Broken Child

Broken Child
Rencana Liburan


__ADS_3

"Eh! Eh! kita kan udah lulus ya? gaada rencana liburan kemana gitu?" tanya Melita heboh


"Nah bener! Kuy lah liburan bareng!" sahut Dimas


"Boleh gue ikut aja" ujar Vian datar


"Wiiih tumbenan lu Bul ngikut hahaha" ledek Dimas


"Suka-suka gue! itu hak gue!" tegasnya sambil menatap Dimas tajam


"Emang pada rencanainnya mau liburan kemana?" tanya Nindi


"Suka bumi aja gimana? kebeneran gua ada Villa disana" usul Melita


"Boleh juga tuh, kayaknya seru iya nggak sih?" ujar Nindi, dan dijawab angukkan oleh Melita dan Dimas, sedangkan Vian hanya menatapnya datar "Kita berempat aja gitu?" lanjutnya


"Tar gue ajak Aldi" unar Vian


"Nah boleh tuh!" seru Melita semangat


"Semangat bener sih denger kata Aldi, jangan jangan...? Hayoo ngaku loo!" tuduh Dimas


"Napa emang lo cemburu?" tantang Melita


"What what helloo! gak ada dikamus gue cemburu sama makhluk modelan tudung saji kayak lo beginii ya" sahut Dimas alay


"Alay banget sih iiwww ilfill deh guee" cibir Melita


"Wah jangan-jangan emang ada apa-apanya nih" goda Nindi


"Apasih! nggak kok, g-gue eum anu itu eum maksud gue kalo banyakan makin rame jadinya" jawab Melita gugup


"Bener nih itu doang alesannya?" tanya Dimas penuh selidik


"I-iya" jawab Melita gelagapan


"Kok gugup gitu sih" goda Nindi


"Mana ada, nggak kok ih kalian mah!" elak Melita


"Pasti dia bohong Nin, lo pasti suka kan sama Aldi Aldi itu? iya kan?" ujar Dimas sambil menatap Melita tajam

__ADS_1


"Ih napa jadi lo yang sewoot sih Dim, lagian kalo gue suka sama Aldi, terus apa urusan lo?" balas Melita menatap Dimas sinis


"Gue penasaran sama yang namanya Aldi, dia siapasih? seganteng apa dia gitu?" ujar Dimas keheranan


"Dia sahabat gue" sahut Vian, Dimas mengangguk-nganggukkan kepalanya sambil ber oh ria


"Lo gak mau balik Nin?" tanya Vian menatap Nindi sinis


"Eh iya lupa, yaudah kalo gitu gue sama Alvian duluan ya" pamit Nindi


"Cie-cie mentang-mentang udah sah, udah lulus juga pasti mau ena ena hahha" goda Melita, membuat Nindi merona dibuatnya


"Ena, Ena apa, yang ada gue diomelin dimarahin gak jelas sama nih kulkas" gerutu Nindi dalam hati sambil melirik kearah Vian


"Cerdas lo pir!" timpal Dimas sambil mendorong kepala Melita


"Sakit ****!" ringis Melita


"Ah apaansi lo pada! gue gak mesum ya otaknya kayak kalian!" tegas Nindi


"Serius lo gak mesum?" goda Vian dengan senyum penuh makna


"Ih apaan sih! udah ah, ayoo balik aja!" tegasnya sambil berjalan menarik tangan Viak paksa


"Oh pada gila tuh orang" gerutu Nindi


"Tapi lo mau kan?" goda Vian, membuat Nindi merona ia menepis lengan Vian kasar


"Gak usah oegang-pegang!" tegasnya merajuk


"Siapa juga yang megang lo, orang lo yang narik gue" balas Vian kesal


"Ah iya deh pokoknya jangan sentuh lagi!" ujarnya mengotot, mereka pun melajukan mobilnya sampai kerumahnya, sesampainya diapartemen, Vian dan Nindi langsung masuk kedalam kamarnya, Vian merebahkan tubuhnya diatas kasur, sedangkan Nindi langsung pergi kekamar mandi


Tak bituh waktu lama untuk wanita itu membersihkan diri, setelah lima belas menit ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang bertengger ditubuh mungilnya karena ia lupa membawa pakaian ganti, Vian yang sedari tadi duduk ditepi ranjang untuk menunggu Nindi mandi dan bergantian dengannya ditundanya, ia menelan ludahnya kasar kala melihat paha mulus milik Nindi, merasa diperhatikan, Nindi pun segera masuk kedalam ruang ganti yang tanpa disadari Vian mengikutinya dari belakang dan ikut masuk kedalam


Ceklek...


Pintu ruamg ganti terbuka, Vian menangkap sosok gadis yang tengah sibuk memilih-milih pakaian, Vian tersenyum senang dan langsung menghampiri Nindi dan memeluknya dari belakang


"V-vian, lo ngapain" tanya Nindi kaget

__ADS_1


"Lo udah goda gue tadi, dan lo harus tanggung jawab" tegas Vian sambil mencium aroma leher Nindi, tangannya menarik handuk yang melilit dirambut Nindi sampai rambit Nindi yang masih basah tergerai begitu saja


"L-lo mau ng-ngapain?" tanya Nindi gugup


"Lo gak bosa lihat apa? sejak kapan mata lo rabun? udah tahu ini gue lagi nyium wangi rambut lo, kenap? lo mau lebih?" bisiknya sambil terus mengendus rambut Nindi, sampai Nindi merasakan hawa panas menjalar ditubuhnya dia sangat gemetar saat itu, namun tiba-tiba......


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Hallo guys Broken child karya pertama aku come back nii yuhuuu, siapa yang kangen Broken child, eh ada gak sih? nggak ya kampret ih!-_


Yaudalah, gapapa:)


Tapi aku mohoon ya jangan lupa tinggalkan jejak, Like, Vote, Rate sama komen buat kasih saran dan masukkan untuk merevisi karya-karya aku juga yang lainnya biar lebih seru dan menarik gitu(


mampir juga kekarya aku lainnya


"The Magical Of Love"


"Ternyata kekasihku ayah tiriku" ini bentuknua chat story, maaf kalo gak menarik aku bikinnya asal aja karena pengen coba bikin chat story gitu hhe, dan novel terbaru aku juga yang buag aku daftarin ikut kompetisi soalnya judulnya


"Cinta yang Terbuang"

__ADS_1


Mampirr ya semuanya, dan jangan lupa tinggalkan jejak


Happy ReadingšŸ˜šā¤


__ADS_2