Bos Arogan Suamiku

Bos Arogan Suamiku
Cerita Reisya


__ADS_3

Sedangkan Reisya dia mengabari Wanda bahwa dia ada di mini market depan perusahaan dan meminta Wanda menjemputnya sekalia membawa mobil ke samping mini market. Berhubung tadi juga dia tidak mengunci mobil dan meninggalkan kuncinya di sana.


Wanda pun yang memang baru saja tiba di parkiran segera masuk mobil dan menjemput Reisya.


Sedangkan Reisya yang menunggu Wanda berbasa basi dengan Derren.


"Kamu kok malah ikut duduk di sini. Gak jadi masuk ke dalem, kan tadi kamu kayaknya mau beli sesuatu kan...??!" tanya Reisya.


"Nanti aja belinya. Soalnya aku gak mau sia siain waktu saat lagi di dekat kamu...??!" jujur Derren.


"Gombal dech. Tapi terserah kamu sich. Oh iya, makasih ya" ucap Reisya


"Makasih buat apa sayang...??!" tanya Derren agak sedikit bingung dengan ucapan Reisya.


"Makasih karena tadi kamu udah bayarin pesenan makan aku. Maaf tadi aku lupa bayar, abis kamu bikin aku salting" jujur Reisya pada Derren.


"It's okey. Gak apa apa sayang. Tapi jujur aku suka liat wajah kamu yang imut dan cantik itu. Apalagi kalau lagi salah tingkah begitu jadi merah kayak udang rebus gitu, jadi makin gemes kan liatnya" goda Derren pada Reisya.


Wajah Reisya pun seketika berubah menjadi merah karena tersipu malu.


Reisya yang merasa tidak nyaman kerena godaan dari Derren pun seketika terselamatkan karena ada telfon dari Wanda yang bilang kalau dia sudah sampai di samping mini market


"Hallo. Assalamu'alaikum Rey...!!? Aku udah sampai di samping mini market" ucap Wanda pada Reisya ditelfon.


"Wa'alaikumsalam warohmatullah" jawab Reisya "Oh kamu udah sampai. Ya udah, kamu tunggu situ aja bentar. Aku ke sana sekarang. Assalamu'alaikum" sambung Reisya.


Reisya pun berpamitan pada Derren.


"Aku duluan ya. Soalnya temen aku udah sampai" pamit Reisya.


"Gak usah dan gak perlu. Lagian mobilnya udah di sebelah sini kok. Diliat juga keliatan lagi. Jadi gak perlu dianterin" terang Reisya.


"Ya udah kalau kamu gak mau dianterin, gak apa apa. Tapi kalau liatin kamu dari sini boleh kan...??!" tanya Derren.

__ADS_1


"Boleh. Ya udah kalau gitu aku pamit duluan ya. Assalamu'alaikum" pamit Reisya pada Derren.


"Wa'alaikumsalam warohmatullah. Hati hati ya cantik" balas Derren.


Reisya pun kemudian masuk ke mobil. Tak lama lalu Wanda menancap gas menuju ke kantor Reis Corp.


"Kamu tadi ketemu sama siapa sich Rey. Kok kayak familiar banget wajahnya...??!" tanya Wanda.


"Tar aja bahasnya. Sekalian aku ceritain nanti kalau ada Andre sekalian biar aku gak bolak balik ngulangin cerita nanti" jawab Reisya.


"Iya iya. Sensi amat bu. Bawaannya ngegas mulu. Lagi PMS ya...??!" tanya Wanda yang melihat Reisya agak jutek.


"Gak lagi badmood aja. Kamu nanti balik kantor lagi gak. Kalau balik kantor lagi mending mobil aku kamu bawa aja dech. Biar nanti aku minta dianterin supir aja" ucap Reisya.


"Gak kok. Aku izin sampai siang aja tadi. Soalnya kangen udah lama kan aku gak ke kantor. Terus juga pumpung kita lagi ada waktu buat kumpul juga kan" jelas Wanda.


"Oh gitu. Syukur dech jadi aku punya banyak waktu buat ngomongin sesuatu sama kalian" ucap Reisya.


"Ngomong apa sich kayaknya serius banget dech kelihatannya" kata Wanda yang penuh akan rasa penasaran.


Tak lama pun mobil yang mereka tumpangi sampai di parkiran kantor milik Reisya. Wanda memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi perusahaan.


"Kita makan di kantin apa di kantor aja...??!" tanya Reisya. "Tadi sich aku udah beli makanan tapi minumnya belum" sambung Reisya.


"Mending sich di kantin aja, tapi gak tahu dech Andre gimana...!!??" jawab Wanda


"Tanya Andre dulu dech...!!?" usul Reisya pada Wanda.


"Okey. Aku telfon dulu kalau gitu" ucap Wanda.


Tepat saat Sanda mau menelpon Andre, yang bersangkutan berjalan menunu ke arah mereka.


"Tuch Andre jalan kesini. Tapi mau kemana kok malah jalan menuju parkiran...??!" kata Reisya yang penasaran.

__ADS_1


"Iya mau kemana ya...??!" tanya Reisya juga penasaran.


Andrepun sampai di depan mereka.


"Kalian habis dari mana...??! Gak sekalian makan siang kok malah balik kantor pas jam makan siang...??!" tanya Andre.


"Justru kita mau ngajakin makan siang bareng. Jarang jarang kan kita kumpul kayak gini. Lagian tadi aku udah beli makanan sich tapi lupa beli minuman cuman belu air mineral 1 aja tadi" jelas Reisya.


"Ya udah makan kantin aja biar nanti bisa sekalian pesen minuman" jawab Andre.


"Setuju. Yok lah kuy, cus langsung merapat. Udah lapar banget nich" sahut Wanda bersemangat.


"Ya udah bantu ambil dan bawa gih makanannya di bagasi" jawab Reisya.


Wanda pun bergegas membantu Reisya membawa makanan ke kantin untuk mereka bertiga makan siang. Setelah sampai kantin Andre sudah memilih tempat dan memesankan minuman untuk mereka bertiga.


"Kamu gak makan Rey...??!" tanya Andre yang melihat Reisya hanya minum sambil ngotak ngatik handphone dan laptop yang dibawanya tadi ke kantin.


"Aku emang sengaja gak beli makan, soalnya aku males makan. Tapi tadi bawa sandwich kok tu di kotak bekal" sahut Reisya sambil menujukkan kotak bekal makanannya.


"Oh, gtu. Rey ada yang ingin aku tanyaain sama kamu" jawab Andre.


"Tentang Derren Kusumajaya kan pastinya...!!?" tebak Reisya. "Iya, dia yang dijodohin sama aku. Papi sendiri yang memilihnya, bahkan saat masih dalam kandungan pun udah dijodohin. Dia bahkan dibawah didikkan papi dan bang Indra langsung" terang Reisya.


"Tapi apa dia tahu identitas kamu yang sebenarnya...???! Secara yang tahu dan nyelidikin kamu selama ini kan cuma bang Indra aja" tanya Andre.


"Kayaknya dia baru tahu tadi dech pas aku ketemu dia di pertemuan. Kalau keluarga semua udah tahu. Soalnya aku minta sama bang Indra buat ngejelasin ke papi supaya ngizinin aku buat tinggal sementara di masion" sahut Reisya.


"Jadi kamu kabur dari rumah Rey...??!" tanya Andre yang sedikit terkejut akan penuturan Reisya.


"Iya. Karena papi tanpa bicara dulu atau ngasih tau dulu tiba tiba udah ada pertemuan antar keluarga soal perjodohan. Bahkan bang Indra pun udah tau tapi gak bicara buat ngasih tau terlebih dahulu. Itu yang bikin aku kecewa. Apalagi pertemuan pertama kami terkesan menyebalkan sekali" terang Reisya.


"Dia itu CEO DK Corp, Rey. Dan dia yang penasaran ngotot pengen ketemu sama CEO perusahaan kita" jujur Andre.

__ADS_1


"Hah, jadi dia yang bilang ingin tahu CEO Reis Corp...??!" tanya Wanda yang sedari tadi sibuk makan tapi fokus dengerin. "Dia juga kan Rey, yang waktu malam kamu mau kabur di rumah kamu...??! Ya ampun gak sadar aku" ucap Wanda mendramatis suasan.


__ADS_2