Blue Fire : The beginning of a true warrior

Blue Fire : The beginning of a true warrior
Eps 12 : Nightmare #1


__ADS_3


Pukul 19:45....


Masih tidak dirasakan oleh Ace, sesuatu yang janggal di sana. Ia tetap menjaga konsentrasi untuk mencapai alam bawah sadarnya.


Wangi bunga yang sangat menghanyutkan suasana, menambah semangat dirinya, untuk beberapa hari kedepan. Namun, rasa kering di tenggorokan, setiap detiknya bukannya semakin menghilang, sekalipun ia menelan ludah. Terganggu dengan rasa sakit yang menusuk-nusuk di lehernya.


3 jam berlalu, Ace masuk ke alam bawah sadarnya.


Dilihatnya, semua nampak putih dan kosong. Hanya ia yang berdiri, sendirian di sana, dengan suara yang menggema. Hanya berdiri, tapi tak merasa lelah. Badannya kaku, tak bisa bergerak. Hanya leher dan kepalan yang bisa menoleh.


Kosong, tak ada siapapun dan apapun di sana. Rasa sakit di tenggorokan serta wangi bunga, masih bisa ia rasakan.


Dari kejauhan, nampak seseorang berjalan mendekatinya. Tak berwajah, dengan jubah putih panjang yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala.


Berjalan, semakin dekat pada Ace yang hanya bisa menoleh itu. Bertanya seseorang itu pada Ace, "Apakah kau sempurna ?". Sontak Ace kebingungan. Sebenarnya, apa yang di maksud orang itu.


Tak lama kemudian, dunia yang putih dan kosong itu berubah menjadi suatu tempat dengan bangku di tengahnya. Gelap bagai malam, dengan bulan tepat di atas bangku itu.


Kemudian, orang berjubah putih itu berjalan menuju bangku dan seketika menghilang. Ace menoleh kesana-kemari, mencari orang tadi.


Tak bisa bergerak. Hanya melihat bangku kayu yang nampak tua. Tiba-tiba, muncul dari sisi kirinya, seorang anak yang memakai blindfold, berjalan menuju bangku itu. Ace melihat dengan seksama, dalam hati menyadari bahwa anak itu adalah dia sendiri.


Anak itu duduk di bangku, dengan menggoyang-goyangkan kakinya. Duduk, seperti sedang menunggu seseorang. Kemudian dari sisi berlawanan, datang seorang pria menghampiri anak itu. Pria itu sangat mirip dengan ayah Ace. Ace mencoba memanggilnya, namun tak dapat di dengar sama sekali.


Pria itu duduk di samping anak itu, membelai kepalanya, dan mengecup keningnya. Ace terus memanggil-manggil, namun tak ada respon sama sekali. Layaknya sedang menonton pesawat televisi. Hanya bisa melihat semua yang dilakukan pemeran.


Dengan mata yang berkaca-kaca, Ace terharu melihat kedekatan serta kemesraan mereka. Tak lama kemudia..... pria itu pergi meninggalkan anak itu sendirian.


"Uhhh..... ayah.....kau mau kemana ???.... ayahh !!! ..." ucap Ace.


Pria itu semakin menjauh hingga lenyap dalam kegelapan.

__ADS_1


"Ayah..... jangan pergi !!!!.... jangan tinggalkan aku sendirian." ucap Ace dengab nada sedih.


Kemudian, Ace kembali menoleh pada anak yang dia pikir adalah dirinya. Terduduk di bangku, sendirian di tengah malam yang gelap. Tiba-tiba, muncul kabut hitam, mengitari bangku. Ace hanya ketakutan, khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada anak itu.


Dilihatnya, anak itu, gelisah ketakutan. Ace mencoba menenangkan anak itu, memanggilnya, namun sama saja. Tiba-tiba, muncul dari hadapan, bayangan hitam anak kecil, dengan tatapan yang tajam, merah matanya. Bayangan itu tertawa dengan besarnya, terkesan jahat dan menyeramkan.


Bayangan itu mendekati anak tadi.


"Ace...Ace.... menjauhlah dari sana !!! lari Ace !!!!, selamatkan dirimu." teriak Ace pada anak itu.


Di rasa bayangan anak kecil tadi, sama hal nya dengan yang lain, tak dapat mendengar ucapan Ace, pada kenyataannya, bayangan itu menatap Ace yang hanya berdiri kaku, sambil tersenyum dengan jahat.


"Aaaaa (terkejut)..... Ace !!!... lari !!!.... selamatkan dirimu Ace....!!!!." teriak Ace dengan rasa khawatir.


Anak kecil itu, hanya memeluk kakinya yang ditekuk di atas bangku, sambil menundukkan pandangan karena ketakutan.


Perlahan bayangan itu menyentuh anak itu, seketika ia tersedot masuk kedalam telapak tangan bayangan hitam itu.


Tak lama kemudian, terdengar tawaan kecil, menusuk dari telinga kanannya, perlahan semakin membesar. Tawa itu mengingatkannya pada tatapan tajam yang ia lihat sewaktu kecil dulu.


Ace hanya terdiam, dengan rasa takut yang sudah menyelimuti. Hanya terdiam dengan mata yang melotot, entah mau menatap apa. Menoleh kepalanya ke kiri dan kanan, sedang keringatnya jatuh berlumuran.


Rasa kering di tenggorokan, sakit yang tiada habisnya. Perut yang terasa sakit, lambung yang terasa perih, menyertainya di saat itu.


Dan sekarang ia menyadari, betapa rumitnya hal yang sedang ia hadapi. Ditambah lagi bahwa ia akan terus menghadapi ini semua dalam 5 hari kedepan.


Pukul 02:00 dini hari.


Ace kembali menjaga konsentrasinya. Berusaha menenangkan hatinya dengan berbagai cara.


Wangi bunga snapdragon masih terasa walaupun sudah berada di alam bawah sadarnya.


Berdiri di sana dirinya, melihat dunia gelap tadi seketika berubah menjadi putih dan kosong seperti saat pertama. Tidak ada hal lain yang terjadi. Ia juga menoleh kesana-kemari, mencari pria berjubah putih yang dipikirnya akan datang kembali.

__ADS_1


"Halo.....!!!! ada orang ????.... Hey..... siapa saja ????.." ucap Ace dengan keras.


Tak berhentinya ia berusaha, menggerakkan tubuhnya yang mana, tak bisa bergerak sama sekali. Apalah daya, ia memutuskan untuk menjaga konsentrasinya saja, karena sadar bahwa yang dilakukannya adalah hal yang sia-sia.


Dia juga menyadari bahwa apa yang dia lihat, tak akan membawa bahaya untuknya. Namun, apa yang dia lihat, seakan-akan terasa bahwa saat itu adalah nyata posisinya, ketakutan, dan lain sebagainya. Ia merasa bahwa ada ikatan antara dirinya dengan apa yang ia lihat di sana.


Pukul 06:00, pria tua keluar dari tempat istirahat, berjalan menuju pintu gerbang murgs.


Dilihat olehnya, Ace sedang bermeditasi dengan tenang, dengan posisi duduk yang sudah terangkat ke udara, tepat berada di tengah antara atap gazebo dengan lantainya.


Sambil memikirkan, mimpi buruk apa yang Ace alami di alam bawah sadarnya. Semakin menambah rasa khawatirnya, saat melihat baju Ace yang basah karena keringat.


"Hmmmm.... berjuanglah Ace. Tahanlah semua itu.." ucap pria tua dengan nada pelan.


".......*Akankah dia bertahan ??..... Bagaimana jika .....ahhh ..... sudahlah..."


"........Bagaimana ia akan mengontrol dirinya, sedang rasa kering di tenggorokan sangatlah mengganggu. Haruskah aku membantunya ???..... Tidak....itu bukanlah hal yang tepat..."


"........Bagaimana jika "black circle" terbuka ????...."


"........Haruskah aku menghentikannya ???.... Ahhh... Tidak*...."


Pria itu kemudian melihat ke arah taman snapdragon. Masih tidak ada tanda-tanda hal buruk akan terjadi. Ia menoleh ke atas, dan melihat kelopak bunga yang terlepas kemarin, masih terombang ambing oleh angin di sana.


Pria itu takut, jika kelopak bunga itu, menyentuh tubuh Ace. Pastinya Ace akan tersadar kembali, sebab percikan api yang tercipta. Masih terpikir olehnya, apakah "black circle" akan terbuka.


Black circle, lingkaran hitam yang akan muncul tepat di bawah warrior yang sedang bermeditasi. Biasanya akan terbuka apabila warrior bersangkutan terbawa oleh suasana mimpi buruk yang terjadi di alam bawah sadarnya.


Apabila ada warrior yang konsentrasinya sudah hilang, maka matanya akan terbuka, dan jatuh dari meditasinya. Jatuh ke dalam black circle yang akan menelan jiwa warrior tersebut.


Saat black circle sudah menjalankan tugasnya, kemudian seluruh bunga snapdragon akan melayu dan mati. Kelopak bunganya berubah menjadi bentuk tengkorak kepala manusia, dan menyebarkan bau bangkai di sekitarnya. Setiap jiwa warrior yang tertelan, maka akan menambah kekokohan gazebo (murgs).


To be continued......

__ADS_1


__ADS_2