Bos Arogan Suamiku

Bos Arogan Suamiku
Pertemuan yang menyebalkan


__ADS_3

"Reisya pak R-E-I-S-Y-A gak pakai nona" balas Reisya sewot. "Oh ya pak jangan bilang bang Indra ya kalau saya di sini dan bapak bertemu saya. Dan ini uang buat bapak ngopi" ucap Reisya sambil menyodorkan uang beberapa lembar seratus ribuan.


"Tidak usah non, terima kasih" tolak pak agus secara halus.


"Terima saja pak tidak apa apa. Lagian ini bukan uang saya dari papi. Ini murni uang saya dari kerja keras saya. Saya tidak ingin bapak menolak karena saya ikhlas dan tulus memberi buat bapak bakan karena bapak tahu saya ada di sini" jelas Reisya.


"Baiklah non saya ambil. Dan terima kasih non" balas pak agus masih dengan sungkan. "Non, ke sini naik apa. Mau bapak anterin non...??!!" tanya pak agus.


"Tidak usah pak. Terima kasih atas tawaran bapak, tapi saya bawa mobil sendiri koq pak. Ini mobil saya pak, hasil kerja keras saya sendiri" jawab Reisya ramah dan bangga dengan jerih payahnya sendiri.


"Masya Allah ini mobil non, bagus sekali non. Ternyata non sudah benar benar mandiri. Bapak jadi bangga sama non" puji pak agus yang merasa bangga akan keberhasilan Reisya.


"Alhamdulillah, terima kasih pak asat pujiannya. Ya udah kalau gitu Reisya pamit dula y pak. Assalamu'alaikum" pamit Reisya yang akan meninggalkan perusahaan Derren.


"Iya non. Hati hati non bawa mobilnya" pesan pak Agus pada sang nona majikan mudanya.


"Iya pak, duluan ya pak" ucap Reisya sambil melambaikan tangannya pada pak Agus.


Tanpa mereka ketahui ada sosok Indra yang memperhatikan dari jauh sambil tersenyum dan geleng geleng kepala atas tingkahnya pada sopir keluarga mereka.


Tak berselang lama mobil yang dikendarai Reisya pun menghilang dan sudah tak terlihat lagi. Reisya pergi menuju kantornya berada.


Sedangkan Indra yang memperhatikan tingkah adeknya dari tadi pun kaget karena kelakuan Derren yang tiba tiba mengagetkannya.


"Astaghfirullah. Bisa gak sich gak ngagetin orang" ketus Indra pada Derren. Sedangkan Derren sang tersangka hanya menampilkan cengirannya saja.


"Sorry bang, ada hal yang mau aku tanyain sama abang" jawab Derren pada Indra.


"Mau tanya apa lagi. Tanya mulu lo sama gue" cibir Indra pada Derren.


"Ha. . .ha. . .ha. . .abang mah bisa aja jawabnya. Itu lho bang tentang Reis Corp, siapa sich pemiliknya...???!!" tanya Indra penasaran. "Soalnya, aku ngajuin kerja sama sama mereka tapo susah banget. Udah gitu ingin membuat janji pertemuan sama CEO utamanya juga susah banget" terang Derren pada Indra.

__ADS_1


"Mending lo gak usah ketemu dech. Yang ada tar lo malaj jatuh cinta lagi sama CEO itu" ejek Indra.


"Hah. . .ya kali, kan aku sukane sama adek abang. Ngeluluhin hati Reisya aja belum bisa pakai naksir CEO Reis Corp, mimpi aku ketinggian bang...??!!"oceh Derren.


"Jangan salah kamu. Justru dengan kamu bisa menahlukkan hati CEO Reis Corp, kamu pasti bisa menahlukkan hati seorang Reisya Atmawijaya" jelas Indra.kemudian berlalu meninggalkan Derren yang masih bingung akan ucapan Indra.


Setelah tersadar dari pikiran rumitnya Derren berteriak pada Indra. "Bang maksudnya apa...???!" tanya Derren tapi hanya dibalas lambaian tangan oleh Indra.


Kemudian Indra pun meninggalkan perusahaan Derren dan pergi menuju perusahaannya.


* * *


Reisya yang menuju perusahaan miliknya pun telah sampai di perusahaannya dan disambut ramah oleh kepala penjaga keamanan di sana.


"Pagi bu, tumben ibu kesini" tanya kepala penjaga keamanan sekaligus pengawal Reisya.


"Iya pak, tadi sekalian keluar jadi saya mampir sekalian" jawab Reisya singkat. "Andre udah datang belum pak...??!!" tanya Reisya.


"Okey, terima kasih pak. Kalau gitu saya ke ruangan saya dulu" pamit Reisya pada kepala keamanan.


"Iya bu, silahkan. Kalai ibu butuh bantuan saya, ibu bisa langsung hubungi saya" jawab kepala keamanan.


"Siap pak. Assalamu'alaikum" pamit Reisya.


"Wa'alaikumsalam warrohmatullah" balas kepala keamanan.


Lalu Wanda pun menuju ke ruangannya berada. Tepat sebelum masuk ruangannya sang sekretaris memberitahu kalau akan ada pertemuan dengan CEO DK Corp nanti.


"Maaf ibu, saya cuman mau memberitahu kalau sebentar lagi akan ada pertemuan dengan CEO DK Corp jam 10 bu, tapi pak Andre belum datang. Dan beliau bilang akan sampai agak terlambat, bu" tutur sang sekretaris.


"Okey, coba nanti saya hubungi dulu ya pak Andrenya. Kalau memang beliau berhalangan hadir dan saya bisa menggantikan akan saya gantikan" terang Reisya. "Saya masuk dulu" sambung Reisya.

__ADS_1


"Baik bu, silahkan" jawab sekretaris Reisya yang bernama Santi.


Sesampainya di dalam ruangan Reisya mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya. Lalu menghubungi Andre hingga panggilan kedua baru diangkat oleh Andre.


"Halo. Assalamu'alaikum, Ndre. Kamu lagi dimana. Tadi sekertaris bilang kalau kamu bentar lagi ada pertemuan sama CEO DK Corp, tapi kok kamu belum sampai...???!!" tanya Reisya.


"Iya Rey, wa'alaikumsalam. Ini mobil aku bannya kempes di tengah jalan Rey. Minta tolong ya Rey, gantiin gue dulu. Bahan pembahasannya ada di meja kamu kok" pinta Andre pada Reisya.


"Okey. Ya udah aku pelajari dulu filenya ya Ndre. Assalamu'alaikum" putus Reisya pada Andre.


"Iya. Wa'alaikumsalam Rey" jawab Andre.


Kemudian Reisya pun mempelajari semuanya yang ada dalam file itu. Tepat pukul sepuluh sekretaris mengetuk pintu dan memberi tahukan kalau CEO DK Corp sudah sampai dan sudah menunggu di ruang pertemuan.


Reisya pun bersiap untuk menuju ke ruangan tersebut dan diikuti sang sekretaris yang membawakan filenya.


Sesampainya di ruangan Reisya mengucap salam. "Assalamu'alaikum" ucap Reisya.


Sedangkan Derren yang duduk menghadap jendela merasa familiar dengan suara yang mengucap salam barusan. Lalu sontak membalikkan badan dan menjawab salam dengan senyum lebar merekah dibibirnya.


Berbeda dengan Reisya yang masih menunduk dan belum menyadari kehadiran Derren di depannya. Sontak setelah mengangkat kepala dia pun kaget dengan adanya Derren di depannya.


"Wa'alaikumsalam sayang" jawab Derren sesuka hatinya.


"Kamu, koq kamu ada di sini ngapain...??!!" tanya Reisya penasaran.


"Kamu sendiri ngapain di sini...??!" tanya balik Derren pada Reisya.


"Ya Allah ya Robbi. Ini orang ditanya malah balik nanya" sewot Reisya. "Sinta pertemuan kali ini pak Andre ketemu sama siapa, tolong dicek segera" perintah Reisya yang sedang jengkel.


"Baik bu, di sini tertulis pertemuan dengan pak Derren Kusumajaya dari DK Crop" jelas Santi pada atasannya.

__ADS_1


"Okey, makasih San" ucap Reisya. "Dengan bapak Derren, kalau anda tidak bisa bersikap profesinonal lebih baik pertemuan ini kita batalin aja. Dan perusahaan anda akan saya tolak dari perusahaan saya" ancam Reisya.


__ADS_2