brother complex

brother complex
BC 23


__ADS_3

"elina ambilin kertas".


"elina ambil majalah ".


" elina pulpen warna biru mana".


"elina notebook ".


" elina aku ingin susu panas cokelat ".


" elina di ujung itu kotor tolong sapukan".


"elina tolong cas sin handphone ku ".


" elina nyalakan tv".


"elina, elina, elina ".


Dan masih banyak lagi, sejak tadi tasya memerintah elina untuk ini untuk itu.


Arkan tak mau ambil pusing dengan sikap tasya, menurut arkan sikap tasya wajar jadi untuk apa di marahi.


Sedangkan elina jangan di tanya lagi, dia sudah tak tahan dengan sikap tasya, ingin rasanya bertahan siapa tasya.


Elina baru saja duduk di sofa.


"elina kau jelek sekali "ucap tasya dengan santai.


Tak terima di kata kan jelek elina tanpa sadar mengebrak meja.


Tasya melototkan mata nya.


Apa apaan main gebrak meja. Batin tasya.


" aaa Honey masa dia gebrak meja dia ga suka sama aku huwaaaa "ucap tasya di buat buat sedih.


Arkan mengelus punggung tasya, karna sejak tadi tasya duduk di pangkuan nya.


" stt, dia suka kok sama kamu, mungkin dia lagi pms baby " ucap arkan.


"oh iya yah kan elina jelek apa lagi kalau pms pasti nambah jelek" ucap tasya sambil memeluk tubuh tegap arkan.


Elina benar benar di buat marah oleh tasya, wliam pastikan tasya mendapatkan balasan dari semua ini.


"aku mau makan siang "ucap tasya tiba tiba..


" mau makan di mana hmm " ucap arkan lembut.


" di kantin kantor kamu aja Ya " ucap tasya.


" ya udah yu, mau di gendong atau jalan sendiri "tawar arkan..


" jalan aja ah"ucao tasya sambil berdiri dari posisi duduk nya.


Saat arkan berdiri tasya langsung memeluk lengan arkan.


"emm ajak elina ya "ucap tasya.


Arkan hanya mangut mangut saja.

__ADS_1


" eh elina ayo "ucap tasya ketus.


Arkan dan tasya berjalan ke arah kantin kantor yang berada di lantai dua.


Banyak pasang mata yang memperhatikan tasya dan arkan.


Ada tatapan iri, memuja, dan sinis.


Tapi arkan dam tasya tak menghirau kan mereka semua.


Lebih memilih melanjutkan jalan nya.


"nah baby mau makan Apa " tanya arkan.


" emm aku mau nasi goreng kaya nya enak "ucap tasya.


"bentar aku pesen duku" ucap arkan.


"eh jangan suruh elina aja "sela tasya.


" elina nasi goreng dua, cepatan"ucao tasya.


Elina memutar bola mata nya malas dan langsung beranjak dari kursi nya untuk memesan makan.


Lima belas menit berlalu dan elina datang membawa kan pesanan tasya, arkan dan makanan nya.


"Mana mana aku laper"ucap tasya tak sabaran.


"sabar baby, ga akan ada yang ambil kok makanan nya"ucap arkan sambil mengecup pipi tasya cepat.


Tasya langsung memakan makan nya dengan lahap.


Tak sampai lima menit makanan tasya sudah habis.


" hehehe laper"jawan tasya dengan cengiran nya.


"aku mau ke toilet ya kebelet mau pipis"ijin tasya pada arkan.


"mau aku anter"tawar arkan.


Yang langsung di tolak oleh tasya.


Kesempatan bagus. Batin elina.


Tak lama tasya pergi, elina ijin ke toilet.


Tasya sudah selesai membuang air kecil nya.


Dan berniat untuk cuci tangan .


"oh ini jalang nya pa arkan "ucap elina di yang sudah berada di belakang tasya.


Tasya melihat elina dari kaca.


" maksudnya apa "jawab tasya.


" iya lu jalang nya pa arkan kan dasar cewe murahan lu goda pa arkan terus kan makan nya dia mau nempel sama lu"ucap elina.


Tasya membalikkan tubuh nya agar menghadap ke arah elina.

__ADS_1


"di sini yang murahan siapa ya, aku atau kamu "tanya tasya.


" ya lu "ucap elina menunjuk ke arah tasya.


Tasya yang di tunjuk pun menaikkan sebelah alis nya.


" gitu ya, murahan mana sama orang yang tiap hari nya ngirim foto tanpa busana ke arkan hah"sentak tasya.


Elina terkejut tau dari mana ia selalu mengirimkan foto foto tanpa busana pada arkan.


"lu pasti buka buka handphone nya pa arkan kan, ga sopan lu itu cuman jalang nya tapi kok ngelunjak "ucap elina.


" kalau aku pacar nya gimana "tanya tasya santai.


Elina tertawa keras.


" ga mungkin lah mana mau pa arkan mau sama lu, badan aja kecil gitu "ejek elina.


" oh ya "ucap tasya melipat kedua tangan nya di depan dada.


" perlu bukti kalau aku pacar arkan "ucap tasya.


" ga usah halu lu"ejek elina.


"gimana kalau bener, kamu harus keluar dari kantor ini saat ini juga "ucap tasya.


" ga mungkin lu itu paling jalang nya pa arkan doang, pa arkan ga selera kali kalau lu jadi pacar nya, ga waras ya lu ngaku ngaku jadi pacar nya pa arkan "ucap elina dengan nada yang tinggi.


" cih jalang kok teriak jalang "desis tasya yang sudah muak dengan tingkah elina.


Elina tak tak terima pun dengan cepat melayangkan tangan ke pipi tasya.


Plak'


Tasya memegang pipi nya yang terasa panas.


Ini pertama kali nya ia di tampar.


Bahkan mama, papah dan arkan pun tak pernah memukul nya apa lagi menampar.


Bahkan tasya menangis sudah menangis sekarang.


"kenapa kok nangis hah, ga bisa balas iya lemah dasar "ucap elina.


" oh ya dan gue mau balas perbuatan lu yang nyuruh nyuruh gue kaya baby tadi "ucap elina.


Elina mau menampar pipi sebelah tasya lagi.


Belum sempat tangan elina mendarat di pipi tasya.


Ada tangan yang menghentikan elina.


" ***** ".


**Hai double up nih.


Gimana nambah gaje atau gimana ceritanya.


Tinggal kan jejak ya.

__ADS_1


Jangan jadi pembaca gelap.


❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**.


__ADS_2