brother complex

brother complex
BC 21


__ADS_3

Bosan.


Satu kata untuk tasya sekarang.


Sejak tadi pagi jam setengah tujuh ia sudah menunggu elina tapi tak datang datang.


Sekarang sudah jam delapan , menurut tasya sangat membosankan di kantor.


Tasya sejak tadi menunggu di sofa ruangan arkan.


Sedangkan arkan jangan di tanya lagi dia sedang sibuk dengan laptop dan berkas berkas yang tasya tidak tau untuk apa.


Tasya ingin segera melihat seperti apa rupa asli dari elina.


Tok'tok'tok'


(suara ketuk pintu).


Tasya yang mendengar ketuk pintu langsung berdiri.


"biar aku aja yang buka "ucap tasya berjalan dengan tidak santai nya ke arah pintu.


Saat tasya membuka pintu nya ternyata OB.


Ck, mana sih dari tadi di tungguin ga ada, batin tasya kesal.


" ada apa ya pa " tanya tasya ramah.


" ini bu saya mau mengantar kan makanan untuk pa arkan "ucap OB tak kalah ramah.


Tasya sedikit melotot kan mata nya ia di sebut ibu yang benar saja.


Arkan yang melihat wajah tasya seperti itu gemas sendiri.


" ya udah pa mana makanan nya"ucap tasya.


OB tersebut segera memberikan makanan nya kepada tasya.


"ya sudah kau boleh keluar "ucap arkan.


Setelah OB keluar tasya dengan cepat membuka makanan tersebut dan langsung memakan nya, ia belum sarapan karna buru buru.


Arkan menghampiri tasya.


" baby makan tuh pelan pelan ga akan ada yang ambil makanan kamu Kok " ucap arkan mengelus pipi tasya lembut.

__ADS_1


" abis nya laper "ucap tasya fokus pada makanan nya.


" tadi di rumah aku suruh sarapan dulu ga mau , kita tuh terlalu pagi ke sini nya baby, banyak pekerjaan yang belum datang "terang arkan.


Tasya berpikir sejenak, pantas saja elina belum datang ternyata diri nya terlalu pagi datang ke kantor arkan.


" mikirin apa hmm "tanya arkan membuyarkan lamunan tasya.


" ga mikir apa apa kok"elak tasya.


Dengan cepat tasya kembali ke aktivitas makan nya.


Selama tasya makan arkan hanya memperhatikan tasya saja.


Sedangkan tasya yang di perhatiikan arkan bodo amat, karna tasya sudah mulai terbiasa jika arkan memperhatikan nya.


Saat tasya hendak minum ada suara ketukan.


Tok'tok'tok'.


Dengan cepat tasya membuka pintu dan benar saja itu elina..


Tasya ingat wajah elina.


Tasya terkejut bukan main saat melihat pakaian elina.


Tasya benar benar mematung melihat penampilan elina.


Ini mau kerja atau mau ngedangdut sih. Gerutu tasya dalam batin.


Sedangkan elina melihat sinis ke arah tasya.


"jangan menatap tasya seperti itu elina "ucap arkan tegas.


Elina buru buru menormal kan mata nya.


" untuk apa kau ke sini aku belum memanggil mu, bukan "tanya arkan dingin.


Tasya mendengar ucapan dingin arkan bergidik ngeri..


" pa aku ingin mengajak mu sarapan bersama "ucap elina genit.


Rasa nya telinga tasya panas mendengar suara laknat elina.


" dia sudah sarapan "ucap tasya ketus.

__ADS_1


Belum arkan menjawan tasya sudah menjawab nya duluan.


" aku tidak bertanya pada mu " ucap elina tak kalah ketus.


Tasya menatap tajam elina.


" saya sudah sarapan, jadi kau keluar lah dari ruangan ku " ucap arkan menatap tasya.


Entah kenapa arkan muak melihat penampilan elina.


Elina tak bergerak dari posisi masih berdiri dan tidak bergerak ke luar ruangan.


Elina terus saja menatap arkan memuja.


Tasya yang melihat nya mendenngus keras.


Jadi segara menghampiri arkan dan memeluk nya manja.


Arkan yang di peluk pun membalas pelukan nya dengan senang hati.


"emm kak usir dia "ucap tasya manja dan sengaja mengeraskan suara nya.


Elian rasa nya ingin memjambak perempuan di depan nya.


" ok baby "ucap arkan mengecup bibi tasya.


" elina keluar dari ruangan saya sekarang "ucap arkan tegas.


Tasya memberikan tatapan mengejek.


Elina kesal setengah mati.


Dan langsung keluar ruangan arkan.


Permainan di mulai, ucap tasya dalam batin nya.


**Hai gimana


Double up nih.


Gaje ya wkwkwkwk maafin yah.


Maaf kalau typo.


Tinggal kan jejak ya.

__ADS_1


Jangan jadi pembaca gelap ok ok ok.


❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**


__ADS_2