brother complex

brother complex
BC 24


__ADS_3

Kok lama. Batin arkan.


Sejak tadi arkan sudah menghabiskan makanan nya.


Perasaan arkan toliet deket dari kantin tapi kenapa tasya lama.


Dan elina juga belum kembali dari toliet.


Perasaan arkan mengatakan bahwa ada yang tak beres, ia segera berlari ke arah toliet perempuan.


Dari luar pintu arkan mendengar suara elina yang menghina hina tasya dan lebih parah nya mengatakan tasya jalang, dan juga menampar tasya nya.


Emosi sudah menguasai arkan sepenuhnya, dengan penuh kemarahan arkan membuka pintu toliet.


Arkan melebar kan mata nya saat elina akan melayang kan tamparan pada tasya.


Benar benar harus di hentikan.


Arkan menahan tangan elina agar tidak menampar tasya.


"jalang"desis arkan menatap tajam elina.


Arkan dapat melihat wajah ketakutan elina.


Dengan tidak berperasaan arkan mendorong elina ke lantai.


Arkan berjongko do hadapan elina.


Dan menarik rambut elina dengan kasar.


"tidak tau malu, detik ini juga lo pecat, dan gue pastikan ga akan ada perusahaan yang mau nerima lo"ucap arkan penuh penekanan.


Arkan sudah kalap hingga ia tidak berbicara formal.


Dengan kasar arkan menampar elina.


Plak'


"akhh, ampun j... Jan...gan pecat saya hiks.. Hiks... "ucap elina memohon.


Arkan tak mau mendengar kan ucapan elina keputusan nya sudah mutlak.


Arkan berdiri dari posisi nya.


Arkan dengan sigap menggendong tasya ala Bridal style. (gini bukan sih nulis nya)


Tasya masih dalam keadaan shok, pasal nya ini pertama kali nya ia di tampar.


Mungkin lebay tasya, tapi itu kenyataan nya.

__ADS_1


Sebelum pergi dari toliet, arkan menatap datar elina yang tengah menangis.


Arkan tidak peduli yang arkan peduli kan sekarang adalah tasya, gadis nya.


Arkan membawa tasya menuju ke mobil nya.


Arkan tidak mau jika tasya berlama lama di kantor nya.


Selama perjalanan tasya menangis.


Mungkin karna kelelahan menangis sekarang tasya tertidur dengan pulas.


Arkan membawa tasya ke dalam kamar nya.


Dan menidurkan tasya di kasur King size arkan.


Dapat di lihat sudut bibir tasya memar.


Melihat nya saja arkan sudah geram ingin membunuh elina.


Apa jalang sialan itu menampar mu sangat keras baby.batin arkan.


Arkan terus saja mengelus pipi dan sudut bibir tasya yang memar.


Arkan memutuskan ikut berbaring di sebelah tasya.


Dan mendekap nya dengan erat seakan tak mau kehilangan.


Arkan langsung menenangkan tasya agar kembali tidur.


"stttt, tidur baby " ucap arkan tepat di telinga tasya.


Dan benar saja tasya kembali tenang dan kembali tertidur.


Terus menerus memperhatikan tasya itu yang di lakukan arkan.


Sampai arkan memutuskan ikut menyusul tasya ke alam mimpi.


Satu jam berlalu.


Tasya mulai menggeliat dalam tidur nya.


"hoamm"tasya menguap,tapi ada tangan besar yang menutup mulut nya.


"udah aku bilang kalau nguap itu di tutup baby " ucap arkan dengan suara serak nya.


" emm lupa heh"ucap tasya di akhir kekehen kecil.


"maaf"ucal arkan tiba tiba.

__ADS_1


Tasya menyerengit kan dahi nya.


"maaf apa "tanya tasya.


Arkan mengelus pipi tasya yang terkena tamparan elina tadi.


" untuk ini baby, aku ga bisa jaga kamu "sesal arkan.


Tasya menggelengkan kepala nya dan menagkup wajah arkan dengan kedua tangan nya.


" ini bukan salah kamu kok, di sini aku nya juga yang salah, kamu udah baik jaga aku "ucap tasya memberikan pengertian pada arkan agar arkan tidak merasa bersalah.


" maaf"arkan terus saja mengucap kan kata maaf.


Tasya yang jengah pun akhirnya mengecup bibir arkan lembut.


Arkan terkejut biasa nya arkan yang mengecup duluan tapi ini tasya yang duluan.


Tak menyiakan kesempatan arkan memperdalam ciuman nya.


Tasya sudah mulai kehabisan oksigen langsung mendorong dada arkan pelan.


Arkan yang mengerti pun melepaskan ciuman nya.


Arkan masih menempel kan kening nya di kening tasya.


" i love you baby " ucap arkan lembut.


Tiga menit tak ada jawaban.


Hingga tasya berusaha.


" too, honey." ucap tasya tulus.


Arkan sangat bahagia sekaligus kaget.


Bahkan arkan menitikan air mata bahagia.


Ini yang arkan tunggu dari dulu ucapan cinta dari tasya perempuan yang ia cinta.


**Hai gimana part ini.


Emm bahagia ga kalian akhirnya arkan dan tasya saling mencintai.


Sorry kalau ada typo.


Tinggal kan jejak ya.


Jangan jadi pembaca gelap ok ok.

__ADS_1


❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**


__ADS_2