Broken Child

Broken Child
Tenanglah ada aku disini


__ADS_3

Nindi terus saja menangis mendapati perlakuan keluargamya yang jauh dari kata baik,seperti biasa Malam ini Eval datang karena merasakan suatu hal terjadi pada Nindi


Semua penghuni rumah itu memang sudah tertidur terkecuali Nindi dia terus saja menangis seakan akan air matanya itu tidak ada habisnya


Seorang lelaki yang selama ini menjadi tempat nya bersandar datang ya Eval dia tahu Kalau saat ini Nindi sedang dalam masalah


"Nindi" ucap nya dan menghampiri Nindi lalu mendudukkan dirinya di depan Nindi


"Kakak!" Jawabnya sambil langsung memeluk Eval,Eval pun membalas pelukan Nindi


"Sudah jangan menangis" tenang Eval


"Dunia ini tidak adil padaku kak,Semua orang tidak menginginkan kehadiran ku hiks,Mereka membenciku kak!hiks hiks"lirih nya sambil menangis


"Tenanglah ya!Ada aku disini,Aku akan selalu menemanimu ya kau tenang ya tenang sudah kau sudah lama menangis mata mu sembab jangan menangis lagi ya aku ada disini aku akan menemanimu aku janji" ucapnya menenangkan


"Kau janji?Kau mau menginap disinikan untuk menemaniku malam ini?kau jangan meninggalkan ku lagi ya kak aku takut" lirih nya,Eval hanya mengangguk sambil mengecup puncak kepala Nindi "Sekarang kau tidurlah,Ini minum dulu agar kau tenang dan bisa tidur dengan nyenyak ya"Ucap Eval sambil menyodorkan Air putih padanya,Nindi pun menerima air itu dan meneguk nya habis "Bagaimana sudah enakan?" Tanya Eval dan dijawab anggukan oleh Nindi "Kau jangan merasa sendiri lagi ya,Aku selalu ada disini,aku akan menemanimu ya,sekarang ayo tidurlah!" Ucap Eval sambil mengusap lembut rambut Nindi "Terima kasih ya kak" Ucapnya sambil tersenyum

__ADS_1


Sepanjang malam ia habiskan bersama kakak tercintanya,ia terus saja berbucara sedangkan kakak nya dia hanya mengangguk nganggukkan kepalanya saja,Malam ini Nindi tidak nampak terlalu sedih,Kesedihannya seakan berkurang saat ia bertemu dengan kakak nya,Sebenarnya bukan seperti itu,dia hanya tidak ingin membuat kakak nya lebih khawatir jika melihat ia menangis begitu.


Valdo nampak memperhatikan sekali adik nya itu,menatap nya lekat,Mata Nindi terlihat sembab,Ujung hidung nya pun merah,suara dia juga serak sekali saat bercerita,namun dia tetap memaksakan diri untuk bercerita,dia tidak ingin menyia nyiakan waktu ini,karena dia memang jarang sekali bertemu dengan sang kakak


"Hey!apa mulutmu tidak kram?"Celetuk Valdo


"Kau ini!" ujar Nindi kesal dengan apa yang di ucapkan Valdo


"Kupingku saja sudah hampir bengkak mendengar semua celotehan mu" ucapnya datar,Nindi kesal,lalu memonyongkan bibir nya


"Heh bibir lu idah monyong gitu,Mau gue cabut sekalian?"Ucapnya sambil tertawa,Nindi langsung menggelengkan kepalanya takut


"Udalah diem!Nindi gamau lagi cerita sama kak Valdo!" ujarnya kesal "Nindi gamau ketemu kak Valdo lagi " lanjutnya pura pura marah


"Yaudah gue pergi aja" ucap Valdo sambil melangkah namun langkah nya terhenti oleh ucapan Nindi


"Jangan pergi dong woy!" teriak Nindi kesal

__ADS_1


"Katanya gamau lagi ketemu sama gue" jawab Valdo sambil mendekat


"Nindi kan becanda kak!" lirih nya


"Iya iya,udah sono molor!Lu kan kalo bangun susah,nanti kesiangan lagi bangunnya" ujarnya sambil mengelus puncak kepala Nindi


"Ck iya iya" Decak Nindi lalu Membaringkan tubuhnya,dan tak perlu waktu lama untuknya tertidur pulas,Valdo tersenyum Miris menatap adiknya,lalu dia mendudukkan tubuhnya di kursi dekat meja belajar Nindi Lalu menyusul Nindi ke alam Mimpi nya


Quotes Author:


Aku pernah merasakan lelah nya  kerja keras tapi tak pernah di anggap:)


Aku pernah merasakan bagaimana perih nya dijadikan bahan tertawaan oleh keluarga sendiri:)


Aku tahu bagaimana rasanya di jadikan bahan perbandingan,juga bahan pelampiasan amarah bagi keluarga ku:)


Aku juga tahu rasanya tak ada yang memperdulikan di saat aku sangat membutuh kan seseorang;)

__ADS_1


Aku pun tahu bagaimana rasanya tidak mendapat kasih sayang dari orang tua:)


Happy Reading!;)😗


__ADS_2