Bos Arogan Suamiku

Bos Arogan Suamiku
Kabur Dari Rumah


__ADS_3

"Tau ach. Gue gak mau ikut campur lo nikmati aja tuch ambeknya Reisya" jawab Indra sambil berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Derren.


Dan Derren pun mengikuti Indra masuk.


Saat sudah di dalam ruang tamu tiba tiba Sinta mama Derren menjewer kuping Derren karena kelakuan Derren yang membuat Reisya ngambek.


"Kamu tuch ya kenapa malah bikin calon mantu mama ngambek. Nanti kalau Reisya gak mau nikah sama kamu gimana. Kan bisa gagal mama punya mantu cantik pinter pokoknya paket komplit dech Reisya itu" oceh mama Sinta pada Derren.


"Ih mama ini kuping aku kok pake ditarik tarik segala sich, sakit tau gak sich ma. Tar kalau putus ini kuping masanginnya gimana mama sayang" jawab Derren sambil meringis kesakitan akibat jeweran mamah yang pedes.


"Lagian salah kamu juga kenapa bikin calon mantu mama ngambek" gerutu mama Sinta.


"Ma, lagian yang anak mama itu siapa sich...??! Kok malah belain Reisya. Baru juga calon mantu, kalau udah jadi mantu aku jadi anak tiri mama donk" sungut Derren.


"Lha kok bisa gitu...???!!" tanya serempak pada Derren terkecuali Reisya yang sudah di kamarnya. ( Yang dimaksud serempak ada papi mami Reisya, Indra, dan papa mama Derren )


"Iya lah mantunya yang disayang melebihi anak kandungnya tapi aku malah kayak anak tirinya dipilih kasih" jawab Derren mandramatisi keadaan.


"Minta maaf sekarang juga Derren" jawab mereka serempak pada Derren. ( udah kayak paduan suara ya kompak banget )


"Iya iya aku minta maaf tapi bang Indra, mau ya temenin aku. Please bang...!!!?" pinta Derren dengan wajah memelas.


Tapi beda reaksi dengan Indra yang melihat tampang Derren. "Idih ogah. Tadi kan udah abang bilangin abang gak mau ikut campur, apalagi sama ambeknya Reisya. Jadi sekarang kamu nikmatin sendiri aja" jawab Indra santai.


* * *


Sementara itu dikamar Reisya bersiap siap dan menyiapkan keperluannya untuk kabur dari rumah. Setelah dirasa semua keperluan selesai dia mengirim pesan pada pengawal sekaligus bodyguard untuk menjemputnya dengan mobil pribadinya sendiri. Baru setelah itu dia mengerjakan apa yang dimintai tolong sama kakaknya Indra. Setelah dirasa semuanya selesai Reisya pun mengirim pesan pada kakaknya kalau kerjaannya selesai.

__ADS_1


Lalu Reisya menyelinap keluar lewat jendela dan kabur dari rumah kemudian menghampiri pengawal yang telah dihubunginya tadi.


Setelah dirasa berhasil kabur Reisya menghubungi Wanda dan memberitahukan posisi keberadaannya sekarang.


* * *


Di kediaman Atmawijaya semua orang belum menyadari kepergian Reisya yang kabur dari rumah.


Derren yang diminta buat meminta maaf pada Reisya pun dengan perasaan yang dag dig dug yang tak menentu melangkah menuju ke kamar Reisya berada.


"Assalamu'alaikum Rey" panggil Derren sambil mengetuk pintu kamar Reisya. "Rey, Reisya aku mau bicara sama kamu. Bisa keluar sebentar Rey" panggil Derren berkali kali sambil mengetuk pintu yang tak kunjung dibuka.


Sampai saat Derren merasa aneh kerena tak ada jawaban dari dalam kamar.


Lalu Derren pun turun ke bawah dan bicara sama Indra yang masih dibawah. Sedangkan yang lainnya sudah berbincang di taman belakang rumah.


"Masak sich. Serius kamu enggak ada jawaban...??!" tanya Indra penasaran.


"Iya bang. Kalau abang gak percaya ayok dech kita cek bareng" ajak Derren.


"Ya udah ayok. Kita ke atas sekarang juga" jawab Indra dengan panik.


Setelahnya Indra dan Derren pun berlari menuju ke atas lantai dua tempat kamar Reisya berada. Kemudian mengetuk pintu kamar Reisya.


"Dek, kamu di dalam kan dek...??!!" seru Indra. "Dek, adek kamu kok gak jawab sich dek" panggil Indra masih dengan mengetuk ngetuk pintu kamar Reisya.


"Tuch kan bang gak ada orang di dalam. Apa kita dobrak aja ya bang pintunya" usul Derren.

__ADS_1


"Ya udah kamu aja yang dobrak" balas Indra.


Derren pun mendobrak pintu sampai akhirnya terbuka dan benar saja Reisya tidak ada di dalam kamar. Buru buru Indra menghubungi ponsel Reisya tapi tak juga diangkat. Indra terus menghubungi sampai akhirnya diangkat juga oleh Reisya.


"Halo, dek kamu di mana...??!" tanya Indra pada sang adek.


"Assalamu'alaikum bang. Salamnya jangan lupa abang. Sebelumnya Rey mnta maaf bang. Rey pergi dari rumah bang. Rey mau hidup mandiri dan gak selalu bergantung sama abang dan papi" jawab Reisya.


"Tapi sayang, gak harus kabur juga kan. Abang cemas lho dek, kamu hidup sendirian di luar sana. Terus nanti kalau papi nanyain gimana dek. Abang harus bilang apa...??!" tanya Indra yang tampak kebingungan.


"Bang jurstru karena Rey mau angkat telfon abang, Rey pengen abang jelasin dan kasih pengertian sama papi supaya papi gak khawatir dan cemas sama Reisya. Rey tau koq abang udah awasin Rey diem diem kan. Abang juga udah selidikin aktifitas Rey di luar juga kan. Jadi abang harusnya udah percaya donk sama Rey" jelas Rey panjang lebar.


"Tapi dek status kamu sekarang itu calon istri orang dek. Bagaimana caranya kamu dengan mudah kabur gitu aja sayang...!!?" seru Indra


"Bang itu juga salah satu alasan Rey pergi. Rey belum siap buat nikah. Rey ingin minta waktu buat nenangin diri dulu buat nerima semuanya bang. Rey janji kok nanti kalau hati Rey udah tertata rapi Rey bakal balik lagi buat pulang ke rumah" janji Rey pada Indra.


"Okey, tapi abang pingin kamu nanti luangin waktu buat abang kalau misal abang atau papi mau ketemu. Dan juga Derren ingin bicara sebentar sama kamu" jawab Indra yang melihat wajah Derren memelas ingin bicara dengan Reisya.


"Okey, Derren boleh bicara tapi HANYA sebentar aja" balas Reisya agak sewot.


Kemudian Indra pun memberikan handphonenya pada Derren.


"Halo Rey, aku mau minta maaf sama kamu. Kamu boleh nglakuin semua keinginan kamu di luar sana tapi setelah kita tunangan ya sayang. Please aku mohon sama kamu Rey" pinta Derren dengan wajah sendunya.


"Idiiihhh, siapa lo berani minta kayak gitu sama aku. Tadi aja ngledek ngledek aku puas banget sekarang mohon mohon gak jelas. Ogah dech. Salah sendiri bikin aku badmood" jengkel Reisya pada Derren.


"Okey, aku bakal kasih waktu kamu tapi nanti aku juga bakal ngomong sama papi atas permintaan aku ini. Karena aku sangat khawatir sama kamu diluar sana Rey" jelas Derren pada Reisya.

__ADS_1


"Okey. Tapi aku belum siap kalau harus menerima semua secara mendadak kayak gini" terang Reisya. "Ya udah q tutup dulu telfonnya. Assalamu'alaikum" sambung Reisya kemudian menutup telfonnya.


__ADS_2