
Mentari kini tengah muncul dengan sinarnya yang mengkilau mengusik tidur kedua insan yang ada dalam ruangan tersebut
Dengan perlahan mereka mukai membuka matanya dan melihat sekeliling yang nampak asing,mereka tersadar kini Alangkah terkejut nya mereka mendapati diri mereka Tanpa sehelai benang pun,Nindi langsung menutup Tubuhnya dengan selimut "Kurang ajar!apa yang kau lakukan padaku semalam!" Bentak Nindi
"Harusnya aku yang bertanya padamu!Semalam kau tahu kana ku tak sadarkan diri!" Bela Vian " a a aki juga tidak tahu apa yang terjadi,kenapa kita bisa ada disini!"Ucap Nindi bingung"Aw sakit"Pekik Nindi memegang kepalanya " Kau tidak apa apa?" Tanya Vian khawatir dan di jawab gelengan oleh Nindi "Sialan sepertinya ada yang menjebak kita!" Umpat Vian "Aku harus pergi" Ucap Nindi dan bergegas bangkit dengan selimut yang masih bertengger di tubuh nya,dia turun dan memunguti pakaian nya yang berserakan lalu pergi ke kamar mandi,setelah selesai mandi dia keluar dan tidak mendapati siapapun disana "Sialan!Kemana Dia!Mana ponsel ku oh yaampun!Ah Ini dia" Ucapnya setelah mebdapatkan ponselnya betapa kaget dan takut nya dia mendapati banyak sekali panggilan tak terjawab dari keluarganya dan pesan pesan masuk dari mereka "Oh ya tuhan apa ya g terjadi semalam" Batinnya "Aku harus segera pulang!" Monolg nya dan berlalu pergi meninggalkan hotel itu dan pulang ke rumah
Sesampai nya di rumah,Nindi langsung membuka pintu Tiba- Tiba sebuah hantaman tangan kekar mendarat di wajah nya membuat kepala gadis itu membentur pintu "Di bayar berapa kau semalam hah!" Pekik Surya kakak pertama Nindi "Apa maksud kaka?" Tanyanya lemah "Kau masih berani bertanya hah?" Bentak Sanjaya dengan tangan yang mencengkram tabgan Nindi Keras
Byurr.....
Guyuran air panas menghantam wajah mulus Nindi
__ADS_1
"AH" Desis Nindi
"Kau ini sudah membuat keluarga kita malu Nindi!" Bentak Tina sambil menjambak Rambut Nindi
"Kau mengatakan bahwa Vivi murahan?lalu apa bedanya dengan mu!dasar lajang!"Ucap Satria dan langsung Menampar keras Pipi Nindi
"Dara kau kemasi semua barang barang nya!" Ucap Sanjaya
"Dan kami bukan keluargamu lagi!" Desis Tina
"Ini bu" ucap Dara sambil menyodorkan koper berisi semua pakaian Nindi
__ADS_1
"Ini pergi kamu dari sini!jangan pernah menampakkan wajahmu dihadapan kami lagi!" Bentak satria sambil menyeret paksa keluar "Tidak tidak jangan aku mohon bu" ucap nya memohon namun tidak di hiraukan oleh mereka,Satria mendorong tubuh Nindi hingga tersungkur ke tanah,lalu melemparkan kopernya ke wajah nya,Nindi hanya bisa menangis meratapi Nasib nya,Tiba tiba sepasang kaki Berdiri di hadapannya,Nindi mendonggakkan kepalanya menatap ke arah sang pemilik kaki tersebut
"Vian" Ucap nya lirih
Vian langsunng membantu Nindi berdiri "Ayo berdiri lah!" Nindi pun berdiri dan diam bersembunyi di belakang Vian "tenanglah jangan takut aku disini kan" ucap Vian menenangakan dan dijawab anggukan oleh Nindi,Nindi kalu berdiri dibantu oleh Vian,Dia nampak gemetar ketakutan terlebih saat melihat ekspresi keluarga nya yang sangat menyeramkan baginya.
Sad ya:(
Kekuras ga emosinya?Aku nulisnya aja sambil nangis lho:(
Support aku,Jangan lupa juga kasih saran dan tinggalin jejak lho buat para reders yang cantik and baik and hensem kali ya!:)
__ADS_1
Happy reading;)