brother complex

brother complex
BC 27


__ADS_3

"eh mama kenapa mama di sini" ucap tasya gugup.


Mama menyelidik tasya dari bawah sampai atas.


"malah nanya mama ngapain di sini, terus itu kamu ngapain pakai jaket nya kak arkan "tanya mama menyelidik.


Tasya benar benar bingung harus menjawab apa.


Rasa nya tasya ingin menghilang kan diri dari rumah ini.


" emm...mmm itu mah Itu " ucap tasya tak benar saking gugup nya.


" emm emm itu itu, apa "tanya mama.


" oh iya itu mah, kan tadi aku nganterin oleh oleh dari mama papa ke kamar kak arkan terus aku minjem jaket kak arkan gitu mah"jelas tasya.


"ya terus perasaan mama kan nyuruh nya setengah jam yang lalu kok baru sekarang keluar kamar nya "tanya mama.


Kalau boleh tasya rasa nya ingin memarahi mama nya ini tapi tak boleh karna ini mama nya yang tercinta.


" oh itu aku baru ke kamar nya, tadi waktu aku ke atas ga langsung ke kamar kak arkan tapi ke kamar aku dulu, gitu mah "ucap tasya menjelaskan.


Mama hanya mangut mangut saja.


"ya terus kenapa di pakai sekarang jaket nya "tanya lagi mama.


" oh tadi nak mau coba aja eh anget jadi nya di pakai sekarang aja deh, ya udah mah aku ke kamar ya nya " ucap tasya sambil berlari ke arah kamar nya.


Sedangkan mama nya sedang di buat bingung oleh tingkah anak nya ini, jadi penasaran dengan tingkah aneh anak nya.


Tasya yang sudah di dalam kamar nya pun segera mengunci pintu nya.


Dan berjalan ke arah kaca, membuka jaket arkan dan menampakkan bercak merah yang sangat banyak.


Tasya menghela nafas kasar.


"ini ilang nya kapan, ck arkan awas aku balas "ucap tasya sambil mengelus area dada dan leher nya yang merah merah.


Tak mau ambil pusing tasya segera tidur, ia tak mau di ajak makan malam takut di tanya tanya lagi.


Lebih baik kan ia tidur saja, dan untung nya kamar sudah di kunci.

__ADS_1


Dan untung nya lagi besok minggu di sini rasa nya rasa mendapatkan sebuah keuntungan dan kerugian.


~


Tok'tok'tok.


"TASYA BANGUN KAMU, MALAM KAMU GA MAKAN SAYANG SEKARANG WAKTUNYA SARAPAN TASYA "teriak mama yang sejak tadi mengetok pintu dengan kencang.


Sedangkan tasya jangan di tanya lagi.


Tasya benar benar bingung di buat nya.


Arkan berengsek. Umpat tasya kesal.


Ini kali pertama nya tasya mengatakan arkan berengsek.


Tasya sejak tadi mondar mandir tak jelas di depan kaca, ia bingung cara menutip bercak bercak merah ini.


Sampai tasya melihat ke arah meja rias nya.


Foundation ya bener. Batin tasya.


Kenapa ga dari kemarin malam saja ia menggunakan foundation di bagian leher dan dada nya yang terdapat bercak merah.


Tasya tersenyum bangga, akhirnya bercak merah itu susah menghilang.


Tasya berjalan ke arah pintu dan membuka kunci pintu nya.


Dan mama nya sudah tak ada di depan pintu nya.


Mungkin mama nya ada di meja makan.


Tasya menuruni tangga.


Dan dapat tasya liat mama, papa, dan arkan sudah berada di meja makan sedang memakan sarapan nya.


"hai semua "teriak tasya sambil duduk di kursi sebelah arkan.


" kamu malam kok ga makan malam terus tadi mama teriak teriak ga di buka pintu nya "ucap mama menatap tajam tasya.


Tasya yang di tatap tajam pun hanya cengengesan tak jelas.

__ADS_1


" oh itu mah malam aku nonton drakor iya drakor "alasan tasya.


" bukan nya kamu ga suka drakor ya kamu kan suka nya film kartun dan film barat bukan "ucap papa menyela.


" oh itu pah aku nyoba aja nonton drakor penasaran aku"alasan tasya lagi.


"lain kali,kalau nonton tau waktu sayang " ucap papa.


" iya pa".


Sedangkan arkan dia hanya memperhatikan leher dan dada tasya.


Kok karya gua ga ada ya padahal gua udah bikin maha karya yang dahsyat di leher dada tasya, ck. Batin arkan kesal ia sudah cape cape bikin karya yang bagus dan indah dan kenapa sekarang menghilang.


Tasya yang menyadari arkan memperhatikan leher dan dada nya pun dengan segera menginjak kaki arkan keras.


"akhhhh" teriak arkan mengelegar.


Mama dan papa sampai tersedak,fengan cepat tasya memberi minum.


"kamu apa apaan arkan teriak tiba tiba "rutuk papa.


" ah ga pah ini tadi ada semut yang gigit "alasan arkan.


" sama semut aja teriak nya kenceng banget, lemah"remeh mama.


Arkan menatap tajam tasya dan tasya juga menatap tajam arkan.


Tasya kesal dengan arkan dan arkan pun kesal dengan tasya.


Ini balasan untuk yang malam dan untuk yang sekarang.


Tasya benar benar akan membalas arkan.


**Hai gais gimana part ini gaje ya moonmaap aja ya.


Ok sorry kalau typo.


Tinggal kan jejak ya.


Jangan jadi pembaca gelap.

__ADS_1


❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**


__ADS_2