
"Elah santai aja kali Rey, kayak sama siapa aja. Lagian aku juga baru duduk. Urusanku baru kelar juga kok" jawab Wanda. "Eh, bang Indra mana Rey...??? Gak kamu ajak kesini sekalian tadi..???!!" tanya Wanda.
"Gak. Abang tadi bilangnya mau langsung ke kantor, ada meeting soalnya. Kenapa emangnya..??? Tumben kamu tanya bang Indra" tanya Reisya penasaran
"Gak kok. Kangen aja lihat wajah ganteng abang kamu itu...!!!?" ucap Wanda.
"Ish, emang yang ganteng cman bang Indra doank. Kan masih banyak cow ganteng lainnya di sini yang lebih ganteng dari bang Indra" ketus Reisya jengah pada sahabatnya sambil memutar bola matanya malas. "Wanda, aku mau cerita nich. Aku pengen nyari kerja kamu ada info lowongan kerja gak. Tapi jangan yang di perusahaan bokap ku ya".
"Lha kenapa koq kamu gak mau kerja di perusahaan orang tua sendiri...??! Kan enal gak ush susah susah ngelamar kerja" ucap Wanda.
"Gak lah Wan, aku pengen nyari pengalaman kerja ditempat lain. Aku juga mau hidup mandiri tanpa ngerepotin orang tua terus yang paling penting aku gak mau dipandang sebagai anak papi kalau kerja di perusahaan papi. Karena aku ingin diperlakuin layaknya sebagai karyawan normal biasa" sahut Reisya.
"Kebetulan nich. Di kantor tempat aku kerja ada lowongan pekerjaan tapi cuman sebagai staf marketing biasa. Emang kamu mau...??! Kalau mau besok datang langsung aja buat naruh lamaran kerja. Nanti aku bilangin ke kakak sepupuku yang bagian HRD" ucap Wanda.
"Okey. Besok aku kesana buat naruh lamaran pekerjaan di kantor tempat kamu kerja. Makasih ya Wan...!!!?" balas Reisya.
"Sama sama. Santai aja sich, kayak sama siapa aja kamu tuch sama aku. Oh ya, kamu gak pesen makan ato minum gitu..??!! Aku tadi udah sarapan soalnya jadi gak pesen makan cuman minum aja" sahut Wanda.
"Gak dech Wan, soalnya tadi aku udah sarapan dirumah. Nie aja masih kenyang banget akunya tuch" jawab Reisya sambil memegang perutnya.
"Wanda, jalan yuk bosen nich aku. Pumpung sekalian kamu libur. Kemana gitu ke mall atau nonton juga boleh banget" ajak Reisya.
"Ayok. Aku juga bosen banget. Sekalian refreshing nich. Lama juga gak pergi buat jalan jalan. Pumpung ada kamu juga yang nemenin" balas Wanda.
"Iya, tapi bentar dulu aku mau bilang sama bang Indra dulu. Siapa tau bang Indra mau ikut kan mayan tar ada yang bayarin kita, iya gak..!!" seru Reisya sambil menaik turunkan alisnya.
Tak lama pun Reisya mengirimi kakaknya pesan.
*Reisya send
^abang ganteng aku mau izin jalan ke mall sama Wanda, abang ikut gak...???!!
Tak lama pun pesan terkirim dan langsung centang dua warna biru dan langsung dibalas oleh Indra
*Indra send
__ADS_1
^Iya abang ikut. Bentar lagi abang selesai meeting. Kamu langsung ke mall aja nanti kita ketemuan langsung di mall. Kamu sama Wanda kan dek...??!!
*Reisya send
^Iya bang aku sama Wanda. Ya udah sampai ketemu di mall ya bang. Abang hati hati yah.
Akhirnya Reisya dan Wanda pun pergi ke mall menggunakan mobil Wanda. Setelah memarkirkan mobil mereka berjalan sambil mengobrol, tapi tanpa diduga Reisya bertabrakan dengan seorang cowok tampan arogan yang angkuh dan dingin.
"Punya mata gak lo kalau jalan. Mata tu buat ngeliat biar gak nabrak" ketus Derren Kusumawijaya sambil menatap dengan tajam pada Reisya.
\>"*Ya ampun nich cew cantik banget. Klepek klepek hati mas neng sampai meleleh kayak keju" batin Derren saat melihat Reisya*.
"Kamu tuch yang harus jalan liat pake mata. jangan jalan tapi malah liat handphone. Siti yang nabrak koq saya yang dimarahin. Kamu sehat...???!!" sembur Reisya.
"Eh yang nabrak tu lo bukan gue. Dasar gadis aneh" ketus Derren sambil berlalu meninggalkan Reisya yang dalam keadaan dongkol sambil tersenyum sendiri.
"Hey kamu tuch yang aneh. Dasar cowok nyebelin. Dia yang nabrak aku pula yang kena marahnya. Awas ya kalau ketemu lagi" sahut Reisya
"Udah dech Rey, biarin aja gak ush diladenin. Mending kita langsung masuk aja ke mall" ucap Wanda.
"Ya udah ayok Wan" seru Reisya.
"Dek tunggu" ucap Indra sambil berjalan menuju Reisya dan Wanda. "Lho dek kamu kenapa sayang koq malah cemberut gitu sich" tanya Indra pada sang adek.
"Itu tuch bang tadi ada cowok yang nabrak Reisya tapi malah Reisya yang diomelin. Padahal yang nabrak cowok itu karena dia jlan sambil main handphone" terang Wanda pada Indra, sedangkan Reisya masih dalam mode ngambeknya.
"Ya udah biarin aja yang penting kalian berdua gak pa pa kan. Apalagi kamu dek, kamu gak pa" kan sayang...??!" tanya Indra sambil mengusap lembut pipi sang adek.
Reisya pun hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya dan masih dalam mode on ngambek juga cemberut.
"Ayok kalian mau belanja, nonton atau makan biar kakak yang bayarin. Yang penting kalian senang terutama kamu, sayang abang...!!??" ucap Indra menghibur adek tersayangnya.
Selama di mall mereka bertiga menikmati waktu mereka terutama Reisya dan Wanda.
Yang mereka lakukan menonton makan dan shopping salah satu kegiatan favorit kedua wanita itu. Tapi walaupun Reisya anak orang kaya dia bukan tipe gadis yang suka shopping sampai gila gilaan. Dia masih suka belanja dalam batas normal.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu berganti sore. Mereka pun pulang dan berpisah. Reisya pulang dengan sang kakak, sedangkan Wanda pulang sendiri karena Wanda mengendarai mobil sendiri.
* * *
Sesampainya di rumah Reisya melihat ada sebuah mobil asing di pekarangan rumahnya.
"Abang ada koq ada mobil asing...??! Ada tamu ya...??!" cerocos Reisya.
"Iya. Mungkin tamu istimewa papi dan mami sudah sampai" jawab Indra.
"Tamu istimewa..??! Tamu istimewa siapa sich bang koq Reisya gak tau..??!" tanya Reisya penasaran.
"Calon mertua kamu. Hahahaha...." jawab Indra sambil keluar mobil dan berjalan menuju puntu rumah meninggalkan Reisya yang masih di dalam mobil sambil tertawa terbahak bahak.
"Calon mertua...???!!" cicit Reisya dalam bingungnya. Saat Reisya masih bingung di dalam mobil, tak lama kemudian Reisya berteriak lalu keluar mobil mengejar Indra.
"Ish abang gak lucu tau".
"Hahahahaha..." tawa Indra karena bisa membuat Reisya kesal.
Reisya dan Indra pun masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum" ucap Indra dan Reisya saat mau masuk dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam warohmatullah" jawab mami dan papi Reisya bersamaan.
"Wa'alaikumsalam warohmatullah" jawab kedua tamu papi Reisya yang ternyata sepasang suami istri paruh baya seusia papi dan mami Reisya.
Tak lupa Reisya menyalami kedua orang tuanya dan mencium tangan mereka secara takzim.
"Sudah pulang to, kalian berdua" seru papi Reisya. "Kenalin sayang mereka ini sahabat papi. Om Hendra dan tante Sinta" ucap papi Reisya.
"Reisya om, tante" ucap Reisya kemudian menyalami mereka seperti saat menyalami kedua orang tuanya.
"Oh, jadi ini calon mantu ku jeng...??!!" tanya Sinta pada Yulia mami Reisya. "Duch, kamu cantik banget sayang. Jadi pengen cepet bawa pulang.
__ADS_1
"Sayang mereka ini calon mertua kamu" kata papi Reisya.
Reisya pun hanya bengong dan terdiam tanpa kata.