
BONCHAP...
19 tahun kemudian....................
"ella dave turun ayo makan sudah waktunya sarapan "teriak tasya dari bawah.
Dengan cepat dua remaja tersebut turun dari lantai atas.
" sabar dong bun jangan teriak teriak "ucap dave.
" kalau ga gitu kalian ga akan turun "sungut tasya.
" bun aku ga mau makan "ucap ella.
" loh kenapa sayang "ucap arkan dan tasya bersamaan.
Ya ella dan dave adalah anak dari arkan dan tasya.
Umur ella tahun ini tepat delapan belas tahun sedangkan dave tepat sembilan belas tahun.
Mereka beda satu tahun saat sudah melahirkan dave setahun kemudian tasya melahirkan ella.
" aku ga mau bun yah kemarin aku cek berat badan aku, berat badan aku enam puluh kilo aku minder aku gemuk "ucap ella.
Arkan tasya dan dave yang mendengar ucapan ella pun sedih karna ella selalu tidak mau di ajak makan kata ella dia sudah gemuk takut nambah gemuk.
Yap ella berbeda dengan dave, berat badan dave normal tinggi badan normal.
Entah kenapa ella berbeda, ella bisa di katakan gemuk dan pendek.
Arkan dan tasya pun bingung mengapa ella berbeda.
" adik nya kakak yang imut jangan gitu dong kamu itu ga gemuk kok kamu cantik "hibur dave.
Ella memandang dave dengan mata berbinar nya.
" bener kak"ucap ella antusias.
Dave tersenyum lembut.
"iya masa kakak boong sih "ucap dave menjawil hidung ella.
Arkan dan tasya melihat dave yang dewasa menyikapi ella adik nya.
" ya udah sayang makan Yu " ucap arkan.
Dave dan ella langsung memakan sarapan nya dengan lahap.
Apa lagi ella yang sudah menghabiskan dua piring sekali gus.
Arkan tasya dan dave yang melihat tingkah ella tersenyum.
Mereka bertiga sangat senang jika ella makan banyak dari pada ella harus murung.
Setelah sarapan selesai.
Dave dan ella pamit untuk ke kampus.
Menggunakan mobil dave.
__ADS_1
"kak ga mau masuk kuliah ah " ucap ella saat berada di mobil.
" hei denger in kakak ngapain malu kamu itu cantik imut oke, kalau mereka ngomong yang aneh tentang kamu bilang ke kakak Ya " ucap dave.
Ella langsung meng iya kan ucapan kakak nya ini.
Setelah sampai kampus dave dan ella di sambut riuh lebih tepat nya dave yang di sambut riuh oleh oleh mahasiswi.
" **AH KAK DAVE GANTENG BANGET DEH "
" DAVE KAMU COOL"
"YA AMPUN DAVE SUMPAH CUTE COOL GITU"
"DAVE KAMU KAPAN JADI PACAR AKU**".
Teriakan demi teriakan terdengar jelas di telinga dave.
Dave benar benar muak dalam situasi seperti ini.
Dave benci.
Dengan cepat dave menarik pelan lengan ella.
Tujuan dave mengantar ella ke kelas nya.
Dave dan ella beda jurusan.
Dave mengambil jurusan kedokteran sedang kan ella mengambil jurusan psikologi.
Saat perjalanan menuju ke kelas ella banyak yang mencibir ella.
Mendengar ucapan ucapan yang membuat adik nya sedih membuat dave naik pitam.
Rasa nya dave ingin menampar mulut mulut perempuan sialan tersebut.
Dave tau pasti adik nya ini sangat sedih.
Dengan segera dave mengecup pipi gembul adik nya.
"jangan si denger ya "ucap dave.
Ella hanya tersenyum paksa.
Dave dan Ella melanjutkan jalan nya.
Lain di tempat.
Tasya sangat sedih ella sangat berbeda.
" mas aku takut ella kenapa harus ella yang ngerasain ini semua "ucap tasya pada arkan.
Sejak kecil ella sudah mempunyai bertanya badan yang berbeda dari anak lain nya.
Bahkan saat ella berumur sembilan tahun pun berat badan ella sudah mencapai empat puluh lima kilo.
Arkan yang mendengar istrinya sedih pun menarik nya ke dalam pelukan nya.
" stt udah ya ini tuh takdir berarti ella itu spesial kamu jangan sedih terus ya kita harus buat ella semangat ga sedih oke "ucap arkan.
__ADS_1
Tasya hanya bisa menggangguk.
" mas "panggil tasya.
" ya " jawab arkan.
" aku takut ga ada yang suka sama ella "ucap tasya.
" ga boleh ngomong gitu sayang pasti ada yang suka kok sama ella, ella itu cantik imut"ucap arkan.
"mas gimana kalau kita jodohin ella sama anak nya Lisa aja gimana, pas banget anak nya Lisa hari ini pulang dari Jerman dia udah selesai kuliah nya "ucap tasya penuh semangat.
" kalau ella ga setuju gimana"tanya arkan.
"pasti mau mas, orang mereka pas kecil deket Kok " ucap tasya.
" ya itu kan pas kecil siapa tau aja anak nya Lisa udah punya pacar bahkan istri "ucap arkan.
" ga mas aku tau Lisa selalu cerita kok dia itu belum punya pacar, ya mas mau ya aku mau yang terbaik buat ella mah " rengek tasya.
Arkan menghela nafas nya pelan.
" iya deh demi kamu baby "ucap arkan.
Tasya memekik senang dan memeluk arkan.
Dengan cepat tasya menelepon Lisa.
**Hai kalian semuanya.
Ini part terakhir ya di BROTHER COMPLEX.
Maafkan jika Part ini gaje wkwk biarkan lah saya ini yang nulis benar kan.
Ga maksa juga buat baca oke oke.
Eh malah marah marah hehhe..
Udah udah bikin nih novel aku mau bikin saquel nya.
Yang pasti nak nentang in ella dong kalau yang dave nanti aja ya udah yang ella hehehe.
Bye bye kalian yang setia baca cerita ini.
Dan selamat datang kalian yang mau baca cerita ella hehhe.
Udah ah segini aja..
Eh btw maaf kalau ada typo ya maklum manusia pasti ada salah nya kok.
Jangji lupa ya tinggal kan jejak kalian.
Jangan jadi pembaca gelap gulita wkwkkw...
BYE.
LOVE YOU KALIAN..
❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**
__ADS_1