Blue Fire : The beginning of a true warrior

Blue Fire : The beginning of a true warrior
Eps 6 : Black Haze Wall.


__ADS_3


Ace sangat ketakutan. Berupaya melindungi diri, Ia mendorong wanita itu dan berlari menjauhinya. Kemanapun ia berlari, wanita itu selalu mengikutinya. Sambil meminta pertolongan, ia terus berlari, menembus gumpalan kabut hitam yang tebal, yang mana tak satupun mata akan sanggup menembuskan pandangannya.


Lelah yang semakin bertambah, serta kedua kaki yang terasa kaku. Ia paksakan dirinya untuk terus berlari, mengabaikan perasaan hati yang ingin merebahkan badan ke tanah.


Waktu terus berlalu. Malam semakin larut dan Ace masih terus berlari. Rasa lelah yang sudah tak dapat ia ingkari lagi, dengan terpaksa ia berhenti di dekat sebuah tiang lampu. Terjatuh simpuh, melepaskan rasa lelah yang menumpuk. Keringat yang bercucuran dengan keriput di matanya, serta tetesan air mata yang berjatuhan ditengah kesunyian malam. Ingin rasanya berteriak meminta pertolongan, namun sayangnya itu semua sia-sia.


Dipegannya tiang lampu taman, berusaha bangkit dengan menopangkan badannya, sambil menengok ke belakang untuk memastikan bahwa wanita itu tak mengikutinya. Kabut hitam semakin menebal, seperti membentuk lapisan tembok yang kokoh dan besar, menciptakan suasana yang semakin aneh dan menyeramkan.


Ia menengok ke sekelilingnya, melangkah perlahan, mengamati setiap sisi yang masih sanggup dilihatnya. Terkejut...... itulah yang ia rasakan. Ia berlari lagi menembus gumpalan kabut hitam, namun ke arah yang berlawanan. Betapa anehnya, ia tetap kembali ke tempat yang sama.


Ia kembali ke arah tiang lampu, memegangnya dengan erat, serta berjaga disetiap sisi yang dijangkaunya.


Wuuushhhhhh.....


Suara wanita itu bergerak dengan cepatnya, muncul entah dari mana, seketika berada di samping Ace dan tanpa ragu langsung menyerang dengan gumpalan haze yang runcing dan panas. Siapapun yang mengalaminya pasti merasakan hal yang sama. Sakit, terkejut, heran, apa lagi yang bisa dirasakan ????....


Serangan itu mengenai dada kiri Ace hingga bajunya sobek. Ia terjatuh ke tanah dan tidak tahu harus melakukan apa. Tubuhnya terasa sakit, kepalanya terasa pusing. Inginnya terus bangkit dan berlari, namun kedua kakinya seakan-akan lumpuh, tak mau bergerak. Ia terus berusaha memaksakan dirinya, bangkit dari kejatuhannya, berlari dengan sekuat tenaga, untuk menghindari serangan wanita itu.

__ADS_1


Tak lama berlari, wanita itu kembali menyerang Ace hingga terpental dengan kuat. Serangan itu membuatnya terbentur batang pohon yang besar.


Sakit.....???... Tentu saja sakit. Apalah lagi yang bisa ia rasakan selain itu ?. Tubuh serasa tak sanggup lagi untuk bergerak. Tarikan nafas yang sudah begitu dalamnya. Sungguh rasa sakit yang luar biasa. Saat terbentur pohon, blindfold dimatanya terlepas jatuh ke tanah. Seketika Ace langsung mengingat perkataan ibunya..


> "Hmm..... nak.. kamu mempunyai keistimewaan di mata kananmu, sebab itu ia butuh pelindung agar supaya keistimewaannya tetap terjaga. Ibu ingin kamu tetap menjaga agar supaya blindfold itu tidak lepas dari mata mu." <


Saat itu juga ia merasakan sensasi yang luar biasa. Tubuhnya yang lelah seakan pulih kembali. Jantung yang tadinya berdenyut kencang, perlahan membaik. Layaknya manusia dengan kesempurnaan visual di atas rata-rata, Ia bisa melihat dengan leluasa, menembus gelapnya malam. Mata kanannya mengeluarkan cahaya biru yang terang, namun tak menghalangi pandangannya.


Wanita berjubah hitam itu terkejut, tak habis-habisnya memikirkan bagaimana hal itu bisa terjadi.


Beberapa saat kemudian, Ace merasakan adanya energi yang mengalir di kedua tangannya. Energi itu semakin terasa, mengalir deras hingga ke telapak tangannya, menembus kulit yang dipenuhi dengan luka goresan serta kotoran. Seketika kedua tangannya mengeluarkan api berwarna biru yang menyala-nyala, terlihat dengan gagahnya.


Tak lama kemudian, wanita itu kembali menyerang Ace. Menggunakan tangan kanannya yang berselimut haze yang panas. Betapa terkejutnya ia sebab ia mampu menghindari serangan wanita itu. Ia masih kebingungan dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya. Ia terus melihat api ditangannya yang mana semakin membesar....


Wuuusssshhhhhh ......


Gerak cepat wanita itu..... seketika menyerang Ace dari sisi kiri. Secara spontan Ace menangkis serangannya. Buuuuuuffffsshh.... pecahan energi haze yang begitu kuat, hingga Ace terdorong mundur beberapa langkah.


Yang mungkin saja dipikirkan semua orang untuk memberikan serangan balasan, tentu saja dipikirkannya. Ace melakukannya, menggunakan tangan kanan yang bermandikan api biru. Serangannya mengenai perut wanita itu. Apinya merebah hampir keseluruh tubuh wanita itu, hingga terpental cukup jauh.

__ADS_1


Wanita itu hanya terdiam membisu, menahan rasa sakit yang diterima, seraya bertanya-tanya apa yang menyebabkan pemuda lemah itu menjadi sekuat petarung sungguhan.


Ia bangkit lagi dan menyerang Ace dengan serangan yang sama beberapa kali. Ace terus berusaha menghindarinya.


Kemudian Ace kembali memberikan serangannya. Aneh nya, saat menyerang, wanita itu seketika berubah menjadi kabut hitam dan hilang begitu saja. Ace kebingungan. Ia menoleh ke segala arah namun tak menemukan wanita itu.


"Huhhhhh......... kemana dia pergi ?." ucap Ace dengan nada kelelahan.


Untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan, Ace berjalan mundur sambil mengawasi ke segala arah, dengan kedua tangan yang mengepal di hadapannya, bak petarung yang siap untuk menyerang kapan saja. Ia terus mundur perlahan, melihat setiap sudut tembok haze yang hitam pekat.


Langkah demi langkah, denyut jantung yang semakin mengencang, rasa takut yang semakin bertambah.........


Baakkk....


"Ahhh......" teriak Ace terkejut menabrak sebuah pohon.


Ia terus melihat ke segala arah, tapi tidak melihat wanita itu. Api di tangannya mulai mereda, namun ia masih bisa merasakan energi yang terus mengalir.


Diangkat kedua tangannya dihadapan. Menggerak-gerakkan jemarinya, seraya melihat ke setiap sisi tangannya. Apinya terus mereda hingga lenyap tak tersisa.

__ADS_1


To be continued......


__ADS_2