
"Hah, jadi dia yang bilang ingin tahu CEO Reis Corp...??!" tanya Wanda yang sedari tadi sibuk makan tapi fokus dengerin. "Dia juga kan Rey, yang waktu malam kamu mau kabur di rumah kamu...??! Ya ampun gak sadar aku" ucap Wanda mendramatis suasan.
Sedangkan Reisya yang melotot dan Andre tampak kaget karena ucapan Wanda yang begitu nyaring lalu menimpuknya pakai tissu bekas pakainya.
"Gila kamu ya...???! Nyaring banget suaranya. Berasa pakai toak masjid tahu gak sangking kencengnya suara kamu. Sampai pengeng kuping aku" semprot Andre pada Wanda.
"Tau nich. Tuch liat sampai diliatin banyak karyawan gara gara suara kamu yang nyaring banget ganggu mereka makan" jujur Reisya.
"Andre jorok banget sich kamu. Lempar tissu bekas ingus kamu.tar kalau aku kena bakteri gimana" cerocos Wanda.
Wanda yang mendengar ucapan Reisya pun langsung memperhatikan sekitar dan nyengir.
"Maaf ya semua kalau suara saya ganggu" tutur Wanda yang merasa tidak enak dan tidak nyaman dengan situasinya karena di perhatikan semua orang yang ada di kantin.
Setelahnya mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka.
"Bentar dech Rey. Kamu tadi bilang kan kalau dia itu CEO DK Corp...??!!" tanya Wanda memastikan apa yang di dengarnya tadi.
"Iya. Kalau gak salah dia juga pendirinya di bawah naungan om Hendra Kusumajaya, ayahnya. Juga bimbingan papi dan bang Indra" jelas Reisya.
Wanda yang mendengarnya malah bertepuk tangan rusuh. Sedangkan Andre, dia malah geleng geleng kepala. Semua itu karena mendengar ucapan Reisya.
"Gila gila gila. Dua pengusaha paling sukses di negara ini bersatu untuk menjodohkan anak anak mereka yang mana pendiri dan pemilik perusahaan yang sukses juga. Udah gitu pengusaha muda lagi. Luar biasa, gak bisa berkata kata aku" seru Reisya
Andre pun yang mendengarnya malah ikut mengangguk membenarkan ucapan Wanda.
"Kalian itu ngomongnya kok malah ngaco kemana mana sich. Yang dibahas apa jawabnya malah apa. Udah dech mending sekarang kita lanjutin makannya. Soalnya setelah ini aku mau ngecek berkas lagi" ujar Reisya.
"Tunggu dech Rey, tadi aku mau ngomong sesuatu tapi aku lupa. Ya udah ayo kita lanjut lagi makannya" ucap Wanda.
Sementara Andre hanya manggut manggut.
__ADS_1
"Tadi Derren tanya soal kelanjutan kerja samanya sama kita, tapi aku jawab semua keputusan ada di tangan kamu" kata Andre.
"Okey. Makasih ya Ndre, nanti aku tinjau lagi semuanya" jawab Reisya.
"Sama sama cantik" jawab Andre tersenyum manis.
Mereka pun langsung melanjutkan makan siangnya dan Reisya pun akhirnya memakan roti sandwich yang tadi dibuatnya. Wanda dan Andre yang sudah makan pun ikut mencomot roti sandwich buatan Reisya.
Setelah selesai mereka pun pergi ke ruangannya dan langsung mengerjakan tugas masing masing. Diselingi dengan ocehan Wanda dan Andre yang memang sulit buat akur. Juga dengan guyonan, Reisya pun ikut menanggapinya juga. Tak lama mereka pun menyelesaikan tugasnya.
Karena sudah terlalu lelah Reisya pun mengajak untuk pulang. Wanda dan Andre pun menyetujuinya. Mereka pun akhirnya keluar menuju parkiran dan bercanda sepanjang jalan parkiran.
Sampai akhirnya tiba di parkiran kantor mereka pun berpisah. Wanda menginap di masion milik Reisya selama Reisya tinggal di sana. Reisya dan Wanda pun kembali ke masion.
Sesampainya di sana mereka memutuskan untuk bersih bersih dan setelahnya istirahat. Tapi sebelum istirahat Reisya sudah berpesan pada Wanda misalnya ingin makan sesuatu atau butuh sesuatu tinggal bilang sama maid.
Sebelum istirahat, Reisya memutuskan untuk menghubungi papinya untuk sekedar tahu kabar orang tuanya. Setelah selesai menghubungi keluarganya Reisya pun memutuskan untuk istirahat.
Keesokan harinya Reisya bangun langsung menyiapkan sarapan untuk Wanda dan sandwich untuk bekalnya nanti. Karena dia malas untuk sarapan jadi pagi ini Reisya cuman meminum susu hangat saja. Dia pun tidak lupa untuk menyiapkan untuk Wanda.
Setelah selesai dia bersiap untuk ke kantor. Tapi sebelumnya dia bersiap, Reisya mengetuk pintu kamar Wanda dan memintanya untuk sarapan karena dia nanti gak sarapan jadi Reisya mengingatkan Wanda terlebih dahulu.
Dirasa siap Reisya menemui Wanda yang sudah sarapan di ruang makan dan meminum susu hangatnya.
"Pagi Wanda sayang" sapa Reisya
"Pagi bestie. Gimana udah siap buat hari pertama masuk kerjanya di kantor baru...??!!" tanya Wanda.
"Udah donk" ucap Reisya antusias. "Kamu udah sarapan belum. Aku gak sarapan ya Wan, soalnya aku lagi males tapi aku bawa bekal kok buat sarapan nanti kalau laper" sambung Reisya.
"Ini aku juga selesai sarapan. Ya udah berangkat sekarang yuk biar gak kena macet. Soalnya nanti kita ada meeting sama bos besar" jelas Wanda.
__ADS_1
Selesai sarapan Reisya pun bersiap mengambil tasnya dan kunci mobil di kamarnya. Tak lupa membawa bekalnya yang udah di siapkan tadi.
Setelahnya dia pun langsung masuk mobil bersama Wanda kemudian memacu mobilnya membelah jalanan menuju kantornya.
Tak berselang lama mereka udah sampai di kantor tempat baru Reisya bekerja.
"Nanti jangan lupa ya kita rapat sama bos besar. Setelah dari ruangan mengambil berkas aku akan jemput kamu ke ruangan. Kita ke ruang meeting bareng" ucap Wanda sebelum keluar dari mobil.
"Okey bestie. Aku tunggu nanti di ruangan aku" sahut Reisya.
Wanda pun akan keluar dari mobil dan menuju ruangannya tapi sebelum keluar dia menyempatkan untuk cipika cipiki dulu sama Reisya seperti yang biasa mereka lakukan.
Reisya pun juga keluar mobil dan menuju ruangannya. Sepanjang perjalanan menuju ruangannya banyak yang mengagumi kecantikannya. Sampai akhirnya dia tiba di ruangannya dia menyiapkan berkas yang perlu dibawanya ke ruang meeting.
Tak lama pun Wanda sudah sampai di ruangannya dan mengajaknya ke ruang meeting.
Sesampainya di ruang meeting Reisya pun menempati ruangannya. Lalu bos besar masuk ruangan dan semua memberi hormat.
Reisya tak melihat ke arah depan, sementara Derren yang melihat Reisya dia menyunggingkan senyum smirknya.
"Bidadari syurga ku masuk kandang singa" ucap Derren dalam hati.
Reisya yang merasakan tidak enak pada perasaannya pun akhirnya melihat ke depan ruang meeting dan dia begitu syok melihat Derren disana yang sedang menatapnya dan mengedipkan sebelah matanya.
"Ya Allah, kayaknya aku salah masuk petusahaan dech. Malah masuk perangkap lagi" batin Reisya.
Reisya pun menundukkan kepala sampai akhirnya Derren bersuara untuk manager marketing memperkenalkan diri.
"Baiklah selamat bergabung untuk kepala marketing yang baru. Silahkan ke depan dan perkenalkan diri anda" ucap Derren dengan suara tegasnya.
Reisya pun menunduk hormat dan melangkah ke depan ruang meeting.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum. Perkenalkan nama saya Reisya Atmawijaya, saya di sini bekerja sebagai kepala marketing yang baru. Mohon kerja samanya dari seluruh rekan semuanya" terang Reisya.