
"Okey, makasih San" ucap Reisya. "Dengan bapak Derren, kalau anda tidak bisa bersikap profesinonal lebih baik pertemuan ini kita batalin aja. Dan perusahaan anda akan saya tolak dari perusahaan saya" ancam Reisya
Sedangkan Derren yang belum paham akan ucapan Reisya pun masih bingung akan ucapan yang Reisya katakan.
"Tunggu dech sayang, aku ke sini itu mau ketemu sama pak Andre CEO perusahaan ini. Bukan kamu yang calon istri aku" ucap Derren panjang lebar dengan percaya dirinya.
"Sinta, kalau gitu saya balik ke ruangan saya saja ya. Biar pak Derren berurusan sama pak Andre saja. Saya tidak mau langsung menangani kerja sama dengan perusahaan DK Corp" terang Reisya panjang lebar tanpa memperdulikan kehadiran Derren.
Reisya yang berniat meninggalkan ruangan seketika dicekal tangannya oleh Derren.
"Aku mau bicara sama kamu, bisa...??!" tanya Derren dengan lembut.
"Maaf pak, saya tidak punya banyak waktu. Saya permisi dulu" jawab Reisya yang enggan bicara dengan Derren.
"Please Rey, aku mohon bentar aja" pinta Derren dengan wajah memelas.
"Okey, kamu ikut aku ke ruangan ku. Kita bisa bicara di sana" ajak Reisya pada Derren.
Lalu setelahnya mereka berjalan beriringan ke ruangan Reisya kemudian masuk ke ruangan Reisya.
"Silahkan duduk. Apa yang ingin aku bicarakan...??!" tanya Reisya to the piont.
"Aku pingin bahas masalah kita dan juga tentang kamu yang belum aku tau. Aku ingin kita saling mengenal lebih jauh lagi" jelas Derren.
"Kita...??!! Memang apa yang perlu kita bahas tenteng kita...??!" tanya balik Reisya.
"Rey, jujur. Aku ingin kita menerima perjodohan ini. Karena dari awal ketemu kamu aku udah jatuh cinta sama kamu Rey. Aku ingin kamu jadi pendamping hidup aku Rey" jelas Derren dengan serius ke Reisya.
__ADS_1
"Jujur q juga belum siap tapi aku gak mau bikin papi sedih, apalagi kecewa. Tapi yang bikin aku syok dan kecewa itu kenapa semua mendadak seperti ini. Bahkan papi sebelumnya enggak cerita sama sekali. Bang Indra juga enggak ada ngomong apapun" terang Reisya.
"Kenapa kita gak jalani dulu aja buat dekat terlebih dahulu, supaya kita bisa mengenal satu sama lain" sahut Derren.
"Okey, kita jalani dulu aja. Tapi apabila nanti aku tetap tidak bisa suka sama kamu, tolong jangan memaksa aku lagi" jelas Reisya.
"Baiklah. Aku tidak akan memaksa kamu tapi sebelum itu terjadi, aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku" ucap Derren sambil menyinggingkan senyum setannya.
"Jangan bermimpi terlalu tinggi, Tuan Derren" jawab Reisya sinis. "Kalau sudah tidak ada lagi yang mau dibahas saya permisi pergi dulu" ucap Reisya sambil berlalu meninggalkan Derren.
Sedangkan Derren yang terbengong sambil geleng" kepala akan sikap Reisya yang tiba tiba meninggalkannya begitu saja.
Reisya pun hanya tersenyum melihat sikap Derren yang masih terbengong di tempat. Sampai akhirnya Andre tiba lalu berpapasan dengan Reisya yang masih dapat dilihat oleh Derren.
"Sorry Rey, aku telat tadi aku ada sedikit kendala di jalan. Bal mobil aku kempes, makanya jadi lama" jelas Andre yang terlihat terburu buru sampai di kantor.
"Heh...??! Kok bisa gitu...??! Bukanya tadi udah kamu temuin...???!" tanya Andre dengan bingung.
"Bisa lah. Udah nanti aja aku ceritain. Sekarang aku mau jemput Wanda lebih dulu. Sekalian mau beli makan siang untuk kita makan bareng di sini" jawab Reisya.
"Baiklah. Aku tunggu. Ya udah kamu hati hati" ucap Andre sambil melambaikan tangannya.
Reisya pun turut melambaikan tangannya ean berlalu pergi untuk menjemput Wanda.
Sementara di sisi lain di gedung dan lantai yang sama ada Derren yang terlihat kesal dengan interaksi antara Reisya dan Andre yang terlihat begitu sangat dekat.Bahkan rahang wajahnya pun terlihat mengeras menahan amarah.
Tapi sebelum kemarahan Derren meledak, Andre sudah terlebih dahulu menghampiri dan menyapa Derren setelah Reisya pergi meninggalkan Andre.
__ADS_1
"Selamat siang pak Derren. Maaf saya terlambat karena tadi saya ada sedikit kendala di jalan saat perjalanan kembali ke kantor" ucap Andre ramah sambil menjabat tangan Derren.
"Tidak apa apa pak Andre. Justru karena keterlambatan bapak saya bisa bertemu seseorang" jawab Derren sambil tersenyum.
"Baiklah pak, bagaimana kesepakatan kerja sama anda apakah sudah di acc oleh ibu CEO perusahaan kami...???!" tanya Andre.
"Lho bukankah pak Andre adalah CEO perusahaan ini...???!" tanya Derren dengan raut wajah yang sangat kebingungan akan pertanyaan yang Andre lontarkan.
"Ha. . .ha. . .ha. Sayangnya bukan pak. Saya hanya wakil CEO saja yang dipercaya untuk mengurus perusahaan ini" terang Andre.
"Lalu siapa CEO yang sebenarnya di perusahaan ini...???!" tanya Derren.
"CEO yang sebenarnya adalah seorang wanita cantik yang tadi bertemu dengan Anda saat pertemuan tadi" jawab Andre dengan raut wajah yang masih ingin tertawa.
"Maksud pak Andre itu Reisya...??!" tanya Derren.
"Iya pak Derren. Ibu Rey adalah CEO sekaligus pemilik dan pendiri perusahaan ini. Belum ada yang tau tentang ibu Rey, karena semua ini memang sengaja tidak di beritahukan infonya. Yang tahu hanya orang terdekatnya saja dan bapak beruntung bisa tahu tentang ini" terang Andre.
"Okey, jadi begitu. Lalu hubungan anda dengan Reisya apa ya...??!" tanya Derren.
"Saya salah satu orang terdekat ibu Reisya pak. Ada yang ingin anda tanyakan lagi...??!!" tanya Andre yang sudah mulai tidak nyaman dengan pertanyaan Derren. "Jika masih ada yang ingin anda ketahui lebih baik anda bertanya langsung dengan ibu Reisya. Karena ini semua privasi ibu Reisya jadi saya tidak berhak buat menjawab semua hal hal yang ingin anda ketahui. Dan kalau boleh tau bapak ada hubungan apa dengan ibu Reisya. Apa anda mengenal beliau...??!" tanya Andre yang merasa ada sesuatu dengan Derren dan Reisya.
"Iya, saya mengenal Reisya. Dia calon istri saya. Kami dijidohkan orang tua kami. Tapi tanpa dijodohkanpun saya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama" terang Derren. "Oh, ya pak Andre bagaimana dengan kerja sama kita...???!" sambung Derren.
"Emm begitu ceritanya. Kalau soal kerja sama kita bisa bicarakan lagi nanti. Atau kalau bapak mau bisa bicara langsung sama ibu Reisya sendiri" jawab Andre
"Baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu. Lagi pula bentar lagi juga jam makan siang. Sampai ketemu lagi pak Andre" pamit Derren sambil menjabat tangan Andre.
__ADS_1