
Bergegas ia, berlari ke arah pria tua itu.
Berharap apa yang ia bayangkan tidaklah menjadi kenyataan. Hanya terbayang, rasa takut dimarahi oleh pria, yang mimik wajahnya sangat tidak mencerminkan isi hatinya.
Mau bilang ini salah.... mau bilang itu salah. Sangat sulit untuk menebak kepribadian pria tua itu,.... terkesan sangat misterius. Awal pertemuannya dengan Ace juga secara tiba-tiba. Tapi, Ace telah hidup bersamanya kurang lebih 2-3 tahun. Sangat tidak masuk akal jika Ace masih tidak memahami pria tua itu.
Ace hanya mengikuti setiap perintah dan nasihatnya saja. Kalau untuk mempelajari kepribadiannya, sangatlah mustahil adanya, sebab kemunculan pria tua itu hanya pada saat-saat tertentu saja. Ace juga bingung, bertanya-tanya ia dalam hati, apakah pria tua itu benar-benar manusia normal ?. Entahlah....
Tanpa memperhatikan apa yang ada di hadapannya, ia berlari menabrak apapun yang menghalanginya. Berlari, terjatuh lalu bangun lagi, menuju pria tua itu.
"Huuufff....huffff.....(desah kelelahan),........ hari yang cerah....." ucap Ace kelelahan dengan senyum yang dipaksakan.
Ya, begitulah. Memang asylum tidak terlalu luas. Namun, sifat dari pria tua itu yang susah sekali untuk ditebak, selalu saja membuat Ace menghela napas.
Saat itu Ace mengira bahwa pria tua itu akan memarahinya. Pria tua itu hanya terdiam. Menatap Ace dengan tatapan yang masih tidak berubah. Tak lama kemudian, pria tua itu berjalan dengan kedua tangan menggenggam dibelakang.
"Sudah siap ???...... Atau ????..." tanya pria tua sambil berjalan.
"Atau..... Apa ???..." ucap Ace.
"Mungkin saja, ingin.... mengundurkan diri ???..." ucap pria tua dengan wajah meremehkan.
"Guru.... saya... tidak tau pasti... apa yang akan saya hadapi. Namun, saya akan mengusahakan yang terbaik" ucap Ace.
"Hmmm... saya suka semangatmu Ace. Berhati-hatilah di sana, sebab setiap langkahmu, akan mempengaruhi nasibmu." ucap pria tua.
"......., kemana kau akan membawaku guru ?.... " ucap Ace.
__ADS_1
Diajaknya Ace menuju ke arah tenggara asylum. Ya..... Berjalan menuju Murgs.
Murgs, gazebo berwarna coklat muda, dengan bunga snapdragon mengitarinya. Ketika masuk mendekati murgs, wangi bunga snapdragon bertebaran dimana-mana. Wangi, sampai menghanyutkan hati setiap orang.
Dibalik keelokannya, ternyata murgs menyimpan kisah yang kelam. Kata murgs sendiri berasal dari bahasa latvi yang berarti nightmare atau mimpi buruk. Dahulu, banyak sekali warrior yang gugur saat memasuki wilayah murgs.
Setiap warrior yang gugur, maka jiwanya akan diserap oleh bunga snapdragon. Kemudian, bunga snapdragon akan menggelap warnanya, layu, dan kelopak bunganya berubah bentuk seperti tengkorak kepala manusia.
Wangi yang bertebaran, seketika berubah menjadi bau bangkai manusia. Namun itu tak berlangsung lama. Butuh waktu 5 hari, untuk snapdragon kembali mekar dan menyebarkan wanginya.
Sambil berjalan, pria tua itu menjelaskan kepada Ace bahwa apa yang ia hadapi bukanlah hal yang sepele.
Dijelaskan olehnya, bahwa tempat itu digunakan warrior terdahulu untuk mengaktifkan chakra throat mereka.
Pria tua itu juga menyarankan kepada Ace bahwa, ketika berada di depan pintu gerbang sampai menuju ke gazebo, usahakan untuk tidak menciptakan suara sedikitpun.
Di saat kita menciptakan suara, maka kelopak bunga snapdragon satu persatu akan terlepas dari tangkainya dan berterbangan di mana-mana. Setiap satu kelopak bunga, maka akan menambah rasa kering di tenggorokan.
Taman bunga snapdragon terbagi menjadi dua sisi, dipisahkan oleh jalan setapak dari susunan bebatuan sungai. Sekilas, bebatuan tersebut nampak kering dan kasar. Namun, ketika diinjak, terasa licin dan berlumut.
Pria tua itu juga mengatakan bahwa, ketika sampai di murgs, Ace harus bermeditasi untuk mencapai chakra throat nya.
Proses meditasi membutuhkan waktu selama lima hari, tanpa makanan dan minuman.
Setelah mendengar penjelasan pria tua itu, Ace terdiam. Hanya membayangkan rasanya bertahan selama 5 hari tanpa makanan dan minuman. Bertanya-tanya ia dalam hati, apakah setelah ini ia akan terbaring di dalam peti mati.
Ingin rasanya ia mundur, tapi semua ini terasa sudah seperti di ujung kuku. Dengan terpaksa ia masuk.
Hanya 5 hari. Berbeda dengan meditasi yang umumnya dilakukan oleh warrior terdahulu yang mana bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tetapi itu dalam konteks yang berbeda. Warrior terdahulu bermeditasi selama itu untuk mendapatkan kekuatan serta skill baru. Bukanlah untuk mengaktifkan chakra throat mereka. Jika dibandingkan, mungkin yang dirasa adalah masih mendingan.
__ADS_1
Perlahan dan hati-hati, Ace melangkah ke dalam, menginjakkan kakinya di atas jalan setapak. Dilihatnya, bunga snapdragon yang bergerak melambai ditiup angin. Wanginya bertabaran, membuat hati Ace terasa tenang dan tenteram.
Dengan wajah yang berseri-seri, sambil memperhatikan setiap langkahnya, ia berusaha untuk tidak menciptakan suara.
Ia semakin terbawa oleh wangi bunga yang bertebaran. Wangi yang sangat berbeda, seakan-akan memabukkan penciumnya.
Lama berjalan, tiba-tiba Ace hampir jatuh ke tanah, sebab batu yang terlihat kering dan kasar, terasa licin berlumut. Tertekuk kakinya, seraya menyeimbangkan posisi tubuhnya. Ia menoleh ke kiri dan kanan, tak dilihat oleh nya satupun kelopak bunga yang terlepas.
Sambil menyapu dada, ia melanjutkan perjalanannya. Perlahan tapi pasti, dengan menghitung langkah kaki, sssttttt.... suara kaki yang terpeleset. Dikirinya ia akan jatuh mengenai batu yang tersusun dibawahnya.
Beruntung saat itu ia sudah mencapai bangku dekat gazebo. Ia memeluk bangku dengan kuat, serta berusaha menegakkan badannya. Kemudian ia menoleh lagi di sekelilingnya. Ia tidak melihat satupun kelopak bunga yang terlepas.
Ia memutuskan untuk masuk ke dalam gazebo. Namun siapa sangka, kesalahan kecil terjadi. Zzzzzzttttt..... suara bangku kayu yang tergesek di lantai. Tersenggol bangku tadi oleh kakinya.
Mau bagaimana lagi. Ini sudah kesekian kalinya Ace melakukan kesalahan. Dengan wajah yang memurung, ia menoleh ke sekelilingnya, kelopak bunga mulai terlepas, berterbangan di mana-mana.
"Hufffhhhhh..... bodohnya aku..." ucap ace dalam hati, sambil memukul-mukul kepalanya.
Beruntung saat bangku tergesek, bunyinya tak terlalu besar. Sehingga hanya bagian dari kelopak bunga paling dekat dengan sumber suara saja yang terlepas.
Memang tidak banyak. Tapi satu kelopak saja sudah membuat tenggorokan kering kesakitan.
Sambil menelan ludah dan menyapu lehernya, ia berjalan ke tengah gazebo. Ia duduk bersila di tengah gazebo, mengarah ke arah timur. memejamkan mata dan berusaha untuk fokus dengan kondisi tenggorokan kering dan sakit yang sangat menggangu.
Sambil menghela napas dalam-dalam, semakin terbawa suasana. Ternyata, wangi bunga snapdragon masih terasa, menenangkan perasaan. Semakin dalam..... hanya mendengar suara seperti ombak di pantai, harmoni dengan gerak bunga snapdragon melambai-lambai.
Pukul 17:35, Ace sudah berada di murgs selama kurang lebih 8 atau 9 jam.
Di depan gerbang, pria tua itu hanya berdiri dengan pose yang tidak berubah, berdiri tegak dengan kedua tangan dimasukkan kedalam lengan baju.
__ADS_1
"Hmmmmm...... ini sudah lewat berjam-jam. Mungkin saat ini Ace sedang bermeditasi. Ada baiknya saya kembali beristirahat....." ucap pria tua itu.
To be continued.......