Bos Arogan Suamiku

Bos Arogan Suamiku
Reisya Ngambek


__ADS_3

"Aku yakin kok Wan. Aku bosen kalau harus di rumah setiap hari. Kalau aku sering sering ke perusahaan, papi pasti tahu tentang semua yang aku sembunyiin. Apalagi bang Indra udah tau tapi dia tetep diem dan jaga semuanya" jujur Reisya pada Wanda.


"Hah. . .??! Serius kamu bang Indra udah tahu semua. Termasuk tentang perusahaan yang kamu bangun...??!" tanya Wanda yang kaget akan pernyataan Reisya barusan.


"Iya. Salah gue juga yang kurang ketat menjaga rahasia sampai bang Indra menemukan celah buat nyelidikin semuanya. Tapi sampai saat ini bang Indra masih diem aja dan cuman ngawasin kita dari jauh. Itu artinya bang Indra masih percaya sama semua yang aku lakuin" ucap Reisya panjang lebar.


"Ya Ampun Rey. Aku masih syok sama penjelasan kamu barusan Rey" cerocos Wanda.


"Masalah perusahaan kamu tenang aja. Kan masih ada Andre yang bisa bantu handle semua. Kita juga bisa mantau kan dari jauh. Lagian aku pengen kabur dari rumah besok" ucap Reisya.


"What kabur...???!! Kamu ngrencanain apa lagi sech Rey. Pakai kabur segala dari rumah" tanya Wanda penasaran.


"Kamu liat tnaman samping Rumah aku. Disana ada bang Indra ngawasin kita di sini" toleh Reisya yang mengetahui Indra disana sedang mengawasinya. "Tapi sepertinya dia tidak sendiri dan mungkin itu orang yang mau dijodohin sama aku" sambung Reisya.


"Hah dijodohin. Kamu gak lagi bercanda kan Rey. Sumpah, malam ini kamu bikin aku hampir serangan jantung Rey. Rasanya aku mau pingsan sekarang juga" kata Wanda yang masih setia dengan syoknya.


"Ngapain juga sich Wan aku bercanda nggak ada gunanya tahu nggak sich" jawab Reisya. Itulah sebabnya aku pingin kabur karena aku enggak bisa bantah atau nolak keinginan papi tentang perjodohan ini. Dan aku cuman bis menghindar dari perjodohan ini" sambung Wanda.


"Oh ya ada perusahaan yang mengajukan kerjasama dengan kita namanya DK Corp. Dan mereka ingin ketemu langsung sama pemilik perusahaannya. Apa kamu bisa atau kita wakilkan lg...??!" tanya Wanda.


"Kayaknya aku gak bisa dech Wan. Soalnya aku harus mulai persiapan buat besok. Dan aku harus nyusun rencana juga hubungi pengawal pribadi kita" ucap Wanda.


"Baiklah. Terserah kamu saja yang penting gimana baiknya saja buat kamu. Aku balik sekarang ya kalau kelamaan nanti bang Indra makin curiga sama kamu dan aku" kata Wanda khawatir.


"Terima kasih Wan, karena sudah mau bantu aku. Nanti bagaimana selanjutnya aku bakal hubungi kamu ke sambungan pribadi kita supaya bang Indra tidak tahu rencana kita nanti" jawab Reisya.

__ADS_1


"Sama sama Rey. Ya udah aku pamit dulu. Nantu kamu kabarin aku saja gimana baiknya. Assalamu'alaikum" pamit Wanda.


"Wa'alaikumsalam warrohmatullah. Hati hati Wan" balas Reisya.


Sesampainya Wanda meninggalkan Reisya Wanda pun masuk ke halaman rumah lalu saat ingin masuk ke dalam rumah dia di tegur oleh Indra kakaknya.


"Dek mau kemana...??!" tanya Indra. Udah belum tadi ketemu sama Wanda di depan. Sini donk gabung sama abang" sambung Indra.


"Eh abang. Kok abang masih di sini.belum masuk ya" basa basi Reisya karena masih ada Indra. "Abang ngapain sich masih disini...??!!" tanya Reisya.


"Abang di sini nungguin kamu sayang. Derren juga ada di sini" jawab Indra. "Ayo kita duduk disana sama sama. Oh ya dek, abang butuh bantuan kamu buat bikin keamanan perusahaan keluarga juga ngeretas keamanan perusahaan yang berbuat curang sama perusahaan kita" jelas Indra.


"Tumben banget abang minta bantuan aku. Biasanya juga pakain tim abang sendiri. Kalau abang minta bantuan aku nanti nama kode keamanan perusahaan pake nama kode aku bang, emang gak pa pa kalau pake nama kode aku. Kalau masalah ngeretas mereka gak akan bisa lacak siapa yang ngeretas" jelas Reisya.


"Enggak apa apalah sayang. Kan abang yang minta bantuan, jadi semua resiko udah abang perhitungkan juga donk..!!!?" jawab Indra.


Sementara itu Derren yang dari tadi menyimak pun ikut bicara karena penasaran.


"Emang bisa bang dia ngelakuin hal semacam itu...??!" tanya Derren pada Indra.


"Kamu yang tadi siang nabrak aku di mall kan...??!" tanya Reisya. "Kamu jangan ngremehin aku ya. Aku bahkan bisa ngejatuhin perusahaan kamu sekarang" sambung Reisya yang merasa jengkel dengan Derren.


"Udah udah kok malah jadi kalian yang debat sich. Kalian bentar lagi mau nikah lho masak malah jadi ribut" lerai Indra pada Reisya dan Derren. "Udah dek cepetan kerjain yang abang minta tadi" sambung Indra


"Tar aja bang. Aku lagi badmood gara gara nich orang. Boleh di tonjok gak sich bang. Gemes banget tahu gak pengen Reisya hajar biar diem" balas Reisya yang udah sebel dengan Derren.

__ADS_1


"Lha emang kamu bisa apa bela diri. Kamu kan cewek manja" ejek Derren yang sengaja menggoda pada Reisya.


Sedangkan Indra sangking terkejutnya dengan tingkah Reisya dan Derren sampai mlotot.


"Dek kok gitu sama calon suami. Enggak boleh gitu sayang. Yang sopan donk dek" kata Indra pada Reisya.


Lalu tatapannya beralih pada Indra.


"Eh lo nyari mati ngledek adek gue mulu. Tar kalau lo udah dihajar baru tau rasa lo. Dan gue gak mau nolongin lo" oceh Indra pada Derren.


Derren pun cuman nyengar nyengir sambil ngledek Reisya. Sampai akhirnya Reisya sebel dan langsung meninggalkan Derren juga Indra kakaknya. Tapi sebelum benar benar menghilang dari halaman rumah Reisya berteriak pada sang abang.


"Abang cepat kirim data file yang dibilang tadi. Kalau tidak dikirim sekarang Rey gak mau bantuin" teriak Reisya sampai kedua orang tuanya kaget Rey berteriak.


Lalu orang tua Reisya mendekat dan bertanya.


"Kamu kenapa sayang koq teriak begitu...???!" tanya mami Reisya.


"Ya ampun Derren. Suka banget nyari masalah. Mau apa dia gak jadi nikah sama Reisya" ucap papi Hendra.


"Pokoknya pi mi Rey gak mau nikah sama orang kayak gitu sebelum dia minta maaf sama aku" jawab Reisya pada orang tuanya. "Maaf om tante karena saya gak suka diejek seperti itu."lanjut Reisya pada kedua orang tua Derren.


Indra pun langsung menepuk jidatnya karena bila Reisya udah dalam mood ngambek pasti susah untuk dibujuk. Indra pun langsung marah sama Derren. "Ini tu gara gara lo tau gak awas aja lo kalau sampai Reisya susah dibujuk gue jamin bakal gagal kawin lo sama adek gue" dumel Indra pada Derren.


"Jangan gitu donk bang. Masak gagal kawin sich sama bidadari" ucap Derren yang masih dalam mood nyengir.

__ADS_1


"Tau ach. Gue gak mau ikut campur lo nikmati aja tuch ambeknya Reisya" jawab Indra sambil berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Derren.


Dan Derren pun mengikuti Indra masuk.


__ADS_2