
Vian membawa Nindi keparkiran,sesampainya di parkiran Dia langsung membawa Nindi masuk ke mobil,Di dalam mobil Vian terus saja melihat Nindi yang masih saja menangis karena mendengar penuturan Vivi
"Kau lihat saja Vivi!kau akan menyesal telah membuat Nindi menangis!" Gumam Vian geram
Vian mengelus rambut Nindi dengan penuh kasih sayang,dia membawa tubuh Nindi masuk kedalam dekapan nya
"Udah lo tenang aja,Ya mulai sekarang gue gak akan biarin siapapun nyakitin lo termasuk diri gue sendiri gue janji"ucap Vian menenangkan sambil mengelus rambut Nindi,Nindi melepaskan pelukannya,ia menatap Vian lekat,dia melihat kejujuran dan kekhawatiran di mata Vian,baru kali ini rasanha dia melihat Vian begitu
"Apa maksudnya?"lirih nya Vian diam saja tak menjawab pertanyaan Nindi lalu melajukan mobil nya ke apartemen
"Terima kasih"ucap Nindi pelan
"Terima kasih untuk apa?"tanya Vian datar
"Kau sudah membelaku tadi,dan kau juga mengakui pernikahan ini" lirih nya,Vian tersenyum lalu menatap Nindi
"Hei,Akukan sudah bilang waktu itu kau tanggung jawabku sekarang!lagi pula aku kan memang suamimu!jadi itu sudah kewajibanku!" Tegas Vian sambil mengangkat dagu Nindi agar menatap nya,Nindi tersenyum bahagia mendengar penuturan Vian "Aku memang belum bisa menerimamu sepenuhnya,tapi aku akan tetap mencobanya,Kita mulai dari persahabatan bagaimana?" Tanya nya dengan raut wajah sendu,Nindi mengangguk mengiyakan
"Apa maksudmu?kau mau bersahabat denganku?"tanya Nindi
"Aku berjanji akan menjagamu,jadi kau tidak perlu meminta penjagaan dari orang lain!"sindir Vian
"Aku tidak mengerti?"ujar Nindi bingung
"Maksudku,kau tidak perlu lagi meminta pertolongan Dimas!aku tidak suka!putuskan saja dia!aku ini suamimu!aku tidak suka ada pengkhianatan" jawab Vian datar dan penuh ancaman,Nindi kebingungan apa maksudnya
"Putus?maksudmu?"tanya Nindi lagi
"Ya putuskan,kau tidak perlu mencari kasih sayang lagi pada orang lain apalagi Dimas,lagi pula sekarang ada aku kan?aku suamimu!aku juga sahabatmu sekarang" jawabnya datar
Nindi tertawa mendengar nya,Vian menatap nya tajam "Apa ada yang lucu?!"tanya Vian ketus,membuat Nindi menghentikan tawa nya
"Iya,Lo lucu banget tau ga?lo ko bisa sih mikir gue balikan sama Dimas?"jawab Nindi sambil kembali tertawa
"Kemaren gue ga sengaja denger Temen lo yang cerewet itu ngomong" ucap nya datar
"Oh Melita?gausah di dengerin dia emang suka asal jeplak,Eh tapi lo ko keliatan kesel gitu?lo cemburu ya sama Dimas?"Goda Nindi
"Hah?Apa?gue?cemburu?Ya nggak lah!" Elak Vian
"Haleuh bilang aja lo cemburu kan?" Ucap Nindi keukeuh
"Udalah gue mau mandi bau asem nih gue,kekuras semua tenaga gue di pake marahin Si Vivi,Lo cepet sana masak laper gue" ucap Vian sambil berjalan menuju kamar mandi
__ADS_1
.........
Mentari sudah mulai nampak dengan sinarnya yang begitu hangat waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 waktunya bagi Nindi dan Vian pergi ke sekolah.
Mulai hari ini,Nindi berangkat bersama dengan Vian,mereka nampak berseri sekali hari ini,sepanjang perjalanan mereka diiringi tawa
"Ternyata dia asyik juga" ucap Nindi dalam hati
Sesampainya di gerbang sekolah,Vian memberhentikan mobilnya,dan menyuruh Nindi untuk turun.
"Lo gue turunin disini ya,Gue mau markirin mobilnya" ujar Vian sambil tersenyum.
Nindi pun kemudian mengangguk lalu turun,dan kebetulan saat ia turun ia berpapasan dengan Dimas,Dimas menatap Nindi datar,baru kali ini ia melihat seorang Nindi pergi sekolah bersama Vian fikirnya.
"Makasih ya" ujar Nindi pada Vian,lalu menoleh menatap Dimas
"Eh hai Dim" sapanya "Lo mau ke kelas ya?bareng yu" lanjutnya,Namun Dimas tak menjawab ,ia malah langsung pergi begitu saja meninggalkan Nindi yang mematung kebingungan.
"Dia kenapa?" Ucapnya dalam hati
"Oy ngelamun aja lu!" Ucap Melita mengagetkan sambil menepuk bahu Nindi
"Ih lo rese banget si!Kebiasaan deh!" Gerutu Nindi
"Eh iya,gue mau nanya" ujar Melita lagi tiba-tiba
"Nanya apa?"jawab Nindi santai
"Apa maksudnya kemaren?" Tanya Melita penasaran
"Kemaren yang mana?"ucap Nindi bingung
"Itu lho apa maksud semuanya,yang pas di bilang Vian kalo lo istrinya dia?bener ya emang?"tanya Melita
"Oh itu,euh gimana ya jelasinnya?" Jawab Nindi gelagapan,Namun tiba-tiba seperti biasa suara bel menyelamatkan Nindi dari introgasiannya "Eh udah bel nanti aja ya gue ceritanya"ujar Nindi mengalihkan pembicaraan,lalu berlari kecil menghindari Melita.
"Eh lo masih punya hutang penjelasan ya sama gue!"ujar Melita sedikit berteriak,lalu berlari menyusul Nindi.
..........
Pelajaran berlangsung selama 4 jam,sampai akhirnya bel istirahat berbunyi dan mengakhiri pelajaran mereka.
Seluruh siswa nampak berhamburan keluar kelas menuju kantin.
__ADS_1
"Dim,kantin kuy" ajak Nindi
"Gue gak laper! Kalian aja!"jawabnya datar
"Eh dugong!tumben bener luu kaga mau diajak makan,biasanya kan lu paling kelaparan diantara kita,kesambet lo ya?apa sakit?" Cerocos Melita sambil memegangi dahi Dimas "Eh gak panas,Lo kenapa si?kesambet apa lu sampe- sampe gak mau diajak makan?"lanjutnya
"Ga!"jawab Dimas singkat,lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua
"Eh dugong!ga sopan banget si lo!mau kemana lo?!gue belum selese ngomong!"Melita berteriak.
"Congor lu berisik Mel!Ga nyadar apa?!" Ucap Nindi kesal sambil memegangi kedua kupingnya,dan berjalan menuju kantin.
"Heh!Tungguin gue beguk!doyan banget si ninggal-ninggalin gue"Pekik Melita sambil berlari menyusul Nindi yang meninggalkannya.
"Heran deh gue punya temen kaga punya otak semua apa ya?doyan banget si ninggalin gue,kan sakit di tinggal tinggal mulu!" Gerutunya sepanjang perjalanan
.............
"Hah....hah....ca....cape....gue....hah"Ucap Melita ngos ngossan "Aer mana aer!" Lanjutnya,langsung menyambar air milik Nindi
"Heh minum gue!"pekik Nindi kesal
"Minta dikit si" ujar Melita "Lagian lo jalan cepet banget si heran gue,cape kan gue ngejar lo!"umpat nya geram
"Siapa suruh lo ngejar gue?!"tanya Nindi dengan wajah tanpa Dosa
"Nyesel deh gue bertemen sama lo!" ucap nya sambil memonyongkan bibirnya
"Tu bibir mau gue jambak?"tanya Nindi sambil tertawa
"Enak aja!bibir se*i gue mau di jambak lu kate bulu rambut apa?" Ucap nya kaget
"Hahahaha" tawa Nindi "Lo ga laper?" Lanjutnya
"Ya laperlah" jawab Melita sambil menyambar bakso milik Nindi
"Sialan lo!"umpat Nindi kesal
Nindi pun terpaksa memesan lagi makanan nya,Mereka berdua menghabiskan dua mangkuk bakso dengan nikmat nya,sesekali mereka juga membahas tentang Dimas.
Udahya:)
Pegel banget ini aku ngetik nya hari ini aku up nya mau 3 episod ini yang ke dua nya
__ADS_1
Happy reading😍