Broken Child

Broken Child
Kelulusan


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, tak terasa kini perpisahan telah tiba, hari ini, adalah hari penentuan nasib Siswa - Siswi SMAN HARAPAN , hari ini pula merupakan hari paling menegangkan bagi mereka, dimana nasib mereka dipertaruhkan dalam hari ini.


"Gue dag dig dug beep" ujar melita alay


"lagak lo so so an tegang hahaha" cibir Dimas


"Eh gini-gini gue juga manusia ege!" balas Melita sebal


"Manusia apaan modelan kaya lo gini?! muka kaya curut got aja so so an ngaku jadi manusia hahaha" ledek Dimas, lalu berlari mengilingi Nindi untuk menghindari amukan Melita


"Sembarangan lo ya! cantik-cantik gini dibilang curut got hah?!" seru Melita, dan berlari mengejar Dimas


"Udah! Udah! Pusing ni pala gue! rasanya mau pecah tau gak!" lerai Nindi "Melita! Dimas!" lanjutnya tegas, sontak membuat mereka berdua menghentikkan aksinya


"Nah gitu dong!" seru Nindi


"Wuih gila ya bini gua hebat bener deh, bisa bikin mereka menciut haha" puji Vian meledek Melita dam Dimas "Apalagi ni si dugong, kok nurut banget ya hahaha" lanjutnya sambil tertawa terbahak-bahak, membuat Melita melongo


"Sialan lo!" umpat Dimas "Eh mak lampir lo kenapa melongo gitu, tu iler lo sampe mau netes!" seru Dimas, membuat Melita tersadar dari lamunannya


"Eh?! mana iler?" sahutnya sambil mengelap bawah bibir nya "Kaga ada ihs!" lanjutnya kesal


"Emang kaga ada hahaha! lagian lo ngapain liatin lakinorang segitunya" balas Dimas


"Eh iya soryu Nin, heran aja gue, baru pertama kali ini gue liat seorang Alvian tertawa terbahak-bahak karena hal konyol garing kaya gini, gue kira dia gak bisa ketawa" celetuk Melita


"Hahaha iya juga, bener apa kata si mak lampir" ujar Dimas menimpali

__ADS_1


"Sialan lo pada!" umpat Vian


"Udah! udah! jangan berantem! tuh liat yang lain udah pada ngumpul! kalo lo pada masih mau berantem silahkan! gue mau kesana!" tegas Nindi dan berlalu pergi bersama dengan Melita


...


Nampak semua siswa dan siswi yang berkumpul dilapangan sangatlah ricuh, saat satu persatu nama diantara mereka disebutkan.


"Sebelumnya saya ingin mwngucapkan selamat kepada kalian, terutama kepada sang juara kita, yang telah berhasil menduduki peringkat tertinggi ditahun ini" ujar pak kepala sekolah, nampak semua orang antusias saat kepala sekolah akan mengumumkan juara umum, yang menduduki peringkat tertinggi di SMAN HARAPAN "Kepada saudari Anindya Larasati, selamat karena kamu telah berhasil menduduki peringkat tertinggi ditahun ini, dan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, diharapkan kamu untuk naik kepanggung" lanjut kepala sekolah, dengan mata berkaca-kaca dan dengan perasaan haru Nindy pun naik kepanggung, lalu menjabat tangan kepala sekolah dan mencium tangannya.


Semua siswi juga nampak sangat antusias, ada yang ikut berbahagia, namun ada pula yang menatapnya dengan tatapan tak suka


"Wuuaaah gilaaa itu temen gueee hebatt bangettt waah guuuuud Niiin guuud" ujar Melita heboh


"Temen guee bukan temen lo!" sahut Dimas "Liat aja dia kan pinter kaga ke lo lolaa!" lanjutnya mencibir


"Ya kagak sih, tapi.. seenggajnya gue masih punya otak hahaha" sahutnya sambil tertawa


"Oh jafi maksud lo gue kagak punya otak hah?! Iya?!" kesal Melita


"Itu lo yang bilang ya bukan gue" balas Dimas


"Wuuah sialan lo!" umpatnya, Vian hanya menatap mereka acuh


Acara pengumuman pun selesai, seluruh kelulusan pun telah dibagikan, nampak semuanya bersorak bahagia, beberapa siswa melemparkan baju nya keatas langit sambil sesekali bersorak dan berjoget, lalu menyemprot-nyemprot kan cat pilok pada seragam siswa-siswi yang lain dan memberi tanda tangan disana, hal itu memang sudah dijadikan ciri khas saat sudah kelulusan, saat semua orang nampak gembira atas kelilusan mereka tak terkecualu Nindy and the gengs, tiba-tiba, pak kepala sekolah menghampiri Nindy


"Nindy? bisa kamu keruangan saya? ada sesuatu yang ingin saya bicarakan" ujarnya lalu melangkahkan kakinya "Euh, baiklah pak" balas Nindy lalu sambil mengikuti langkah kepala sekolah dibelakang.

__ADS_1


Sesampainya di ruang kepala sekolah, Nindy langsung dipersilahkan duduk, kini posisinya saling berhadapan, pak kepala sekolah tiba-tiba mengeluarkan beberapa map didalam lacinya lalu ditaruhnya dimeja tepat didepan Nindy, Nindy nampak bingung "Ini apa pak?" tanyanya


"Begini Nindy, karena kamu merupakan siswa yang paling berprestasu ditahun ini, beberapa donatur disekolah ini memberikan beasiswa kepada kamu, salah satunya universitas di Swiss, bagaimana? apa kamu berniat melanjutkan pendidikan kamu?" jelas pak kepala sekolah


"Pak, maaf sebelum nya bukannya saya menolak, tapi saya tidak bisa memutuskan ini sendiri, saya akan merundingkan hal ini bersama keluarga terlebih dahulu, apakah bapak bersedia memberi saya waktu untuk mempertimbangkannya?" balas Nindy sopan


"Baiklah, saya mengerti, tapi saya harap kami setuju, karena ini merupakan kesempatan emas bagi kamu, saya tunggu kabar baiknya ya Nindy" ujar kepala sekolah


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" pamitnya, lalu melangkah keluar dari ruangan itu.


-


-


-


-


-


Udah lama bangett ya aku gak up(


aku kemaren-kemaren sibuk up di " Magical Of Love" soalnya rencananya aku mau namatin itu duluu, Kalian kangen gak sama Nindy dan Vian? semoga kangen si ya😅


Kira-kira Nindy bakal terima gak beasiswa nya? hayooo tebaaakk nantikan terus kelanjutan kisahnyaa yaa


Semoga kalian suka sama ceritanya, jangan lupa Like, Vote, and Rate nya ya huaaa😢

__ADS_1


Selamat membaca😊


__ADS_2