
Hari sudah mulai gelap,Di salah satu sudut ruangan yang gelap terdengar suara isak tangis seorang wanita yang begitu cantik,Dia menangis sambil memeluk kakinya di sudut
kamarnya terdengar suara tangisan yang begitu pilu,seakan benar benar merasakan sakit di dalam hatinya "Mengapa?Mengapa Ini semua terjadi padaku?Mengapa keluargaku sendiri membenciku?Apa salahku tuhan?" Ucap Anindiya di sela sela tangis nya sambik mengingat ngingat apa yang terjadi padanya hari ini
Flash back off
Saat Sepulang Sekolah Dia
langsung menuju kamarnya Karena terasa lelah dan sangat mengantuk dia pun tidak sengaja tertidur.
"Heh,Bangun!" Teriak Tina,Perlahan Nindi mulai membuka matanya,betapa terkejut nya dia mendapati ibunya dengan bercacak pinggang dengan mata yang menatapnya tajam "Ah,Ibu?"Ucap Nindi serak dengan suara khas bangun tidur, "Ada apa?" lanjutnya "Ada apa Ada apa Cepat bangun,Enak sekali kamu tiduran disini ya!" Dengan geram ibunya menyeret nindi sampai ke dapur dan menyumpalkan spons yang biasa di pakai untuk cuci piring ke dalam mulut nya. " Apa kamu tidak lihat?Ini pekerjaan mu banyak yang belum selesai!Cepat kerjakan! " Nindi hanya tertunduk pasrah merasakan perlakuan ibunya perlahan dia bangkit dari duduk nya dan berjalan
menuju tempat cucian piring
Tidak lama saat dia mencuci piring
teriakan dari adik nya,membuat nya terpaksa harus menghentikan
pekerjaan nya,ia pun berjalan
menuju adik nya "Ada apa?!"
Ucapnya dengan nada malas "Mana Ibu?"
"Aku tidak tahu!Sudah aku kembali ke dapur" Ucapnya sambil berlalu pergi dan melanjutkan pekerjaan nya,Tiba-tiba Satria datang dari arah belakang dan mengagetkannya karena refleks Dia berbalik Menjatuh kan piring tepat mengenai kaki Satria,Satria pun Mengeral kesal
__ADS_1
"Kau!Bisa Kerja Tidak Hah!Aww..Awas kau!"Bentak Satria
Sambil berlalu pergi dengan kaki
pincang Ibunya yang mendengar keributan di dapur langsung terbangun dari tidurnya dan melihat apa yang terjadi,dia melihat Nindi sedang menatap pecahan piring sambil menangis menahan sakit di pipinya akibat tamparan Satria tadi Tanpa aba-aba ibu nya mendekat dan memukul bahu Nindi sampai
Merah,Nindi yang merasakan panas di bahunya hanya bisa meringis kesakitan sambil mengusap air matanya "Kau ini Apa kau tidak bisa bekerja dengan benar?!Mengapa
semua pekerjaan tidak ada yang
bisa kamu kerjakan?!Kau ini hanya menyusahkan saja!Tidak bisa di andalkan!tenagamu saja tidak ada gunanya!dasar anak tidak tau diri!cepat bersihkan lalu pergi ke warung beli bahan masakan cepat!"
"Baik bu"Lirih Nindi
Flash back on
"Mengapa?Mengapa ini semua
terjadi padaku?Mengapa keluargaku
sendiri membenciku?Apa salahku
Tuhan?" Dia terus saja menangis
sampai sampai dia tidak
__ADS_1
menghiraukan suara ketukan lintu
dari luar kamarnya
"Nin,Nindii!Nindi buka pintunya ini aku Eval!"Teriak revaldo di balik
pintu,Nindi mendonggakan
kepalanya sejenak menatap ke arah pintu,namun tak berniat
membukanya Karena di rasa tidak ada jawaban dari dalam Revaldo pun memutuskan untuk langsung masuk karena memang pintunya tidak di kunci Secercah cahaya dari arah pintu masuk menyinari tubuh mungil Nindi,Diapun mendonggakan kepalanya menatap ke arah pintu,dilihat nya seseorang yang begitu familiar baginya,juga orang yang menurutnya paling berarti ya Revaldo dia merupakan orang yang sangat berarti bagi Nindi,karena Nindi rasa hanya Revaldo lah yang paling menyayanginya.
Ini Novel Pertamaku:)
Mungkin cerita ini sebagian di ambil
dari kisah hidupku yang memang di
besarkan dengan Penuh tekanan
dan penderitaan:)
maaf jika ceritanya tidak menarik;)
Happy reading
__ADS_1