
15 tahun kemudian.....
Ace sudah remaja. Dia sudah paham tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak untuk dilakukan. Di masa remajanya, ia merasa bahwa kedua orang tuanya terlalu berlebihan dalam menjaganya. Ia bahkan pernah mengatakan kepada ayah ibunya bahwa ia sudah besar, tidak perlu mendapat perhatian yang lebih. Ia terpaksa mengatakan itu karna merasa malu dengan teman-temannya di sekolah.
Selasa pukul 08:10 di sekolah. Ia berjalan menuju kelasnya. Bukannya ucapan selamat pagi yang ia dengar, tapi hinaan serta ejekan yang selalu mengiringinya hingga ke dalam kelas. Ia berusaha berpaling dari perkataan teman-temannya. Namun, apalah daya. Suatu saat, batu pasti akan hancur, besi pasti akan berkarat, kayu pasti akan lapuk. Rasa kesal menggelora di dalam hatinya. Ia mengepal tangannya seraya menahan dirinya dari emosi sesaat. Ia selalu mengalami hal yang sama disetiap harinya. Bahkan pernah terlontar dari mulut temannya, yang menyindir tentang blidfold yang ia gunakan.
Anak manja, bajak laut tersesat, dan lain-lain.
Terkadang saat disekolah, ketika ayahnya menjemputnya dengan sepeda, ia hanya mengabaikannya. Berpaling dari ayahnya agar tidak terlihat oleh teman-temannya.
Hari demi hari Ace jalani, namun sikap kedua orangtuanya yang selalu mengawasinya dengan ketat. Tidak membiarkan Ace sedikitpun luput dari pantauan. Ace tidak diijinkan pergi jauh, keluar rumah terlalu lama, bahkan untuk bermain di rumah temannya, orangtuanya harus memikirkan terlebih dahulu.
Hal yang tak patut dilakukan setiap anak, mengabaikan orangtuanya, hanya untuk menutupi rasa malu. Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Begitu juga dengan orangtua Ace. Namun Ace mengabaikan setiap nasehat orang tuanya, menutup telinga sambil mengatakan bahwa ia sudah besar.
Kamis pukul 13:00 saat Ace pulang dari sekolah. Dengan perasaan hati yang marah karena hinaan teman-temannya disekolah, ia masuk ke rumah tanpa mengetuk pintu.
Dooorrr .......
__ADS_1
Bunyi pintu yang terbuka. Saat itu ayah dan ibunya sedang membicarakan sesuatu di ruang keluarga. Ace yang tanpa menoleh, langsung menuju ke kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat.
Bertanya, bertanya dan bertanya. Kebingungan saat melihat sikap Ace yang berubah 180 derajat. Dengan mengakhiri pembicaraan, ibunya berdiri, berjalan menuju pintu kamar Ace yang sudah terkunci rapat. Diketuk tak ada respon, di panggil tak menyahut, dibujuk hanya diabaikan. Ibunya terus mencoba untuk berbicara dengan Ace. Alhasil mendapat perlakuan yang sama. Bak ingin memetik buah namun buahnya tak ingin dimakan. Ibunya terus berusaha, sedang Ace hanya menutup telinga.
"Ace.....! Ace.....! Buka pintunya !..... ibu ingin bicara dengan mu nak......." bujuk ibunya (Isabelle) sambil mengetuk pintu.
"sssstttttt......(memegang pundak Isabelle), biarkan dia sendiri, berikanlah dia waktu." ucap ayahnya (William).
Waktu terus berlalu. Ace tidak keluar dari kamarnya. Ia hanya duduk memandangi jendela kamarnya.
Pukul 21:59.....
Langit semakin larut dalam kegelapan, namun Ace tak kunjung keluar. Ibunya semakin khawatir. Dicoba lagi olehnya untuk menegur Ace. Ibunya terus mengetuk pintu namun masih tak ada jawaban dari Ace.
Ace berjalan lurus tanpa menoleh, keluar dari kamarnya, menuju meja makan. Kemudian ayahnya (William) mencoba untuk berbicara dengannya.
"Ace........nak.....kamu baik-baik saja ?." ucap ayahnya.
Ace hanya terdiam dengan pandangan kosong dimatanya. Ibunya sangat khawatir dengan kondisi Ace yang tiba-tiba berubah. Ibunya terus mencoba menegurnya, menyuguhkan makanan kepada Ace, namun tak ada respon sama sekali. Ayah dan ibu nya terus berusaha menegur Ace,
__ADS_1
Tiba-tiba.....
"Baaakkkkkkrkkk......(suara tepukan meja yang kuat), ada apa dengan ayah dan ibu ?.... mengapa saya harus dijaga ketat seperti ini ?..... saya tidak bisa melakukan ini itu, saya tidak bisa pergi kemanapun saya mau..... kenapa ?." ucap Ace dengan suara keras.
Orang tuanya terkejut denga perubahan sikap Ace yang sangat berbeda. Mereka berusaha untuk menjelaskan baik-baik kepada Ace, kalau semua yang dilakukan semata-mata untuk kebaikannya.
"Hahh...... Apa ??? Huhh...... saya ini sudah besar bu,..... saya tidak ingin diperlakukan seperti anak-anak... saya ingin bebas seperti anak-anak seusiaku...." jawab Ace atas penjelasan orang tuanya.
Ace menjelaskan semua, bahwa sikap orangtuanya terlalu berlebihan. Ia merasa malu dihadapan teman-temannya, yang setiap harinya menghiasi kehidupan Ace di sekolah dengan hinaan. Ace tidak ingin orang tuanya terus memperlakukannya seperti demikian.
Orang tuanya terus berusaha menenangkan Ace, mencoba membujuknya agar supaya tidak terbawa emosi sesaat. Namun Ace mengabaikan semua itu.
"Sebenarnya...... apa yang ayah dan ibu sembunyikan dari ku ?.... kenapa saya harus terus diawasi ?. .. ucap Ace sambil menatap orangtuanya.
Ace selalu menyinggung perihal rahasia yang disembunyikan orang tuanya serta blindfold yang dipakainya. Karena tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan, Ace pergi kekamarnya, membanting pintu dan menguncinya.
Ibunya makin sedih dengan perubahan sikap Ace. Ia hanya bisa terduduk dengan air mata yang menetes tiada henti, sedang Ayahnya yang terus mengusap belakang ibunya, seraya berusaha menenangkan kondisi hati yang tersakiti.
"Sabarlah istriku...... di masa seperti ini, memang anak se-usia Ace akan bersikap demikian." ucap ayahnya.
__ADS_1
Ibunya terus menangis sambil bertanya apakah ada yang salah, apakah perlakuannya berlebihan, sedang semua itu dilakukan karena rasa sayang yang amat sangat dalam, yang takut akan terjadi hal-hal dapat menyebabkan badai air mata abadi. Terucap oleh ibunya, apakah sudah saatnya untuk memberitahukan Ace yang sebenarnya. Ayahnya mengatakan bahwa mungkin sudah saatnya, namun masih menunggu Ace kembali tenang.
To be continued......