brother complex

brother complex
BC 36


__ADS_3

Lain tempat di kampus arkan lebih tepat nya kelas arkan.


Kelas arkan tampak sepi karna kelas belum di mulai.


Sedang asyik asyik nya mengobrol dengan William.


"sayangg"teriak laura.


Arkan yang mendengar nya pun pura pura tak mendenga memilih untuk memainkan handphone nya.


Sedangkan William yang mendengar suara cempreng nan sok manja itu menutup kedua telinga nya.


Tanpa malu laura duduk di sebelah arkan dan bergelayut manja di tangan arkan.


Tak segan segan arkan mendorong laura hingga laura terjatuh ke bawah.


"akh kamu kasar banget sih"rutuk laura sambil berdiri.


"makan nya jangan ganjen "ucap William.


" heh siapa yang ganjen "ucap laura tak terima di sebut ganjen.


" mana ada maling ngaku"sindir William.


"sayang belain aku dong masa temen kamu ngatai aku ganjen "ucap laura manja.


Namun tak ada sahutan dari arkan.


Arkan masih sama memilih memainkan handphone nya.


" hahahaha kasian nya di abaikan "ledek William.


" heh, gua tuh ga ngomong ya sama lu dari nyaut mulu"kesal laura.


William memilih tak menjawab ucapan laura.


"ish kok pada diem sih"ucap laura.


Masih tak ada jawaban dari arkan dan William.


Karna kesal sendiri laura memilih pergi meninggalkan kelas.


Setelah melihat laura pergi, arkan langsung mematikan handphone nya.


"jalang"umpat arkan dengan suara dingin nya.


"setuju tuh gua, masa semalam gua liat dia sama om om di club " ucap William.


" ga usah di bahas ga penting "ucap arkan.


William sih hanya bisa mengut mangut saja.


" hari ini cuman kelas pagi aja Kan " tanya arkan.


" ya kenapa "tanya William.


" ga gua mau langsung pulang, ada yang mau gua urusin"ucap arkan.


~


Bosan.


Satu kata yang sedang tasya rasa kan.


Bagaimana tidak bosan sekarang pelajaran matematika.

__ADS_1


Sudah di pastikan otak tasya rasa nya ingin meledak.


Tasya mendesah pelan saat melihat jam masih menunjukan pukul 11:24.


Kapan penderitaan ini berakhir. Batin tasya berteriak .


Kalau Lisa jangan di tanya dia sedang menahan kantuk nya.


Mendengar guru menjelaskan bagaikan sedang di dongeng kan.


Tasya berharap ada yang menolong nya dalam situasi seperti ini.


Tok'tok'tok.


Seketika guru tersebut berhenti menjelaskan dan membuka pintu kelas.


"siapa Ya " tanya guru tersebut.


" saya wali nya tasya, ada urusan mendadak jadi saya ijin membawa tasya pulang bisa nu " tanya arkan.


" ya tentu,, bentar saya panggil dulu tasya nya "jawab guru tersebut.


" tasya sekarang ambil tas kamu, ada yang jemput kamu kata ada urusan mendadak "beri tahu guru tersebut.


Dengan semangat tasya memasuk an buku buku nya ke tasya.


Dengan cepat tamat berjalan dan menyalimi guru tersebut.


Sebelum keluar dari kelas tasya tersenyum mengejek pada Lisa.


" kenapa kamu jemput Aku " tanya tasya.


Arkan tersenyum lembut.


" baju buat apaan"tabya tasya lagi.


Arkan mengigit bibir nya gemes.


"kita kan minggu depan mau nikah baby"ucap arkan.


"oh iya yah " ucap tasya sambil menepuk jidat nya kencang.


" kamu apa apaan sih,jidat kamu bisa sakit kalau kami kaya gitu "ucap arkan sambil mengelus jidat tasya.


" perhatian banget sih "ucap tasya.


" ya iya lah aku gitu "sombong arkan menjawil hidung tasya.


Dan mereka melanjutkan kan jalan nya.


~


BUTIK ANEKSTA.


butik ternama, baju yang di buat pun berkualitas tinggi, di bus oleh perancang baju terkenal.


Harga dalam butik ini berfantasis.


" selamat datang tuan dan nyonya"ucap salah satu staf.


"ada yang bisa saya bantu "lanjut staf tadi.


" ada, saya ingin gaun pengantin dan tuxedo yang terbaik"ucap arkan datar.


"baik untuk gaun pengantin saya ada beberapa pilihan yang terbaik dan indah, mari saya antar tuan nyonya"ucap staf tadi dan berjalan ke dalam suatu ruangan.

__ADS_1


"sayang kamu duduk dulu aja di sini aku nyoba baju dulu "ucap tasya sebelum masuk untuk memilih dan mencoba gaun pengantin.


Arkan menuruti nya duduk di sofa yang sudah di sedia kan.


" nah nyonya di sini ada beberapa pilihan gaun silahkan di coba "ucap staf dan menunjuk beberapa gaun yang terbaik dan sangat indah.



Tasya memandangi gaun yang indah di hadapan nya.


" aku ingin mencoba yang ini "ucap tasya sambil menunjuk ke arah gaun tersebut.


" baik "ucap staf.


Dan tasya mulai mencoba gaun tersebut.


Rasanya gaun ini cocok untuk tasya sangat pas.


Tasya keluar dari ruang gantu dan berjalan menuju arkan.


" sayang "panggil tasya.


" ya ad--"ucap arkan terputus saat melihat tasya menggunakan gaun yang indah tersebut.


"kamu kenapa liatin nya gitu jelek ya ucap tasya menunduk.


"no baby, kamu sangat cantik menggunakan gaun itu "ucap arkan sambil mendekati tasya.


" benarkah, berarti aku ambil yang ini Ya " ucap tasya penuh semangat.


" ya baby "ucap arkan tersenyum lembut.


" em ya udah aku ganti dulu baju aku sekarang kita pilih tuxedo yang pas buat kamu "ucap tasya sebelum meninggalkan arkan untuk ganti pakaian nya.


Setelah tasya berganti pakaian, tasya mengajak arkan untuk memilih tuxedo yang pas untuk arkan.


Tasya tampak serius memilih tuxedo untuk arkan.


Bahkan arkan di suruh mencoba seluruh tuxedo yang ada di butik ini.


"nah yang ini bagus menurut ku "ucap tasya senang.



" kau pasti sangat keren memakai ini "ucap tasya senang.


"apa pun yang membuat mu senang akan aku turuti baby" ucap arkan.


"aku jadi ga sabar nunggu minggu depan "ucap tasya.


" aku pun baby"ucap arkan.


**Hal kalian.


Triples up nih baik kan aku.


Gimana nih gaje kah atau jelek kah**.


**Sorry kalau ada typo ya.


Tinggal kan jejak kalian ok.


Jangan jadi pembaca gelap ok


❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**

__ADS_1


__ADS_2