Broken Child

Broken Child
Last Test


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat, hari- hari yang menengangkan telah mereka lewati dengan baik, hari ini adalah hari terakhir siswa-siswi kelas XII SMAN HARAPAN menjalani Ujian yang dianggap sebagai sebuah eksekusi mati.


" Hari ini kita ujian matematika ya?" tanya Melita ketika mereka berempat berkumpul, Berempat? tentu karena kali ini Alvian ikut bergabung dengan Nindi dkk, Nindi mengangguk sebagai jawaban


" Gue nyontek ya ntaar" ujarnya lagi sambil mengedip, ngedipkan matanya pada Nindi


"Iya, Iya kita liat aja ntar ya"balas Nindi


"Mati gue!" pekik Dimas tiba-tiba, sontak membuat kawan-kawannya menoleh


"Mati kenapa?" tanya Nindi


"Kaga ada yang bisa gue contekin Huhuhuu" jawabnya berpura-pura sedih


" Eh, ****! kan lo ada Vian ! kekasih gelap gue tercinta" ujar Melita menimpali " Dia kan smartt iya gak?" lanjutnya sambil menoleh pada Vian, Vian mengeritkan keningnya


"Gue?" ujarnya, dijawab anggukkan oleh Melita dan Dimas "Ogah gue kasih contekan sama dia! dia aja pelit banget sama gue" lanjutnya Datar


"Ayoolah bang, bantulah sobat mu inii" rengek Dimas, sambil bergelayit manja ditangan Alvian


"Apa si lo! lepasin gue! gue masih normal ya! tar kalo lo kaya gini disangka gue guy!" ujar Vian merasa risih


"Tali kasih gue contekan yaaa" balasnya memelas


"Gak!" tegas Vian dan pergi meninggalkan mereka berempat


"****** lo nyet!" ledek Melita sambil tertawa


Bel masuk pun berbunyi, semua siswa-siswi nampak memasuki ruangannya masing-masing

__ADS_1


# Di kelas Nindi


Nampak semua orang fokus mengerjakan soalnya sendiri, kecuali Melita, gadis itu kini nampak bingung mencari contekan, satu jam sudah berlalu namun ia sama sekali belum mengisi satu soal pun


"Ni soal kenapa pada susab banget si!" gerutunya "Wstt... Sttt..shttt Woy! Nin!" pekiknya tanpa suara "Tu anak pura-pura budeg lagi!" kesalnya


Pengawas yang mengawas mereka sedari tadi, nampak memperhatikan Melita yang sedang uring-uringan, ia pun mendekat kearah Melita dan menegurnya "Sedang apa kamu?! kenapa jawabannya masih kosong?!" Tegur pengawas


"Eh? ah ? hai bu?" balasnya cengengesan "Woy itu ibu nanya sama lo" lanjutnya dambil menyenggol teman sebangkunya


"Dia nanya sama lo!" balas teman sebangkunya


"Ah? masa si? emang iya ya? nanya dama gue?" ujar Melita pura-pura tidak tahu


"Kenapa malah berdiskusi!" tegas pengawas


"Yaiyalah sama kamu!" balas pengawas


"Oh, nanya apa ya bu? saya gak denger" ujarnya tanpa dosa


"Ini kertas kamu kenapa masih kosong?! kamu tidak mengerjakan?!" ujar pengawas mengulang pertanyaannya


"Euh anu bu, jawaban saya tadi di rebut bu sama dia" jawabnya sambil menunjuk ke teman sebangkunya


"Lho ko gue? nggak bu, saya gak rebut kertas jawaban dia kok, lagian kan kita beda kelas bu, masa iya si saya rebut jawaban dia" balas teman sebangkunya, Pengawas pun melotot kearah Melita


"Euh hhe ibu tenang aja ya" ujarnya menenangkan "S-saya udah ngerjain kok, cuma saya belum yakin aja sama jawaban saya, jadi saya tulis dulu di kertas kotretan ita kertas kotretan hhe"jawabnya berbohong


"Yasudah! cepat salin, sebentar lagi waktunya habis!" ujar Pengawas, lalu berlalu pergi berkeliling melihat-lihat anak-anak lainnya

__ADS_1


"Huufftt ****** gue! mana masih banyak lagi sial banget dah" umpat Melita


****


Waktu-Waktu menegangkan telah usai, kini mereka berempat tengah berkumpul dikoridoor sekolah


"Gila-gila kalian tau gak gue kesel banget sama nih bocah satu!" seru Nelita sambil melirik kearah Nindi


"Lu kenapa emang pir?" ujar Dimas menimpali


"Ini ni temen laknat lo inii masa iya si tadi pas gue panggil-panggil dia, dianya malah pura-pura budeg gitu!" balasnya kesal, Nindi hanya tertawa renyah mendengarnya


"Wah Wah Wah! terus lo gimana? ****** dong lo haha" ledek Dimas


"Ya guw cari contekkan lain lah! untung aja masih ada orang-orang baik!" jawabnya


"Untung aja gue selamat! Babang jambul kejengkangnya gue, ngasih gue contekan hahaa" ujar Dimas sambil menyenggol lengan Vian, Vian hanya berdecak kesal


"Ah! Udalah! yuk balik! cape gue! mumet nih otka gie mikir muluk" saru Nindi dan dijawab anggukkan ileh mereka berempat, dan merekapun pergi meninggalkan tempat eksekusi itu wk


Maaf ya author baru Up lagi 😢


Kasih semangat dong sama authornya biar akunya sering-sering Upnya


like nya, vote nya, sama ratenya banyakiiin laaah huaaa😭


Biar Aku semangat ngetik nyaaa


Happy reading yaa😭😍

__ADS_1


__ADS_2