Blue Fire : The beginning of a true warrior

Blue Fire : The beginning of a true warrior
Eps 8 : Asylum Of Miracle


__ADS_3


Masuklah Ace dan pria tua itu ke dalam portal.......


Ketika melangkah ke dalamnya, seketika mereka berada di sebuah tempat. Tempat itu berada di tengah-tengah pegunungan yang dipenuhi dengan pepohonan.


Tempat itu berlokasi di tengah-tengah wilayah 5 kerajaan besar, yakni Bavarielle, Halliston, Orcs Empire, Gorgoria, dan Spectrum Axe.


Kelima kerajaan itu saling mengklaim bahwa tempat itu adalah milik mereka. Sejarah mencatat bahwa dahulu pernah terjadi peperangan besar antar kerajaan hanya untuk memperebutkan tempat yang dianggap istimewa itu.


Dahulu, tempat itu setiap 6 bulan sekali, didatangi oleh para warrior dari berbagai kerajaan, serta dari berbagai tempat di seluruh penjuru dunia. Mereka datang ke tempat itu untuk berlatih dan mencapai ketujuh chakra-nya.


Namun, tempat itu sudah tidak ditemukan lagi, setelah orang yang menjadi juru kunci tempat itu, menghilang secara misterius.


Sampai saat ini, tempat itu sudah menjadi legenda yang diyakini orang-orang tertentu, serta masih menjadi misteri yang terus digali oleh pihak kerajaan-kerajaan yang mengklaim atas tempat itu.


..............


Karena sudah tidak ditemukan lagi, akhirnya para master dan mereka yang sudah mencapai ketujuh chakranya, berinisiatif untuk menciptakan latihan sendiri agar supaya calon warrior bisa berlatih tanpa bergantung dengan tempat itu......


..............


Tempat itu bernama "Asylum of Miracles".


Tempat itu berbentuk segi lima dengan tumpukan bebatuan di setiap sisinya, serta ditutupi oleh pagar kayu yang cukup tinggi.


Di setiap sudutnya, terdapat objek yang berbeda......


Di sudut pertama di sebelah utara, terdapat gunung batu dengan kuil berwarna kuning putih di puncaknya. Kuil itu diberi nama Heiwa Temple. Sejak dahulu, kuil itu di gunakan oleh para warrior untuk mencapai chakra crown mereka. Untuk mencapai kuil itu, terdapat tangga akses menuju ke sana.


Di sudut ke-dua, di sebelah timur laut terdapat danau yang tenang dengan pohon ek tua disekitarnya. Danau itu diberi nama danau emosi, sebab danau itu adalah tempat bagi para warrior terdahulu untuk mengaktifkan chakra heart. Air danau yang ada di sana, akan mengikuti suara serta sifat hati setiap warrior. Apabila hati seseorang yang mendekat ke sana kotor atau jahat, maka air danau berubah warna menggelap serta mengeluarkan bau bak bangkai hewan, begitu pula sebaliknya.

__ADS_1


Di sudut ke-tiga, di sebelah tenggara terdapat rumah kecil atau gazebo yang diberi nama Murgs. Di sekitarnya dipenuhi dengan bunga snapdragon berbagai macam warna.


Setiap warrior akan bermeditasi di sana, untuk mengaktifkan chakra throat mereka.


Di tengah-tengah, antara tenggara dengan barat daya, terdapat pintu gerbang utama menuju asylum.


Di sudut ke-empat, di sebelah barat daya terdapat portal gelap yang di setiap sisinya ada petir yang menyambar. Portal itu diberi nama Azil Chaotic, digunakan oleh warrior terdahulu untuk mengaktifkan chakra brow. Saat masuk ke sana, energi gelap yang kuat akan mengarahkan setiap jiwa menuju ke dimensi lain. Di sana penuh dengan teka-teki serta jebakan yang sangat mengancam nyawa. Banyak warrior yang mati sia-sia di dalamnya.


Selain itu di dalamnya dihuni oleh 57 monster yang kuat, dimana setiap warrior dituntut untuk mengalahkan ke-57 monster yang ada. Dari ke-semua monster tersebut, ada satu monster sebagai ketuanya. Apabila berhasil mengalahkan ketua monster tersebut, maka setiap warrior akan memperoleh chakra plate mereka.


Dan di sudut ke-lima di sebelah barat laut, terdapat reruntuhan bangunan. Dahulu itu adalah bangunan yang sangat kokoh dimana para warrior terdahulu berkumpul bersama, menikmati pemandangan. Namun, bangunan itu hancur karena pertempuran besar yang terjadi bertahun-tahun silam.


Di tengah-tengah asylum, di sisi selatan, terdapat bangunan yang dipakai untuk tempat beristirahat. Sedang di sisi berlawanan, terdapat lapangan yang cukup luas sebagai tempat untuk berlatih.


...................


Berjalanlah mereka menuju tempat istirahat. Ace yang saat itu belum menyadarkan diri, dibaringkan di atas ranjang di sebuah bilik.


Pria tua itu meletakkan tangan Ace kembali, melangkah keluar dari bilik untuk membiarkan Ace beristirahat.


Keesokan harinya, tepat di hari jumat, pukul 09:00. Ace terbangun dari ranjang. Dengan wajah kebingungan ia menoleh ke setiap sudut bilik, sembari bertanya di manakah ia berada.


Berjalan keluar, ia bertemu pria tua sedang berdiri menghirup udara segar.


"Uh...uh..." Ace menuju pria tua itu sambil menggaruk-garukan kepalanya.


Karena mendengar bunyi langkah kaki mendekat, pria tua itu menoleh ke belakangnya, dan melihat Ace yang sudah membaik.


"Sudah bangun ?..." tanya pria tua itu sambil tersenyum.


"Si..siapa anda ?..." tanya Ace.

__ADS_1


"Kau tak perlu tahu siapa aku. Ayo cepatlah bergegas.... Waktu latihan mu akan segera dimulai.." ucap pria tua itu.


"Hahh... Latihan ??.." ucap Ace kebingungan.


Pria tua itu berjalan menuju lapangan, sedang Ace mengikutinya dari belakang.


Disangkanya latihan yang dimaksud adalah seni beladiri, kenyataannya tidak demikian. Ace malah diperintahkan untuk menyapu halaman, mengepel lantai, mengangkat air, dan lain sebagainya.


Kebingungannya semakin bertambah. Setiap diperintah melakukan sesuatu, ia hanya melongo sembari menggaruk-garuk kepalanya. Bertanya-tanya ia dalam hati, sebenarnya apa yang diinginkan pria tua itu.


Ace mencoba untuk bertanya di setiap jeda waktu latihan.


Setiap pertanyaan...... jawabannya hanyalah tambahan pekerjaan. Begitu yang dirasakan Ace. Akhirnya ia putuskan untuk menuruti saja setiap perintah dan arahan dari pria tua itu.


Berjam-jam berlalu...... hanya mengikuti setiap perintah pria tua itu. Ace harus bangun pukul 06:00 pagi, dan kembali beristirahat pukul 23:00 malam.


Di setiap Ace melaksanakan tugas dan perintah, ada saja hal yang mengganggu pikirannya. Ia bahkan pernah mencoba untuk minggat dari asylum. Namun, usahanya selalu saja digagalkan oleh pria tua itu, yang tiba-tiba saja muncul dihadapannya.


Hari demi hari Ace lalui. Terlihat wajahnya yang merunduk, dengan tatapan mata yang lesu. Bibir yang kering memecah, serta janggut yang kian memanjang.


Satu tahun berlalu......., pria tua itu melihat perkembangan yang cukup memuaskan pada diri Ace. Dengan penuh keyakinan, pria tua itu menyuruh Ace meninggalkan semua yang dilakukan, dan menyuruh Ace beristirahat serta membersihkan dirinya.


Ace hanya terdiam, meninggalkan semua pekerjaan, dan pergi beristirahat.


Saat berjalan menuju biliknya, ia melihat sebuah cermin yang digantung dekat jendela. Terpikir olehnya, bahwa sudah cukup lama ia tidak berdiri di depan cermin. Sambil mengingat masa lalunya, dimasa ia masih bersama dengan kedua orangtuanya, Ace yang selalu berdiri dihadapan cermin sembari menyentuh blindfold yang dulu dipakainya.


Melangkah ia menuju cermin. Betapa terkejut dirinya melihat perubahan yang begitu besar pada dirinya.


Setelah menyadari semua itu, baru ia paham apa yang diinginkan pria tua itu. Dengan senyum tipis yang terlintas di bibirnya, ia kembali menuju biliknya.


To be continued.....

__ADS_1


__ADS_2