Blue Fire : The beginning of a true warrior

Blue Fire : The beginning of a true warrior
Eps 13 : Nightmare #2


__ADS_3


Pukul 09:00......


Genaplah sehari Ace lalui dengan bermeditasi. Masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam beberapa hari kedepan.


Masih di alam bawah sadarnya. Belum ada hal aneh yang terjadi. Masih tetap dalam keadaan dan posisi yang sama, namun rasa sakit tenggorokan dan lainnya, sangat tidak bertoleransi terhadap Ace. Wangi bunga di hari ini, mengalami sedikit perubahan, tak seperti kemarin yang sangat wangi terasa.


Ace menoleh ke kiri-kanannya, berharap tidak akan terjadi hal buruk seperti kemarin. Tak lama kemudian, seekor burung dara berbulu putih hinggap di hadapannya. Burung itu memperhatikan Ace dengan seksama sambil membengkokkan kepalanya.


Ace kebingungan, apa yang dilakukan burung itu. Tak lama kemudian,....."Halo........" ucap burung dara itu dengan jelas. Melotot mata Ace dengan bibir moncongnya. Bagaimana bisa burung dara itu berbicara ?... Tanpa berpikir panjang, ace mencoba berkomunikasi dengannya.


Ciuut ciuuuut.... Pffhhh...pfhhhh.... segala bentuk sapaan diucapkan Ace, namun burung dara itu hanya mematuk-matuk tidak jelas. Ace juga mencoba bertanya, namun sama saja. Ya.... ini bukanlah dunia sihir dimana apa saja bisa terjadi seperti di dalam mimpi.


Berjam-jam berlalu, Ace hanya memperhatikan burung dara itu terbang kesana-kemari. Tak ada hal lain yang terjadi.


Pukul 19:45....


Ace mengalami kondisi yang janggal. Sakit di tenggorokannya lebih terasa dibanding kemarin. Hanya bisa menelan ludah, yang tak kunjung meredakan rasa sakitnya.


Sementara itu, di depan gerbang murgs, pria tua itu terus memperhatikan Ace. Dilihatnya, tubuh Ace gemetar entah kenapa. Ia menoleh kesana-kemari namun tak menemukan keanehan. Terpikir olehnya mungkin saja ini disebabkan rasa sakit tenggorokan serta rasa lapar yang mengganggu proses meditasinya.


Sesekali pria tua itu berusaha, menggapai pandangannya agar dapat melihat lantai gazebo. Terkejut bukan kepalang. Ia melihat lantai gazebo sudah mulai retak. Dalam hatinya hanya ada rasa khawatir.


"Ahh.... bagaimana !!!!.... Ace,.... bertahanlah ..." ucap pria tua itu dalam hati.


3 jam berlalu.....


Ace masih dalam kondisi yang sama. Masih memperhatikan burung dara tadi. Tak lama kemudian, burung itu terbang pergi, seketika burung darah itu pecah dan perlahan merubah dunia putih dan kosong itu, menjadi pekarangan sekolah.


Ace bertanya-tanya, mengapa ??? ada apa dengan sekolah ??. Tak lama kemudian, muncul dari hadapan, pria berjubah putih yang kemarin ia lihat. Bejalan menghampiri Ace...

__ADS_1


"Kau sanggup dengan ini semua ????..." tanya pria itu.


Ace masih saja tidak paham dengan perkataan pria itu. Kemudian, pria itu pergi meninggalkan Ace dan menghilang begitu saja.


Suasana sekolah yang sunyi, dengan kabut di sekitarnya, serta suhu udara yang berubah menjadi sedikit panas. Dilihat Ace dari kejauhan, mata-mata yang menyala-nyala, di sekelilinya. Mata itu semakin dekat, menembus kabut putih yang cukup lebat.


Ternyata, itu adalah teman-temannya dulu.


Mereka hanya menatap Ace dengan anehnya. Wajah mereka pucat, disertai bibir yang pecah-pecah. Rambut mereka acak-acakan dan berjalan seperti orang pincang. Semakin dekat, dan berhenti tepat dua langkah di hadapan Ace.


Ace hanya kebingungan, apa yang sebenarnya terjadi. Ia mencoba untuk memanggil temannya, tapi hal serupa terjadi seperti kemarin. Mereka hanya menatap Ace, sambil menegakkan dada dengan tangan yang mengepal.


"Hi..... kalian baik-baik saja ?.." tanya Ace.


"......... *Uh..... Sudah lama kita tidak bertemu..."


"....... Tolong, jangan menatap ku seperti itu....uh*..."


Tiba-tiba, terdengar dari seorang temannya di sisi kiri, hinaan yang dulu pernah Ace dengar. "Anak manja"......, seketika, yang lain juga melontarkan berbagai macam hinaan pada Ace. Semakin besar dan ramai sampai tak terdengar jelas apa yang sebenarnya mereka katakan.


Ingin menutup telinga, tapi tubuhnya kaku, tak dapat bergerak. Kepalanya merunduk seraya menahan kerasnya suara. Ace semakin terbawa suasana. Rasa sakit hati, malu, kesal, semuanya bercampur aduk dalam hatinya. Perasaan yang sangat mengganggu.


Tak lama kemudian, Ace meneriaki mereka. Namun tak dihiraukan. Malah suara hinaan semakin keras terdengar dan menggema di telinganya.


Hanya bisa menahan air mata, Ace semakin terbawa. Wangi bunga semakin berkurang, sedang rasa sakit tenggorokan tak kunjung hilang.


Pria tua yang saat itu sedang memperhatikan Ace dari pintu gerbang murgs, merasa khawatir, melihat tubuh Ace bergemetar kencang dan mengeluarkan asap. Ia mencoba melihat ke lantai gazebo, sudah terjadi retakan besar.


Semakin lama, retakan itu semakin terbuka dan mengeluarkan cahaya merah. Tiang dan atap gazebo mulai bergoyang.


Pria tua itu kembali mencoba melihat bunga snapdragon, namun masih tak ada tanda-tanda hal buruk.

__ADS_1


"Ace....... bertahanlah..... " ucap pria tua dalam hati.


"........ *kenapa tubuhnya bergemetar ???.... mimpi buruk apa yang sedang ia hadapi ????...."


"........ retakan sudah mulai terbuka. Tapi, tak ada tanda-tanda hal buruk akan terjadi ."


"........ suhu udara berubah dengan cepat, namun angin masih melayangkan kelopak bunga*."


Pukul 03:00...


Ace lalui waktu dengan hinaan yang sangat mengganggu. Dalam hati, ia berusaha mengontrol dirinya. "Tenanglah Ace....tenanglah...", kira-kira seperti itu ucapnya dalam hati. Dengan mengangkat dagunya, berusaha mengabaikan setiap hinaan, tanpa memperhatikan wajah teman-temannya itu.


Ia terus berusaha, alhasil satu persatu temannya menghilang begitu saja. Semakin Ace mengabaikannya, semakin banyak yang menghilang.


Habislah semua tak tersisa. Hanya ada bekas air mata yang melekat di pipinya. Sambil mengontrol emosi, menarik napas dalam-dalam.


Perlahan, suasana sekolah menyusut kembali menjadi burung dara tadi, dan terbang sampai tak terlihat oleh mata. Kembali lagi menjadi dunia putih dan kosong.


"Uhhh....uhhh......uhh...., kenapa ???...... ini semua terasa begitu berat !!!.." ucap Ace sambil mendesah kelelahan.


Ace bertanya-tanya dalam hati, apakah disetiap harinya akan bertambah penderitaannya. Mimpi yang rasanya begitu nyata, merasuk ke jiwanya. Di tambah lagi sakit tenggorokannya itu, yang sudah tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata. Wangi bunga juga sudah sangat berkurang.


Tak ada sedikitpun hal yang mampu menyemangatinya. Semakin dalam ia berlanjut di alam bawah sadarnya. Semakin sulit untuk mencari celah kemudahan.


Setelah kejadian tadi, kepalanya terasa pusing, namun tak berlangsung lama. Selain itu, ia merasa bahwa di dalam dunia putih nan kosong itu, seperti ada sesuatu yang menarik-narik jiwanya, entah dari sudut mana.


Di saat yang bersamaan, pria tua itu tak beranjak dari tempat ia berdiri. Hanya memperhatikan Ace untuk memastikan semua tetap aman.


Perlahan dilihat oleh pria tua itu, kondisi sekitar murgs kembali normal. Tiang dan atap gazebo yang tadinya bergerak, kembali seperti semula.


"Uh...... apa yang terjadi ???...., apakah ini ????.... Ace,!!! berhasilkah ia melalui mimpi buruk di hari kedua ini ???.." ucap pria tua dengan suara sedikit gemetar.

__ADS_1


Karena melihat kondisi yang perlahan kembali normal, pria tua itu memutuskan untuk kembali beristirahat.


To be continued.......


__ADS_2