
"Oh, jadi ini calon mantu ku jeng...??!!" tanya Sinta pada Yulia mami Reisya. "Duch, kamu cantik banget sayang. Jadi pengen cepet bawa pulang.
"Sayang mereka ini calon mertua kamu" kata papi Reisya.
Reisya pun hanya bengong dan terdiam tanpa kata.
"Pi, papi enggak bercandakan..??! Enggak lucu tau pi, bercandanya" gerutu Reisya.
"Papi serius Rey. Papi enggak lagi bercanda sayang. Sebenarnya papi sudah lama jodohin kamu dengan Derren. Waktu masih dalam kandungan malah, sudah kami jodohkan. Dan kamu sayang enggak bisa nolak, karena papi yakin Derren jodoh terbaik buat kamu dan papi juga sudah kenal baik dengan Derren juga kedua orang tua mereka yang merupakan sahabat terbaik papi dan mami" kata papi Reisya panjang lebar tanpa terbantahkan.
Reisya pun kehabisan kata kata untuk membantah sang papi.
"Pi, Mi. Om, tante. Reisya pamit mau ke kamar dulu ya soalnya Reisya baru pulang mau bersih" dulu. Permisi om, tante. Pi, Mi. Reisya ke atas dulu ya. Assalamu'alaikum" pamit Reisya lalu mencium takzim tangan kedua orang tuanya juga kedua sahabat orang tuanya.
* * *
Sesampainya dikamar Reisya gelisah dan bingung bagaimana dia menolak perjodohan yang sudah kedua orang tuanya rencanakan. Reisya masih ingin bekerja dan hidup mandiri saja belum kesampaian, eh ini malah ada rencana perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya.
Di dalam kamar Reisya mondar mandir tidak jelas dan tak karuan perasaannya.
* * *
Sedangkan di ruang tamu keempat orang tua paruh baya itu asyik mengobrol.
"Oh ya anak kalian tidak ikut kesini..??!" tanya Darmaji kepada kedua sahabatnya.
"Paling bentar lagi juga sampai sini kok. Tadi dia bilang mau nyusul jadi kita duluan pergi ke sini. Katanya tadi ada urusan sebentar" kata Hendra ayah Derren.
Tak berselang lama yang dibicarakan pun muncul. Siapa lagi kalau bukan Derren Kusumajaya. Seorang ceo tampan yang sok ganteng dan kecakepan tingkat akut.
"Assalamu'alaikum. Ma, pa, om, tante maaf saya datangnya terlambat. Tadi sempat ada urusan bentar. Jadi saya tidak bisa datang sama mama dan papa" kata Derren sambil menyalami kedua orang tuanya dan calon mertuanya. ( Cie elah calon mertua... 😂😂😂 )
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam warohmatullah...!!???" jawab serempak Darmaji, Yulia, Hendra dan Sinta yang ada diruang tamu dan menoleh ke arah Derren yang baru datang.
"It's okey Derren nggak apa apa. Om sama tante ngerti koq. Secara kamu orang sibuk ya kan...!!? Seorang ceo yang waauuu war biasah..!!?" goda Darmaji papi Reisya.
"Om bisa saja. Saja tidak ada apa apanya dibanding dengan om dan bang Indra pengusaha yang jauh lebih hebat dan sukses dibanding saya yang baru belajar" puji Derren pada calon mertua dan kakak iparnya.
"Ah kamu ini bisa saja muji om" sela Darmaji. "Oh ya Reisya dan Indra juga baru saja pulang tadi. Mungkin mereka lagi bersih bersih sekarang" ucap Darmaji kepada Derren calon sang menantu.
"Lha memang tadi Reisya dan bang Indra dari mana om...??!!" tanya Derren
Aduch jiwa jiwa kepo sekaligus posesive udah mulai nich bestiiee...
"Kalau Reisya tadi katanya sich ketemu sama sahabatnya waktu kuliah di kampus tempat kuliahnya dulu. Setelah itu om enggak tau, tapi kamu tenang saja karena itu semua pasti dalam pengawasan Indra kok" jawab Darmaji.
"Gimana kerjaan kamu tadi Ren...??!" tanya Hendra papa Derren.
"Alhamdulillah lancar pa. Semuanya sudah saya selesaikan kok pa" jawab Derren dengan penuh keyakinan.
"Kalau begitu saya permisi ke dapur dulu ya. Sekalian mau manggil Indra dan Reisya supaya ikut ke bawah bergabung sama kita di sini" kata Yulia mami Reisya.
" Aku ikut ya jeng daripada di sini jadi nyamuk yang cuman denger bahas bisnis saja kan enggak lucu jeng" sambung Sinta mami Derren.
"Ya udah ayok jeng kita ke dapur dulu ya" kata Yulia.
Sesampainya didapur mereka bertemu indra yang sedang mengambil minum.
"Bang adek kamu mana...???!!" tanya Yulia pada Indra. "Panggil gih bang suruh ikut ke bawah. Ada Derren juga di ruang tamu. Kamu juga bang sana ikut gabung ya bang" sambung Yulia pada Indra.
"Lho ada Derren mi...??!" tanya Indra pada sang mami.
"Iya ada. Baru juga dateng" jawab Yulia.
__ADS_1
"Iya sana gih Ndra. Biar tuch anak enggak lumutan bahas masalah bisnis mulu. Apalagi kerjaan sama kantor" sambung Sinta.
"Ya udah kalau gitu Indra pamit ke atas dulu mami, tante" pamit Indra pada Yulia dan Sinta.
Lalu Indra pun ke lantai dua tempat di mana kamar sang adik berada.
"Dek boleh abang masuk...??!!" tanya Indra pada Reisya.
"Boleh bang masuk aja. Pintunya enggak Rey kunci koq" jawab Reisya yang sedang tiduran diatas ranjang besar king sizenya setengah berteriak dari dalam kamar.
"Lho kok mlah tiduran kamu dek.gak ikut ke bawah..??!" tanya Indra pada sang adik yang sedang malas malasan.
"Nanti dulu lah bang. Aku capek terus juga males banget kalau bahas soal perjodohan yang papi bahas" jawab Reisya.
"Sayang papi ngelakuin semua itu kan ada alasannya. Lagian kamu kayak gak tau papi aja. Papi kan mau yang terbaik buat kamu dek. Apalagi papi udah kenal calon kamu bagaimana dan seperti apa. Jadi kamu enggak perlu ragu lagi donk dek...??!" jelas Indra panjang lebar pada Reisya supaya tidak merajuk lagi.
"Ya udah. Rey mau turun tapi mau gimana kelanjutannya nanti tentang hubungan Rey tolong ya, abang jangan ikut maksa Rey buat menerimanya" pinta Rey pada Indra sang abang.
"Tapi kamu udah mandi kan sayang...???!" goda Indra pada sang adek.
"Isshhh abang. Ngledek apa gimana sich. Orang akunya udah cantik dan wangi gini masak dikira belum mandi. Gak bisa hirup bau wangi apa yak itu hidung. Ngeselin amat sich...!!!??" gerutu Reisya pada sang abang.
"ha. . .ha. . .ha. . .bercanda kali dek. Serius amat tuch muka ditekuk" ledek Indra pada sang adek. "Ya udah ayok turun. Tar keburu ditriakin mami lho" ajak Indra pada sang adek.
Reisya pun beranjak dari ranjang ternyamannya tapi tak lama kemudian handphone miliknya berdering. Tanda ada panggilan masuk dari sahabatnya Wanda.
"Bang, abang turun aja dulu gih. Ada telfon dari Wanda nich. Rey mau izin angkat telfon bentar dari Wanda ya bang" pinta Reisya pada sang kakak.
"Okey. Tapi jangan lama lama ya. Abang turun dulu. Kamu juga udah ditungguin di bawah sama semua orang" jawab Indra pada sang adik.
"Iya Rey enggak lama kok. Abis ini Rey langsung turun ke bawah. Tolong bilangin kemami dan papi. Rey mau angkat panggilan Wanda dulu. Makasih sebelumnya ya bang" ucap Reisya.
__ADS_1
"Iya sayang. Abang turun dulu ya" balas Indra yang kemudian langsung keluar kamar dari kamar Reisya.