
Eval terkejut melihat adik yang
begitu di sayang nya terduduk lemas dengan mata yang sembab mungkin karena memang sudah menangis dari tadi fikir nya,dia lalu mendekat kearah adiknya dan duduk mensejajarkan dirinya dengan adiknya "Kau kenapa?Apa kau terluka?" Tanya eval,dia menatap adiknya dengan tatapan iba,apa yang di rasakan adiknya memang pernah ia rasakan dulu jauh sebelum ia menjadi nakal seperti sekarang Nindi mendonggakkan kepalanya
dan menatap lekat kakak nya
dengan mata berkaca kaca dan
senyum di paksakan dia menggelengkan kepalanya "Tidak
kak Aku Tidak papa"
"Kau tidak bisa membohongiku!Aku kenal dirimu sejak kecil!Ayo katakan ada apa?"Ucap eval sambil mengangkat wajah adiknya yang kembali menunduk agar
menatapnya,Tak terasa bulir air
jernih pun jatuh kembali Ke pipinya Eval yang melihat itu dengan sigap memeluk tubuh adiknya itu menyalurkan kehangatan dan semangat bagi adiknya sambil sesekali mencium puncak kepala adik nya "Berceritalah!Apa mereka menyakitimu lagi?Cepat katakan padaku" Dia pun tak bisa
membendung air matanya dia bisa
merasakan apa yang di rasakan
adiknya saat ini karna dia juga
pernah berada dalam posisi itu
"Kenapa kak?Kenapa mereka
membenciku?Mereka tidak pernah
menggap ku!mereka juga tidak
pernah menghargai ku kak
kenapa?Hiks hiks"
"Tenanglah sayang kakak
__ADS_1
menyayangimu,aku ada disini
untukmu tenaglah ya"Ucap eval
menenangkan,Namun tetap saja
Nindi menangis walau tidak lagi
terlalu histeris
"Mengapa aku terus hidup
menderita kak mengapa?Sejak kecil mereka tidak pernah menganggap ku,Kebahagiaan ku sirna kak semuanya telah hancur!Mengapa tuhan tidak adil
padaku?Kakek?Bahkan dia
mengambilnya dariku kak
mengapa?!"Lirih Nindi "Tuhan menyayangimu Nin,Dia tahu kamu anak yang kuat itu sebabnya
kakek,tuhan sayang pada kakek Dia tidak ingin kakek terus menderita karena penyakitnya,kau juga menyayangi kakek kan hm?"Ucap eval sambil terus mencoba menenangkan Nindi,Nindi pun mengangguk,melepaskan
pelukannya dan mengusap air
matanya "Terima kasih kak" Dengan senyum nya yang manis,Eval pun mengangguk lalu menyodorkan makanan yang tadi sengaja di bawanya untuk Nindi "Ini makanlah,kakak tahu kamu pasti belum makan kan?"
"Tidak kak,aku tidak lapar aku ingin tidur saja" ucapnya dengan senyum yang terus di paksakan
"Makanlah dulu!tidak baik tidur
dengan perut kosong cepat
makan!"Tegas Eval,Nindi hanya
menurut pasrah lalu mulai
memasukkan makanan kedalam
__ADS_1
mulut nya hingga habis tak
tersisa,eval yang melihat hanya
tersenyum miris "Maafkan aku tak
bisa selalu menjagamu Nin" Gumam nya lirih.
"Sekarang cepat tidur lah!Besok kau harus kesekolah!"Nindi pun mengangguk dan Eval bangkit dari duduk nya dan berniat pergi,baru saja dia akan melangkah kan kakinya suara adiknya mengurungkan niatnya "Kak eval mau kemana?"
"Aku mau ke dapur"Jawabnya datar
"Kakak tidak akan pergi
keluarkan?Ini sudah malam"Tanya
Nindi lagi Eval bedecak kesal " Aku akan keluar aku tidak akan tidur
disini!Jangan bilang pada ayah dan ibu kalau malam ini aku
pulang!Sudah tidurlah besok kau
harus sekolah,Jangan menghalangiku!"Ucapnya datar
namun terdengar seperti
mengancam,lalu berlalu pergi
meninggalkan Nindi di kamarnya
"Kak,kakak adalah kakak yang baik kakak nakal seperti itu hanya karena kurang kasih sayang dari ayah dan ibu sama sepertiku kak,aku sangat menyayangi kakak"Lirihnya,tak
terasa bulir bening itu jatuh kembali di pipi nya,Nindi pun mencoba memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Maaf ya Ini up nya langsung beberapa episod juga,Soalnya aku emang udah nulis nahkan nya,ya walaupun sedikit si,jadi aku cuma tinggal nyalin aja☺
Aku masih pemula jadi aku masih butuh masukkan dari kalian para readers ya:)
__ADS_1