
"Iya Rey enggak lama kok. Abis ini Rey langsung turun ke bawah. Tolong bilangin kemami dan papi. Rey mau angkat panggilan Wanda dulu. Makasih sebelumnya ya bang" ucap Reisya.
"Iya sayang. Abang turun dulu ya" balas Indra yang kemudian langsung keluar kamar dari kamar Reisya.
Tak lama setelah Indra keluar Reisya pun mengangkat telfon dari sahabatnya Wanda.
"Halo. Assalamu'alaikum Wan. Ada apa kamu tiba tiba telfon...??!" tanya Reisya pada Wanda
"Wa'alaikumsalam warohmatullah. Rey aku ada di depan rumah kamu sekarang. Aku mau bicara sama kamu tentang lowongan pekerjaan yang kamu tanyain tadi sama aku. Bisa kita ketemu sekarang sebentar...??!" to the point Wanda pada Reisya.
"Ya ampun Wan kok kamu langsung ke sini. Entar kalau ortu aku tau gimana. Bisa berabe nich. Ya udah aku kemuar sekarang tapi please jangan sampe ortu aku tau yang ada nanti jadi runyam urusannya. Kamu tunggu depan situ aja bentar. Aku enggak bisa bawa kamu masuk soale suasana lagi enggak kondusif" jawab Reisya tampak khawatir.
"Ya udah kamu cepetan turun. Aku tunggu sekarang ya Rey. Jangan lama lama. Aku matiin dulu telfonnya. Assalamu'alaikum" tutup Wanda.
"Iya. Wa'alaikumsalam warohmatullah" Rey pun menutup telfonnya dan bergegas langsung turun ke bawah.
Sesampainya di bawah Reisya langsung menghampiri kedua orang tuanya dan meminta izin ke depan rumah sebentar untuk bertemu dengan Wanda sebentar.
"Mami papi Rey mah izin ke depan sebentar ya buat ketemu Wanda. Wanda udah nungguin di depan soalnya" pamit Reisya dengan tergesa gesa. Bahkan sebelum kedua orang tuanya menjawab Reisya sudah berlari ke depan rumah. Tanpa Reisya sadari di ruang tamu tidak ada Indra dan Derren. Melainkan di taman samping rumah Indra dan Derren berada. Tapi walau di taman samping rumah Indra dan Derren tetap bisa mengawasi apa saja yang Reisya lakukan. Sesampainya di depan halaman rumah Reisya ditegur oleh Indra yang ada di halaman samping rumah.
__ADS_1
"Dek" panggil Indra pada Reisya. "Kamu mau kemana sayang buru buru banget sich sampai lari lari gitu" tanya Indra dengan rasa penasarannya.
"Ish abang. Rey mau ke depan sebentar bang. Soalnya ada Wanda di depan bang. Dia mau ketemu Reisya dan sekarang udah nungguin di sana" jawab Reisya dengan buru buru.
"Ouuwwhh ya dah. Hati hati lho dek abang perhatiin kamu dari sini" ucap Indra pada sang adek.
Tanpa sepengetahuan Reisya ada Derren yang dari tadi memperhatikan tingkah laku Reisya dari tadi. Dan hal itu lah yang membuat Derren senyam senyum sendiri seperti orang aneh tanpa Indra tahu.
Dalam hati Derren pun berbunga bunga seperti musim semi. Tak hanya itu saja tapi juga meledak ledak tak karuan seperti terkena serangan bom.
"Ya Allah bidadari itu ternyata calon istri yang dijodohkan dengan ku. Semoga kamu memang jodoh yang Allah berikan untuk ku" kata Derren dalam hati. "Hati abang meleleh neng kayak es crim yang mencair. Aduhai cantik sekali calon istriku. Ha . . . ha. . . ha. . . ha" batin Derren sambil tersenyum.
"Ya Allah bang. Bisa gak sich gak ngagetin gitu. Bikin jantungan aja tau nggak bang" omel Derren pada Indra atas tingkah laku Indra yang ngagetin Derren.
"Ha. . .ha. . .ha. . .ha. Seorang Derren Kusumajaya ternyata masih sama ya gampang kaget kalau lagi melamun dan dikagetin. Gak sesuai banget sama tampang lo yang seperti bos arogan kalah sama orang lain" ejek Indra sama Derren yang mukanya sudah ditekuk karena sebel dengan Indra yang menertawakannya.
"Kepo lo bang" sungut Indra sewot. "Oh ya bang tadi yang abang tegur itu siapa sih bang...??! Kok abang kayak akrab banget gitu" tanya Derren polos pura pura tak mengenali Reisya kalau dia adek dari Indra.
"Alah gak usah pura pura gak tau lo kalau dia tu Reisya, adek gue yang mau dijodohin sama lo. Gitu aja pakai sok sok'an gak tau lo. Basi tau gak" ucap Indra semakin mengejek Derren.
__ADS_1
"Iya dech iya gue ngaku kalau gue pura pura gak tau dia Reisya calon istri gue. Tapi sebenerny tadi gue udah ketemu lho bang sama dia. Gak sengaja ketabrak pas jalan di mall. Dan gue sempet kesel sama dia akhirnya gue omelin dech. Tapi serius tadi belum tah kalo dia Reisya calon istri gue, bang...!!?" cerocos Indra menjelaskan kejadian di mall tadi saat tak sengaja bertabrakan dengan Reisya.
"Oh jadi itu kejadian sebenarnya yang bikin dia jadi sebel dan badmood sampai mukanya ditekuk. Jadi gara gara lo yang ngomelin dia. Lagian lo yang salah kenapa malah lo yang ngomelin adek gue sich...???!" tanya Indra penasaran dengan sikap Derren.
"Sorry bang, gak maksud gue gitu. Gue kira tadi itu dia sama aja kyk cowok lainnya, yang suka kecentilan. Makanya gue galakin. Kalau gue tau dia calon istri yang mau dijodohin, gue udah posesive kali bang. Apalagi dia cantiknya Masya Allah bikin hati aku klepek klepek tau gak sich bang" terang Derren panjang lebar.
"Ha. . .ha. . .ha. . .ha. Dia istimewa tidak semua yang kamu lihat itu benar bahkan dia itu lebih dari itu. Bahkan mami dan papi aja gak tau. Jadi kamu harus hati hati sama dia. Jangan sampai menyakiti dia. Cukup awasi dan jangan sampai dikekang yang terlalu berlebihan" ucap Indra memperingatkan.
"Maksudnya bang...??! Aku jadi gak ngerti" tanya Derren penasaran dengan ucapan yang Indra maksud.
"Nanti lo juga ngerti sendiri. Dia itu lebih hebat dari kita hanya saja dia tidak memperlihatkannya. Gue tau semua ini karena gue ngawasin dia secara ketat. Tapi tidak untuk ikut campur urusannya" jelas Indra pada Derren yang justru malah membuat Derren penasaran.
Sementara itu di depan rumah Reisya bertemu Wanda yang sudah menanti.
"Sorry Wan lama. Tadi ada gangguan biasa bang Indra yang tanya tanya mulu" terang Reisya.
"It's okey. Gak papa Rey. Kamu yakin mau kerja di tempat aku kerja. Kan kamu udah punya perusahaan sendiri kenapa mesti nyari kerja di tempat aku" tanya Wanda penasaran. Karena Wanda tahu Reisya mempunyai perusahaan yang dirintis dari pertama kali masuk kuliah sampai sekarang. Dia pun tahu semuanya tenteng Reisya, sama halnya Indra. Bedanya Indra dia mengetahui dengan cara mengawasi tapi Wanda tahu karena dia sahabat dekat Reisya yang juga diminta untuk menjadi wakil sekretarisnya diperusahaan.
"Aku yakin kok Wan. Aku bosen kalau harus di rumah setiap hari. Kalau aku sering" ke perusahaan papi pasti tahu tentang semua yang aku sembunyiin. Apalagi bang Indra udah tau tapi dia tetep diem dan jaga semuanya" jujur Reisya pada Wanda.
__ADS_1