
Arkan senang sekaligus bingung hari ini tasya sangat posesif pada diri nya.
Tasya terus saja di samping arkan tidak mau beranjak ke mana pun.
Sekarang tasya sedang duduk di atas pangkuan arkan.
Biasa nya arkan yang memaksa tasya agar duduk di pangkuan nya.
Tapi sekarang tasya dengan sendiri nya duduk di pangkuan arkan dan mendusel di dada bidang arkan.
Dan jangan lupa kan, tasya menjadi sangat manja.
Setan apa yang merasuki tasya hingga tasya menjadi apa yang arkan mau.
Penurut, manja, diam, dan tidak membangkang itu lah arkan mau dari tasya.
"honey, mau es krim "ucap tasya manja.
Arkan sangat senang mendengar suara manja dari gadis nya ini.
Arkan mengecup bibir tasya gemas.
"tapi jangan banyak banyak, ya" ucap arkan lembut.
"hmm, tapi aku ga mau kamu nyuruh ob yang beli nya "ucap tasya.
" terus aku harus nyuruh siapa, oh atau kamu mau aku yang beli" tanya arkan.
Arkan tidak masalah jika tasya menyuruh nya apa saja arkan turuti.
"ga boleh kamu di sini aja sama aku, kamu suruh sekretaris kamu aja "ucap tasya.
" ya udah aku panggil dulu "ucap arkan.
Arkan tak bisa menolak keinginan tasya.
Karna tasya adalah hal berharga yang harus ia jaga dan manjakan.
Arkan segera memanggil tasya melalui telepon kantor.
Tok'tok'tok.
" masuk"ucap arkan.
Elina masuk ke dalam ruangan arkan dan betapa terkejut nya diri nya melihat arkan memangku perempuan.
Setau Elina arkan itu tak tersentuh ia goda pun tak mempan.
"loh pa kok dia duduk di pangkuan bapa "ucap Elina kesal.
" memang nya kenapa "ucap tasya.
Tasya menyela arkan duluan.
" ya ya..aa ini kan kantor masa di kantor ada seperti kan tidak pantas "ucap Elina sedikit bingung.
Ia mencari alasan yang bagus agar perempuan itu pergi dari kantor arkan.
__ADS_1
" memang nya kau siapa melarang dia duduk di pangkuan ku"ucap arkan dingin.
Tasya senang arkan berucap dingin pada Elina.
Tasya mengecup rahang arkan.
Elina kesal melihat adegan di hadapan nya.
"honey es krim rasa vanilla tapi ingin yang di Cafe pelangi nya suruh dia"ucao tasya menunjuk ke arah Elina.
Elina menatap tasya sinis yang benar saja Cafe pelangi itu jauh.
"tolong belikan saya es krim rasa vanilla 1 porsi kecil di Cafe pelangi "titah arkan.
" ga mau tau sepuluh menit harus udah ada es krim nya "ucap tasya tak terbantahkan.
" kau dengar itu elina "tanya arkan.
" ya pa saya permisi "ucap elina keluar ruangan dengan perasaan kesal setengah mati.
Memastikan elina telah pergi, rak bertanya pada tasya.
" kamu kaya ga suka gitu sama elina kenapa hmm " tanya arkan mengelus pipi tasya.
" aku ga suka sama dia"ucap tasya seadanya.
Arkan hanya mangut mangut tanda mengerti, ia juga setuju dengan ucapan tasya arkan pun sama tak suka pada elina.
Arkan mengecup kening tasya lembut dan melanjutkan kan pekerjaan nya yang tertunda tadi.
Sepuluh menit berlalu tapi elina belum datang.
"mana sih lama banget "ucap tasya kesal.
" sabar baby mungkin dia sedang di jalan "ucap arkan menenangkan tasya.
" pokok nya aku ga mau tau ya kalau dua menit dia ga ada, aku ga mau ketemu kamu tiga hari "ancam tasya.
Arkan gelagapan.
Dengan cepat ia menelepon elina.
" dimana "ucap arkan to the point.
"........."
"cepat ke sini jangan lama "ucap arkan sembari memutuskan telopon nya dengan elina.
" nah baby di sedang di lift menuju ke sini "ucap arkan.
Tok'tok'tok.
" masuk" ucap arkan
"mana pesenan nya " pintar tasya.
Dengan kesal elina menghampiri arkan.
__ADS_1
Tasya langsung merebut bungkus yang berisi es krim vanilla kesukaan nya.
" emm honey gimana kalau dia kerja nya di ruangan kamu aja, aku mau liat kerja nya bagus ga"perintah tasya.
"memang nya kenapa kan dia punya ruangan kerja nya sendiri baby " terang arkan.
Arkan tak mau di ganggu ia ingin berduaan dengan tasya.
" pokok nya dia di sini tapi duduk di sofa situ "ucap tasya menunjuk ke arah sofa.
" ya sudah, elina untuk hari ini saja kau pindah ke ruangan ini "ucap arkan.
" baik pa " jawab elina genit.
Tasya muak mendengar suara laknat elina.
" ya sudah kau boleh keluar dan ambil pekerja mu kerjakan di sini" titah arkan.
Elina keluar dari ruangan arkan untuk mengambil berkas berkas yang akan di kerjakan.
"kamu kenapa sih Baby kenapa dia di suruh pindah ke sini " tanya arkan bingung.
" liat aja nanti "ucap tasya sambil memakan es krim nya.
Setan tasya menghabiskan es krim nya, tak lama kemudian elina datang.
Nah kesempatan bagus, batin tasya.
Elina mulai melakukan pekerjaan nya.
Sesekali melirik ke arah arkan.
Tasya mendengus melihat elina mencuri pandang pada arkan.
Dengan cepat tasya mengecup pipi arkan berkali-kali.
Tasya memberikan tatapan mengejek pada elina.
Arkan di buat bingung oleh tasya.
Karna tasya terus saja mencium pipi nya dan rahang nya.
Tapi arkan menikmati nya.
Sial gue balas lu jalang.batin elina.
.. **Hai aku pagi pagi udah up.
Wkwkkw maaf kan kalau gaje
Dan maaf kalau ada typo ok
Kayak nya beberapa part ke depan bakan nentangin persaingan tasya dan elina deh.
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya
Jangan jadi pembaca gelap ok ok ok.
__ADS_1
❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**