Bos Arogan Suamiku

Bos Arogan Suamiku
Melamar kerja


__ADS_3

"Okey. Tapi aku belum siap kalau harus menerima semua secara mendadak kayak gini" terang Reisya. "Ya udah q tutup dulu telfonnya. Assalamu'alaikum" sambung Reisya kemudian menutup telfonnya.


Derren pun terlihat frustasi karena Reisya yang ngambek dan belum siap akan perjodohannya. Sementara dia sudah sangat bucin akut pada Reisya sejak pandangan pertama bertemu.


"Bang aku bisa gila kalau gak ketemu sama Reisya bang. Aku sudah sangat sangat menaruh hati padanya. Aku harus gimana bang...??!" tanya Derren frustasi.


"Ya kamu harus nyari Reisya donk terus kamu juga harus yakinin Reisya supaya dia tahu kalau kamu udah tulus sayang sama Reisya sejak pertama berjumpa" jelas Indra panjang lebar. "Sekalian kamu buktiin ke Reisya supaya dia makin percaya sama kamu" sambung Indra lagi.


"Baik bang aku bakalan buktiin dan yakinin Reisya tentang perasaan aku sama dia. Tapi apa kita tidak bilang sama papi dan mami bang...??!" tanya Derren khawatir.


"Iya kita bakal jelasin sekarang. Kita juga harus kasih pengertian buat mereka" jelas Derren.


Akhirnya dengan segala keberanian dan kekuatan yang dikumpulkan, mereka berdua menghampiri para orang tua yang berkumpul di taman belakang.Derren dan Indra dengan wajah bingungnya pun mencoba untuk menjelaskan para orang tua.


"Maaf semuanya telah mengganggu waktunya. Pi, mi, om dan tante Indra mau bilang kalau Reisya kabur dari rumah" jelas Indra sambil menunduk


"Heh jangan mengadi ngadi Ndra, kalau ngomong papi gak suka bercanda" ucap Darmaji dengan tegas. Sedangkan yang lainnya pu menampilkan wajah yang agak terkejut.


"Pi, Indra gak bercanda pi. Indra serius pi Indra gak lagi bercanda. Kalau papi gak percaya papi bisa kok ngecek ke kamar Reisya sendiri. Lagian tadi juga Derren sempet dobrak pintu kamar Reisya, pi" terang Indra.


"Tapi gimana bisa Reisya kabur dengan begitu mudahnya lewat penjagaan yang ketat dirumah kita Ndra, itu gak masuk akal" pikir sang papi.


"Pi, papi itu belum tau dan belum kenal betul siapa adek, pi. Dibalik sikap anggun dan lemah lembut adek, dia itu gadis yang tangguh dan mandiri, pi. Bahkan adek punya perusahaan yang besar dan sukses tanpa sepengetahuan semua orang, pi" jelas Indra yang membuat semuanya melongo dan terkejut.

__ADS_1


"Bang, serius kamu sama ucapan tadi...??!" tanya mami Reisya yang tak tau semuanya


"Serius mi, abang bisa bicara seperti ini karena abang yang mengawasi Reisya, walau secara diam diam. Itupun awalnya Reisya yang lengah karena tidak menaruh curiga abang bakal ngawasi dia. Tapi setelah abang ketahuan, kartu mati abang yang dipegang Reisya. Dan tadi Reisya juga membantu abang buat mengatasi masalah dan membantu perusahaan kita pi" jelas Indra panjang lebar.


"Jadi yang mengubah keamanan perusahaan dan memperkuat keamanan tadi itu ulah Reisya...??!! Juga yang menekan saham perusahaan pesaing terberat kita yang curang, itu juga ulah Reisya...??!!" tanya Darmaji agak sedikit terkejut.


"Iya pi. Semua ulah anak cantik papi. Dan sekarang dia yang minta Indra buat jelasin semua ke papi supaya papi tidak khawatir" jawab Indra.


"Indra, kayaknya kamu harus jelasin semuanya dech nanti sama mami dan papi" ucap Yulia sang mami.


"Maaf mi, Indra tidak berhak buat crita sepenuhnya. Lebih nanti biar Reisya sendiri aja yang cerita secara langsung sama papi dan mami" terang Indra.


* * *


Sedangkan di tempat lain Reisya yang baru sampai di masion pribadi miliknya pun segera masuk ke dalam kamarnya dan mempersiapkan perlengkapannya untuk melamar pekerjaan besok di tempat Wanda sekretarisnya bekerja.


Keesokan harinya jam 4 pagi Reisya udah terbangun dan olah raga sebentar. Setelah itu dia menyiapkan sarapannya sendiri walaupun ada asisten rumah tangga di masionnya tapi hanya memintanya untuk menyiapkan sarapan dan makanan untuk semua pekerja lainnya.


Setelah olahraga Reisya membuat sandwich untuk dibawa nanti ke kantornya. Setelah selesai Reisya ke kamar untuk membersihkan diri dan bersiap ke kantor untuk melamar pekerjaan lalu setelah itu baru ke kantornya untuk singgah sebentar.


Dirasa sudah siap buat berangkat Reisya segera turun ke bawah buat sarapan. Tapi sebelum sarapan dia membuat susu hangat dan roti selai untuk sarapan. Lalu menikmatinya dengan hikmat.


Selesai semua dan siap dia menghubungi Wanda dulu sebentar.

__ADS_1


"Halo. Assalamu'alaikum Wan. Udah berangkat belum...??!!" tanya Reisya.


"Wa'alaikumsalam Rey. Ini mau berangkat. Gimana kamu udah siap belum...??!" balas Wanda.


"Udah sich, ini mau berangkat. Aku bingung mau berangkat bareng sopir apa bareng kamu, secara kan aku belum tau alamat kantornya. Tapi pengen bawa mobil aku sendiri yang ada di masion, udah lama juga gak aku pakai sekalian nanti aku mau mampir kantor bentar Wan, buat cek semua nanti" jelas Reisya panjang lebar.


"Gini aja dech. Aku ke rumah kamu nanti kita bareng tapi bawa mobil kamu, biar mobil aku tinggal di masion aja nanti. Terus nanti kalau aku pulang kamu jemput ya. Ha. . .ha. . .ha...!!!?" tawa Wanda menggelegar.


"Okey. Tapi nanti kamu nginep sini ya temenin aku. Enggak usah tidur apartemen lagi pokoknya" pinta Reisya. "Tapi nanti kamu ikut ngantor gak. Sekalian kan kita udah lama gak kumpul bareng Andre juga" sambung Reisya.


"Okey. Ya udah aku mau otw sekarang. Assalamu'alaikum" balas Wanda.


"Wa'alaikumsalam warrohmatullah" jawab Reisya.


Setelah telfon tertutup Reisya segera memakan roti selainya dan meminum habis susunya. Lalu meminta asisten rumah tangga buat membersihkan kamar yang biasa Wanda pakai kalau menginap di masion.


Tak berselang lama Wanda sampai dan Reisya pun segera mengeluarkan mobilnya yang sudah dipanasi oleh supir kemudian berangkat bersama setelah Wanda memarkirkan mobil di garasi masion. Lalu berangkat ke tempat kerja Wanda.


Sesampainya di tempat kerja Wanda, Reisya merasa tidak percaya diri karen mobil yang dipakainya terlalu mencolok.


"Wan, aku kok jadi minder gini ya. Kayaknya semua orang liatin kita dech pakai mobil ini" jelas Reisya yang marasa jadi pusat perhatian.


"Makanya jadi orang jangan kaya kaya banget. Gini kan jadinya...!!!?? Lagian lo beli mobil kebagusan sich pada ngira kamu istri bos kan" ceplos Wanda asal. ( padahal yang diucapin Wanda emang bener )

__ADS_1


"Asal aja kamu kalau ngomong. Gini gini aku bos kamu ya. Ha. . .ha. . .ha...!!!?" songong Reisya.


"Iya, bos rasa saudara. Ha. . .ha. . .ha...!!!?" balas Wanda. Udah yuk masuk, paling juga tar dikira mobil punya gue" ucap Wanda dengan PDnya.


__ADS_2