Bos Arogan Suamiku

Bos Arogan Suamiku
Hari yang mengejutkan


__ADS_3

"Assalamu'alaikum. Perkenalkan nama saya Reisya Atmawijaya, saya di sini bekerja sebagai kepala marketing yang baru. Mohon kerja samanya dari seluruh rekan semuanya" terang Reisya.


Tak lama terlihat Indra yang dengan santai memasuki ruang rapat dan tersenyum ramah lalu menghampiri Reisya dan memeluknya.


"Adek abang yang cantik, Abang kangen banget dek sama kamu. Papi sama mami nanyain kamu terus, kapan kamu pulang...??!" tanya Indra.


Sementara Derren yang melihat hanya tersenyum sinis dan berucap, "Udah donk bang pelukannya, bikin aku jadi ngiri aja" kata Derren ketus.


"Ya udah, nanti kita makan siang bareng ya sayang" kata Indra pada Reisya.


Reisya yang masih terkejut hanya terbengong tanpa menyahuti ucapan sang k2k. Lalu melihat ke arah Wanda yang menatap Reisya penuh tanya dan dijawab Reisya hanya dengan mengedikkan bahunya.


"Baiklah anda bisa kembali ke tempat duduk anda, bila tidak ada lagi yang ingin anda sampaikan" ucap Derren pada Reisya.


"Dan perkenalkan ini adalah bapak Indra Atmawijaya. Saya dan beliau bekerja sama untuk mendirikan perusahaan ini bersama. Jadi pak Indra di perusahaan ini juga mempunyai posisi yang sama dengan saya di sini" jelas Derren panjang lebar. "Untuk bapak Indra silahkan bila ada yang ingin anda sampaikan" lanjut Derren.


"Assalamu'alaikum. Selamat pagi semua. Mungkin semua sudah tahu nama saya dari bapak Derren tadi. Saya harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik. Dan di sini saya ada peraturan. Akan ada reward untuk karyawan teladan dan karyawan yang bekerja dengan baik. Tapi apabila ada karyawan yang melanggar peraturan perusahaan maka juga akan ada hukuman. Dan masih ada banyak lagi yang lainnya" jelas Indra. "Cukup sekian dari saya. Silahkan bapak Derren bila ada yang ingin anda sampaikan lagi" lanjut Indra.


"Saya rasa cukup sampai di sini rapat kita pagi ini. Dan untuk manajer marketing yang baru saya menantikan strategi marketing anda yang bagus untuk memajukan perusahaan ini" ucap Derren dengan mengedipkan sebelah matanya.


Reisya yang mendengarnya pun hanya menunduk malu melihat tingkah Derren yang konyol. Sedangkan Wanda dan Indra hanya tersenyum dan geleng" kepala melihatnya


Tanpa Reisya ketahui kalau ada banyak karyawan wanita yang iri jika para bos besar lebih menyukai seorang Reisya yang notabenenya adalah karyawan baru di perusahaan itu. Bahkan ada bisik bisik yang tidak enak di dengar jika Reisya di sana bertujuan untuk menggait para bos besar. Tanpa mereka ketahui siapa Reisya yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kok bisa ada bang Indra di sini sich Rey...??!" tanya Wanda.


"Aku juga gak tau Wan, kenapa bang Indra bisa di sini. Udah ach. Ayok balik ke ruangan" ajak Reisya pada Wanda.


Semua karyawan keluar ruangan rapat. Juga Reisya dan Wanda pun juga keluar ruangan. Reisya yang melewati kakak dan Derren pun hanya melengos dan melewati mereka. Wanda yang tau akan suasana hati Reisya pun segera menyusul di belakang Reisya.


Setelah sampai di ruangannya Reisya pun mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya dengan berbicara pada Wanda yang juga ikut ke ruangannya.


"Perasaan hari ini tuch bukan hari ulang tahun aku dech. Kenapa banyak banget sich hal yang mengejutkan hari ini. Niat hati ingin mandiri, eh malah di luar masih aja di awasi sama bang Indra juga Derren. Jadi kesel dech aku...!!??" cerocos Reisya pada Wanda.


"Udah gak usah dipikirin yang penting kan kamu di masion bisa agak slow kan" kata Wanda.


"Iya sich. Tapi hari ini membuatku benar benar syok" balas Wanda.


Tepat saat Reisya dan Wanda berbincang tiba tiba ada yang mengetuk pintu. Saat Reisya menoleh ke arah pintu dia melihat ada asisten Derren, juga terlihat Indra dan Derren di dekat pintu.


"Tenang aja sich dek. Abang dan Derren kan bos di sini jadi gak usah pikirin omongan orang" kata Indra santai lalu masuk ruangan Reisya.


"Iya cantik tenang aja kenapa sich. Jangan dengerin omongan orang lain" sambung Derren.


Reisya pun hanya menghembuskan nafas kasar. "Yang bos situ bukan aku kan bang" sambar Reisya sinis.


"Kalau ada yang gangguin kamu atau ngatain kamu yang gak gak biar aku kasih SP aja biar kapok" jawab Derren.

__ADS_1


Reisya yang mendengar pun langsung menoleh dan menatap sinis "Hust. Sembarangan aja ya. Mentang mentang jadi bos seenaknya aja. Kamu tuch ya minta digetok kepalanya biar gak oleng dan gak bicara sembarangan. Perusahaan kamu ini gak akan bisa seperti ini kalau tidak ada karyawan" sembur Reisya pada Derren.


Derren yang mendengarpun langsung memejamkan mata sambil mendengar kata kata Reisya.


"Baiklah honey, jangan marah marah lagi okey. Itu hanya karyawan kok. Jadi gak usah dipikirin" kata Derren menenangkan Reisya.


Sementara Reisya, dia semakin dongkol dengan ucapan Derren.


"Oh gitu. Sama donk aku juga karyawan kok di sini" balas Reisya ketus. "Stop. Enggak usah ngomong lagi, bikin naik darah aja" sambung Reisya yang melihat Derren ingin berbicara lagi.


Derren pun hanya bisa pasrah dan menghela nafas. Berbeda dengan ketiga orang yang masih di dalam ruangan itu. Indra dan Wanda hanya tersenyum mengejek Derren yang kalah telak dengan sikap Reisya. Sementara asisten pribadi Derren yang bernama Rendra sudah cekikikan melihat bosnya yang mati kutu di depan seorang cewek yang hanya seorang karyawan baru di kantor.


"Sabar ya bos. Ibu bos saya memang seperti itu kalau sedang jengkel" ucap Wanda.


"Hati hati kalau lagi ngadepin adek gue ya brow. Dia lebih galak dari singa betina. Ha. . .ha. . .ha . . ." kata Indra lalu tertawa terbahak bahak.


Derren yang mendengar hanya tersenyum dan Reisya yang mendengar langsung melotot ke arah sang kakak. Sedangkan asisten Derren yang mendengar langsung menunduk mendengar ucapan Indra tadi kalau Reisya adalah adeknya.


"Udah mending sekarang kalian keluar dari ruangan aku" ucap Reisya sambil mendorong orang orang yang ada di dalam ruangannya.


"Okey, tapi nanti kita makan siang bareng ya" kata Indra.


"Gak janji. Nanti aku mau maksi di kantin kantor saja" jawab Reisya.

__ADS_1


Setelah mereka keluar, Reisya merasa karyawan yang lain ada berkata yang tidak tidak tentang dirinya yang merupakan orang baru di kantor ini.


Reisya lalu masuk ruangannya dan mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk di atas meja sambil memakan bekal sandwich yang dia buat di masion tadi pagi. Dia pun menikmati bekal dan pekerjaannya dengan santai.


__ADS_2