semua kembali pada tugas masing-masing." lanjut sang raja.


Semua orang dalam ruangan pun pergi dengan segera. Kecuali Officer Leonard, Officer Juli, dan Executive Eleanor. Mereka saling menatap satu sama lain. Menatap dengan dalam, seakan paham bahwa mereka memikirkan hal yang sama.


"Leonard...(dengan nada tegas), saya tidak ingin hal buruk menimpa seluruh rakyat ku." ucap sang raja.


"Yang mulia, saya dengan kemampuan yang saya miliki, akan menjamin seluruh wilayah Bavarielle tetap aman dibawah pengawasanku." ucap Officer Leonard.


________>•

__ADS_1


Tak lama kemudian, hujan turun, mengguyur seluruh wilayah Bavarielle dan kejadian mengerikan tersebut berangsur meredah.


to be continued......


__ADS_2