Blue Fire : The beginning of a true warrior

Blue Fire : The beginning of a true warrior
Eps 3 : The Glares.


__ADS_3


Pukul 19:23, mereka tiba di rumah. Ayahnya yang penuh kekhawatiran masuk kedalam rumah tanpa mengetuk, meletakkan perangkap yang dipegangnya, dan mengunci rapat-rapat pintu dan jendela. Sibuk kesana-kemari mencari peralatan untuk menambah keamanan rumahnya.


Pada saat itu, istrinya (Isabelle) sedang menyiapkan makan malam di dapur, terkejut mendengar bunyi bising pintu dan jendela yang ditutup dengan cepatnya, sambil menuju ke ruang keluarga, menghampiri suaminya yang tengah gelisah.


"Ha... Ada apa suamiku ?, mengapa kau terlihat cemas ?." ucap istrinya (Isabelle) sambil menghampiri suaminya (William).


William yang penuh kegundahan di hatinya, memegang kedua pundak Ace dan menyuruhnya duduk. Istrinya (Isabelle) yang masih penasaran terus bertanya-tanya apa yang sudah terjadi.


"Ace...., katakan dengan jujur,..... mengapa kamu pergi ke tempat itu ?." tanya William (sang ayah) dengan nada pelan.


"Aku..... juga tidak tau ayah, mengapa saya bisa berada di sana." ucap Ace perlahan.


"Apa yang membuatmu pergi ke tempat itu, sedang ayah memintamu agar tidak terlalu jauh dari ayah?." ucap ayahnya bertanya.


Kemudian Ace menceritakan bahwa saat ia sedang bermain di tepi danau, ia melihat ke sekelilingnya dan terkejut saat melihat sebuah bayangan anak kecil melambai-lambaikan tangan kepadanya. Namun setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi. Yang diingatnya hanyalah saat bertemu dengan ayahnya di gua.


Isabelle terus bertanya pada suaminya, apa yang sudah terjadi. Kemudian William menceritakan semuanya. Dengan ekspresi ketakutan, Isabelle memandang Ace, mengelus kepalanya, serta memeriksa apakah ada luka ditubuh anak kesayangannya itu. Setelah berbincang, terdengar bunyi air yang mendidih. Isabelle kembali ke dapur, dan datang kembali membawa santapan lezat yang sudah ia siapkan untuk makan malam.


"Hmmmm... baiklah..... lupakan semua yang sudah terjadi." ucap Isabelle yang berusaha memasang senyum di wajahnya, sambil meletakan hidangan di atas meja.


Mereka makan bersama, dengan penuh kebahagiaan. Sambil tersenyum satu sama lain, mengunyah setiap potongan makan yang sederhana.


Beberapa menit berlalu, Ace yang tengah menghabiskan makanannya melihat kedua orangtuanya sedang membicarakan sesuatu dengan berbisik. Ia menatap kedua orangtuanya.....


"Ayah. ..... Ibu ......!!! ." tegur Ace.

__ADS_1


"Hmmm.... iya." ucap kedua orang tuanya bergiliran, dengan senyum yang dibuat-buat.


"Kalian.... baik-baik saja ???." tanya Ace.


"Hmmmm.... ya.... tentu saja." jawab ayahnya.


Ace semakin mencurigai sesuatu. Ia pun melanjutkan santapannya.


Tak lama kemudian, Ace mengakhiri makannya, berdiri dari kursi dan berjalan menuju kamarnya.


"Hmmmm... ayah... ibu... aku sudah selesai. Saya lelah, ingin beristirahat." ucap Ace.


"Ohhh... sayangku,.....(mengelus kepala Ace), beristirahatlah. Mimpi indah sayangku..." ucap ibunya.


Setiap langkahnya menuju kamar, diperhatikan oleh ayah ibunya. Ketika sampai di pintu kamarnya, ia membuka secara perlahan dan menutupnya dengan segera. Mencoba untuk tidak menciptakan suara apapun, yang dipikirnya agar orangtuanya beranggapan bahwa ia sudah tertidur.


Ia memasang telinganya ke pintu, mencoba menguping pembicaraan orangtuanya yang terdengar samar-samar.


"Iya, saya khawatir akan terjadi hal yang buruk pada Ace." ucap Isabelle (ibunya) dengan penuh kecemasan.


Setelah mendengar ucapan ibunya tadi, ia berjalan mundur. Bertanya-tanya pada diri sendiri, sebenarnya ada apa dengan dirinya.


____>•


Di depan meja makan, William yang saat itu tengah memikirkan bayangan anak kecil yang diceritakan Ace, membuatnya ingat akan satu hal, bahwa pada saat Ace lahir ada bayangan hitam yang keluar dari tubuh Ace.


"Istriku, mungkinkah bayangan anak kecil yang dikatakan Ace adalah bayangan yang saat itu keluar dari tubuh Ace ?." tanya william.

__ADS_1


"Hmmm... entahlah. Saya tak bisa berhenti memikirkan Ace. Mengapa hal ini harus dialami olehnya." ucap Isabelle dengan penuh kesedihan.


William terus bertanya-tanya sebenarnya apa hubungan antara bayangan hitam itu dengan Ace.


______>•


Kemudian Ace berjalan menuju cermin dikamarnya, melihat dirinya serta terus bertanya-tanya, apa yang disembunyikan ayah dan ibunya tentang dirinya. Sambil menyentuh blindfold-nya, iya bertanya-tanya sebenarnya apa yang ada dibalik benda yang menutup matanya itu. Kemudian terpikir olehnya, untuk mencoba membuka blindfold itu. Perlahan ia menyentuh blindfold nya dari sisi bawah dekat hidungnya, mengangkat secara perlahan. Tiba-tiba....., kkkrruuuukkkk....... tanpa sengaja bahunya menyenggol rak kecil yang ada di dekat cermin hingga terjatuh.


________>•


"Suamiku, bagaimana jika Ace mengetahui yang sebenarnya ?, apakah kita harus menceritakan semua kepadanya ?." Lanjut Isabelle.


William yang saat itu terdiam memikirkan sesuatu, langsung berkata


"Tidak..... belum saatnya Ace mengetahui bahwa........." mengakhiri pembicaraannya karena mendengar suara keributan di kamar Ace.


Mereka berdua menoleh ke kamar Ace.


"Ace...!!! apakah kau sudah tidur ?." sapa ibunya sambil membuka pintu kamar Ace perlahan.


_______>•


Ace bergegas ke ranjangnya, menutup tubuhnya dengan selimut. Terdengar suara pintu yang terbuka perlahan, terlihat ibunya yang sedang memastikan bahwa Ace sudah tertidur. Setelah itu, ibunya mematikan lampu kamar dan menutup pintu. Berpikir bahwa Ace sudah tertidur, kemudian mereka berdua (ayah dan ibunya) melanjutkan perbincangan.


Beberapa saat kemudian, hujan deras disertai petir mengguyur seluruh wilayah kerajaan. Ace yang saat itu ada di atas ranjangnya, melepas selimutnya, melangkah ke jendela. Dilihatnya pepohonan yang diguyur tetesan air hujan yang begitu derasnya.


"Sebenarnya ada apa dengan diriku ini ?." ucap Ace sambil memandangi sebuah pohon.

__ADS_1


Tak lama kemudian petir menyambar di sebelah pohon itu sampai cahayanya menyakiti mata Ace. Saat mengusap matanya, terlihat samar bahwa di dekat pohon tersebut tiba-tiba muncul bayangan anak kecil yang Ace lihat saat di danau, memandangnya dengan tatapan yang tajam. Saat menyadari hal tersebut, Ace yang ketakutan berlari menuju ranjangnya dan menutup wajahnya, seraya melindungi pandangan dari bayangan tersebut, hingga ia tertidur.


to be continued.....


__ADS_2