
"Baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu. Lagi pula bentar lagi juga jam makan siang. Sampai ketemu lagi pak Andre" pamit Derren sambil menjabat tangan Andre.
"Silahkan pak Derren. Sampai bertemu kembali lain waktu" ucap Andrs membalas jabat tangan Derren.
Tak butuh waktu lama Derren pun berlalu pergi meninggalkan perusahaan Rey Corp. Lalu menuju ke tempat lain untuk mencari makan siang dan melanjutkan pertemuan lainnya.
Sementara Reisya dia sedang perjalanan menuju ke tempat kerja Wanda untuk menjemput Wanda dan makan siang bersama dengannya dan Andre di kantornya nanti. Tak lupa dirinya singgah disebuah tempat makan untuk membeli makan siang untuk mereka santap nanti.
Tanpa diduga Derren juga baru sampai di restoran tersebut. Dan melihat Reisya yang sedang menunggu pesanan makanannya yang sedang dibuat. Lalu menghampiri Reisya dan duduk di kursi depan Reisya tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Reisya. Memandang Reisya dengan tatapan memuja sambil tersenyum sendiri.
Sedangkan Reisya yang tidak nyaman denga apa yang dilakukan Derren pun ingin langsung pergi. Tapi saat akan berdiri tangannya dicekal oleh Derren.
"Mau kemana cantik..??! Disini aja temani aku makan siang" ucap Derren dengan senyum lebarnya.
Berbeda hal dengan Reisya yang mendengar ucapan Derren pun memasang wajah bingung dengan perkataan yang Derren ucapkan.
"Kamu kesini pasti udah ada janji kan. Kenapa minta ditemani...??! Lagi pula aku udah ada janji dengan yang lain" kata Reisya.
"Janji dengan siapa...??! Pak Andre, wakil CEO kamu itu...??!" tanya Derren dengan ketus dan wajahnya yang mulai jutek.
"Salah satunya memang Andre. Tapi cuman dengan Andre saja. Masih ada satu orang lagi" jelas Reisya.
Seketika perasaan Derren pun menjadi lega.
__ADS_1
"Syukur dech kalau gak cuman berdua. Kalau berdua aja, aku gak rela dan akan ku pastikan kalau aku akan ikut jika itu memang berdua saja" jawab Derren
Reisya yang mendengarpun memutar bola matanya malas. "Mulai lagi dech sifat nyebelinnya" guman Reisya.
"Aku masih mendengarnya sayang" balas Derren yang mendengar ucapan Reisya.
Tak lama pun pesanan makanan Reisya sudah siap. "Terserah dech" ucap Reisya cuek sambil berlalu meninggalkan Derren membayar pesanan makanannya. Alih alih meninggalkan Derren, Derren malah ikut bangkit dan mengucapkan kata yang membuat Reisya spot jantung. "I love you, sayang. Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama" ucap Derren.
Reisya yang mendengarkannya pun langsung membolakan matanya dan berlalu pergi sampai lupa membayar makanannya karena buru buru.
"Mbak tagihannya belum dibayar" kata sang pelayan restoran tersebut yang ingin mengejar Reisya tapi dihalangi oleh Derren.
"Maaf mbak, itu tadi tagihannya biar saya yang bayar saja" kata Derren yang langsung mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan untuk membayar.
Reisya yang tadinya terburu buru menghindar dari Derren pun sampai di parkiran menuju mobilnya. Tapi setelah sampai mobil dia teringat sesuatu kalau makanannya yang dia pesan tadi belum dibayar.
Tak berselang lama setelah menelfon pihak restoran tersebut pun Reisya langsung pergi dari sana dan menjemput Wanda. Tidak lama diperjalanan Reisya sampai di kantor tempat barunya bekerja lalu memarkirkan mobil tersebut di parkiran kantor dan menghubungi Wanda guna memberitahu kalau dia sudah sampai dan menunggi di parkiran perusahaan.
Bosan menunggu Reisya keluar ke mini market depan perusahaan untuk membeli air mineral. Setelah selesai membeli dan membayar Reisya pun bermaksud kembali ke parkiran perusahaan tempat barunya bekerja.
Tapi saat hendak akan keluar dari mini market tanpa sengaja malah berpapasan dengan Derren yang hendak masuk ke mini market. Tanpa Reisya sadari dia malah menabrak Derren dan menunduk minta maaf atas kesalahannya yang tanpa sengaja menabrak.
Padahal Derren yang mengetahui itu Reisya malah senyum senyum sendiri menikmati wajah imut Reisya yang merasa bersalah. Sampai dalam hati Derren berkata kata.
__ADS_1
"Ya Allah bidadari syurga ku. Imut dan cantik banget sich wajah nya. Jadi pengen segera buat halalin dech biar tiap hari bisa dapet vitamin dan penguat imun yang ngegemesin. Ha . . .ha . . .ha" kata Derren dalam hati.
Dan Reisya pun akhirnya mengangkat wajah karena yang dimintai maaf gak ada respon. Takut kalau yang bersangkutan marah Reisya memberanikan diri buat menatap wajah orang itu.
Dan Reisya sangat terkejut melihat orang di depannya yang tak lain adalah Derren Kusumajaya. Orang yang menurutnya ganteng, sok cool, sok keren, super duper nyebelin, kepedean. Ingin rasanya Reisya mensleding orang di depannya yang merupakan calon suaminya. Mungkin kalau Reisya tidak ingat dosa sudah dia lakukan kalau perlu mengirim Derren sampai ke planet Pluto biar sekalian hilang sama kayak planetnya yang sudah tidak ada lagi di tata surya.
Reisya pun akhirnya mengalah dan memberi jalan pada Derren yang hendak masuk mini market. Tapi bukan segera lewat dan masuk dia malah tetap berdiri di tempat dan bertanya pada Reisya.
"Cantik kamu kok ada di sini, emang ngapain dan dari mana...??!" tanya Derren beruntun.
"Kepo banget sich kamu. Kalau tanya satu satu bisa kan...??!" sungut Reisya.
"Sayang jawab kenapa sich kok malah balik tanya aku...??!" protes Derren.
"Lagian kamu tanyanya kayak lagi introgasi penjahat tau gak. Aku di sini ha beli minum. Kamu gak liat aku bawa minuman. Aku ada urusan bentar mau ketemu seseorang" terang Reisya.
"Ketemu sama siapa, bukan cowok kan...??!" tanya Derren penuh penekanan pada kata cowok. ( Cie yang mulai cemburu sama ayang beb )
"Bukan dia sahabat aku kok. Dia perempuan tapi aku malah gak sengaja ketemu cowok nyebelin...??!" ketus Reisya.
"Hah, dimana cowok itu biar aku hajar" jawab Derren yang mulai sedikit emosi karena cemburu.
"Nich cowoknya di depan aku. Kalau kamu mau hajar kamu hajar saja diri kamu sendiri" jawab Reisya sambil berlalu menuju satu set meja dan kursi yang di sediakan di depan mini market.
__ADS_1
Derren yang mendengarnya pun menepuk jidatnya akan sikap konyolnya pada Reisya. Lalu ikut duduk di kursi seberang Reisya yang bersebelahan.
Sedangkan Reisya dia mengabari Wanda bahwa dia ada di mini market depan perusahaan dan meminta Wanda menjemputnya sekalia membawa mobil ke samping mini market. Berhubung tadi juga dia tidak mengunci mobil dan meninggalkan kuncinya di sana.