Blue Fire : The beginning of a true warrior

Blue Fire : The beginning of a true warrior
Eps 5 : Black Robed Woman.


__ADS_3


Situasi rumah dipenuhi dengan kesedihan. Tiada senyum dan tawa yang seperti dulu menghiasi setiap sudut rumah.


Pukul 22:34 di ruang makan.


"Suamiku..... maafkanlah aku... aku telah gagal memberikanmu anak yang sempurna,... yang tidak terlibat dalam hal-hal menyeramkan." ucap Isabelle dengan penuh kesedihan.


"Sudahlah sayang,.... Tidak ada yang salah ataupun gagal. Ace adalah anak yang baik. Dia hanya perlu menyesuaikan diri dengan kondisinya. Setelah ini pasti dia akan mengerti tentang semuanya." ucap William.


"Aku takut..... bilamana kita memberitahukan kebenaran itu, ia tidak mau menerimanya. Aku takut......, ia akan bertindak yang dapat membahayakan dirinya." ucap Isabelle.


"Sttttt ....., tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Lagi pula Ace sudah semakin besar. Ia sudah paham tentang apa yang benar dan apa yang salah." ucap William.


William (ayahnya) terus berusaha menenangkan Isabelle (ibunya).


___________>•


Sementara itu di istana Bavarielle, tepat diruangan Officer Leonard, diskusi antara kakak beradik terjadi.


"Hmmm......kamu harus mencarinya, sebelum ia disandera The Dark Child." ucap Officer Leonard.


"Kakak....., tapi....., kemana saya harus mencarinya ?." tanya Officer Juli.


"Dia tidak berada jauh di sekitar wilayah kerajaan. Saya bisa merasakan auranya. Hmmm..... ." ucap Officer Leonard.


Tanpa pikir panjang, Officer Juli bergegas pergi mencari seseorang yang entah itu siapa.


Masih terbayang dipikiran Officer Leonard, kejadian bertahun-tahun silam, dimana ia bersama temannya, berjuang membasmi kejahatan. Namun karena kesalahan kecil yang dilakukannya, sehingga menyebabkan temannya itu mengorbankan nyawa. Officer Leonard hanya bisa menyimpan rasa sedih yang teramat dalam. Merasa bersalah atas langkah yang dianggapnya sebuah kebodohan, serta berusaha menahan rasa sakit hati dibalik raut wajahnya yang garang.

__ADS_1


Ia hanya duduk termenung, memikirkan kejadian itu, sambil menyebut nama "Mike".


_____________>•


Pukul 23:45. Nyanyian burung hantu yang merdu menghiasi malam, serta angin yang berhembus menggerakkan ranting-ranting pepohonan.


Ace yang masih marah, berbaring di ranjangnya, menatap langit-langit kamarnya, sambil memikirkan apa yang baru saja ia katakan pada orang tuanya.


"Hmmmm.... saya rasa... saya terlalu kasar kepada ayah ibuku." ucap Ace dengan merasa bersalah.


Iya terus memikirkan tentang orang tuanya. Sejenak, terpikir olehnya untuk meminta maaf atas kelakuannya.


Saat itu, kedua orang tuanya masih berbincang-bincang tentang dirinya di ruang keluarga. Masih terdengar bunyi bising percakapan mereka. Ibunya yang masih berusaha menenangkan diri dari tangisan, masih terdengar olehnya dikamar kecil yang berantakan.


Bermenit-menit berlalu, hanya terbaring memandangi langit-langit kamarnya.


Beberapa saat kemudian, suasana menjadi sunyi. Suara tangisan, langkah kaki, dan lain sebagainya seakan-akan hilang begitu saja.


Ia melihat ke setiap sudut kamarnya. Seluruh benda yang ada bergerak dengan sendirinya. Dinding kamarnya yang mulai retak, serta lampu yang berkedip dengan anehnya.


Tiba-tiba semua itu terhenti. Ia turun dari ranjangnya, mencoba melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


Pada langkah pertama, ia hanya mendengar suara kayu yang bergesek. .....


Pada langkah ke dua, lantai kamarnya seketika retak. ........


Pada langkah ke tiga,........


Tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Ia berjalan menuju pintu kamarnya. Langkah demi langkah ia lalui dengan hati-hati. Saat ingin mencoba membuka pintu, tiba-tiba terdengar suara ledakkan yang sangat besar.


Kaboooommmm...


Suara ledakan yang entah disebabkan oleh apa. Ace berlari keluar kamar dengan segera. Saat ia membuka pintunya, kabut asap hitam bertebaran dimana-mana. Semua isi rumah berantakkan, dinding rumah yang rusak dan terdapat bekas cakaran kuku yang sangat tajam, serta bagian depan rumahnya hancur. Ia kebingungan atas apa yang sebenarnya terjadi. Ia memanggil-manggil ayah dan ibunya namun tak ada jawaban sama sekali. Ia mencari ke seluruh ruangan tapi di rumah sudah tidak ada siapa-siapa lagi selain dirinya.


Ia berlari keluar rumah, meminta pertolongan, serta memanggil-manggil ayah dan ibunya. Ia berlari kesana-kemari tapi tak kunjung ketemu.


Ia terus berlari sampai pada suatu tempat yang sama sekali ia tidak tahu itu dimana. Disekelilingnya hanya ada kabut asap hitam yang bertebaran. Dengan perasaan cemas, ia terus berusaha mencari ayah ibunya.


Tiba-tiba dari kejauhan, muncul seorang wanita, memakai jubah hitam yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Dengan kabut hitam yang selalu menyertainya kemanapun ia melangkah, serta percikan api yang menyala-nyala di sekitar tubuhnya.


Wanita itu terus berdiri, memperhatikan Ace dari kejauhan. Ace yang sama sekali tidak mengenali siapa wanita itu, berusaha untuk bertanya, siapa kamu..... siapa kamu...., namun wanita itu tetap berdiri bak patung. Karena merasa ketakutan, Ace melangkah mundur. Disetiap ia melangkah, wanita itu selalu mengikutinya, begitupun juga saat ia mencoba berhenti.


Keanehan yang begitu menyeramkan. Terlintas dipikirannya, hal-hal yang tidak diinginkan.


Tanpa pikir panjang, ia berlari menjauhi wanita itu. Namun, setiap Ace berhenti, secara misterius wanita itu muncul lagi dihadapannya.


Ace merasa sangat ketakutan. Ia terus berlari hingga terjatuh di dekat sebuah taman yang ditengahnya ada tiang lampu yang terang. Kabut hitam semakin bertambah, tertiup mengelilingi lampu taman.


Ace berjalan menuju tiang lampu, menghindarkan dirinya dari kabut hitam yang mengganggu. Seraya berharap tak ada sesuatu yang berbahaya, yang bersembunyi di balik kabut hitam. Kondisi Ace saat itu sangat ketakutan sampai berkeringat. Tak lama kemudian, kabut hitam itu mulai menghilang di arah hadapannya. Terlihat pohon besar yang berdiri tegak. Ia mengawasi setiap arah, sebab ia takut kalau ternyata itu adalah ulah bayangan yang ia jumpai sewaktu kecil.


Tiba-tiba..... muncul di samping pohon, wanita berjubah hitam tadi, memandangi Ace dengan tatapan yang sangat tajam. Wanita itu berjalan mendekati Ace.


Ace tidak tahu harus berbuat apa. Ia hanya mendesah ketakutan. Keringat yang sudah membasahi baju di badan, serta tubuh yang merinding tiada habisnya. Sembari berusaha berdiri tegak dengan detak jantung yang mengencang setiap detiknya, ia hanya menggenggam tiang lampu yang menjadi tempat ia bertahan, menghadapi hal-hal yang sama sekali tidak pernah ia ketahui sebelumnya.


Wanita itu terus mendekatinya. Berdiri dengan tegak dihadapannya, memandang wajahnya dengan tatapan yang sangat tajam.


Perlahan wanita itu menjulurkan tangannya. Menyentuh dagu Ace yang saat itu gemetar ketakutan.

__ADS_1


Secara misterius, kabut hitam kembali bermunculan. Menutupi setiap pandangan, melingkari taman dengan tiang lampu di tengahnya itu.


To be continued......


__ADS_2