
Tasya terbangun dari tidur nya dan melihat ke arah Lisa yang berada di di sebelah nya sedang terlelap.
"nih bocah kenapa sih"gumam tasya sambil membayangkan kejadian kemarin tingkah Lisa berbeda beda kadang marah kadang nangis ga jelas lebih ke sensi.
Tak mau pusing tasya segera beranjak ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan
mencuci wajah nya.
"duh segera nya "ucap tasya yang baru saja selesai mencuci wajah nya.
Setelah selesai dengan acara mencuci wajah nya tasya segera keluar dari kamar mandi.
Langkah tasya menuju ke arah ruang tamu.
Yap, tasya ingin melihat arkan tertidur apa tidak.
Setan tasya akhir akhir ini arkan tak bisa tidur jika tasya tak di samping nya.
Dan benar saja arkan tidak tidur.
Tasya dapat melihat wajah arkan yang lesuh, kantung mata yang sedikit hitam, rambut yang sangat berantakan.
Ah, tasya jadi merasa bersalah pada arkan tapi mau gimana.
Dengan cepat tasya menghampiri arkan yang sedang berbaring atau lebih tepat nya rebahan di kasur.
"yang "panggil tasya.
Mendengar suara lembut dan pasti nya arkan tau itu siapa.
Arkan langsung duduk dari rebahan nya dan langsung menarik tasya ke dalam pelukan nya.
" baby aku ga bisa tidur tau"adu arkan bagikan anak kecil.
Tasya terkekeh mendengar ucapan arkan.
Karna tasya sudah bisa menebak ini semua dari awal.
"maaf ya karna aku kamu tidur di sofa, terus bikin kamu Gadang deh gara gara ga tidur "ucap tasya menyesal.
" ga papa baby, toh ini juga buat kamu juga kamu yang minta kan, lagian ini cuman sehari, kan Lisa cuman nginep satu hari ama " ucap arkan.
" iya Lisa cuman nginep sehari di sini "ucap tasya.
" iya baby "ucap arkan.
Lama arkan memeluk tasya.
" yang udah dong aku mau bikin sarapan"ucap tasya.
"iya iya tapi hati hati masak nya nanti luka lagi aku ga suka ya kalau ada luka sekecil apa pun itu yang ada di tubuh mungil kamu ini " ucap arkan penuh peringatan.
Tasya memutar bola mata nya malas.
Mulai deh sikap posesif nya. Batin tasya kesal.
" iya sayang aku janji bakal hati hati Oke " ucap tasya sambil berdiri dari sofa.
" eh eh tunggu baby"cegah arkan.
__ADS_1
"kenapa lagi sih Yang " ucap tasya.
" kamu ga ajak Lisa buat masak juga gitu, biar kamu ga cape masak sendiri"ucap arkan.
"ga ah biar aku aja yang masak Lisa suruh tidur aja dia malam nangis gara gara film sad end, dan kamu tau ga yang dia nangis nya sampe dua jam an, heran aku " ucap tasya.
" lebay aja dia nya baby "ucap arkan.
" ish ga boleh ngomong gitu kalau orang nya dengar gimana "ucap tasya.
" iya iya ga akan ngomong gitu lagi baby"ucap arkan.
"ya udah ah kamu ngajak ngobrol terus kapan aku masak nya coba "ucap tasya seraya berlari ke arah dapur.
Sedangkan arkan hanya menggigit bibir nya gemas.
Gemas akan tingkah istri nya ini.
~
Sudah dua puluh menit lama nya tasya berkutat pada acara masak nya.
" tas kenapa ga bangunin aku sih"ucap Lisa dari belakang tasya.
"eh maaf ya sa aku ga tega bangunin kamu, terus aku harus buat sarapan"ucap tasya melirik sebentar ke arah Lisa dan melanjutkan acara masak nya.
Lisa sih mangut mangut saja mendengar ucapan tasya.
"tas masak apa "ucap Lisa pelan.
" masak nasi goreng, telur, ayam goreng sama susu "ucap tasya yang masih fokus pada acara masak nya.
Sekali lagi Lisa sih hanya mangut mangut saja mendengar ucapan tasya.
Karna khawatir tasya menghampiri Lisa.
"kamu kenapa sa "tanya tasya panik.
" ga papa, masuk angin Aku " ucap Lisa selesai dengan muntah nya.
" yakin kamu "ucap tasya.
" iya "ucap Lisa pelan.
" mau aku anter ke kasur kamu tidur aja "tawar tasya.
Dan Lisa memperbolehkan nya.
Dengan pelan tasya membantu Lisa berjalan ke arah kamar.
Namun belum sempat sampai kasur Lisa sudah pingsan.
Panik.
Itu yang sedang tasya rasakan.
Dengan cepat tasya berteriak memanggil arkan.
Arkan yang sedang mengantuk pun langsung on saat mendengar teriakan tasya.
__ADS_1
Arkan takut tasya kenapa napa dengan cepat arkan berlari ke sumber suara.
"baby baby kamu kenapa ada yang luka kenapa "ucap arkan panik saat datang ke dalam kamar.
" buka bukan aku tapi Lisa dia pingsan, bawa ke rumah sakit ya "ucap tasya panik.
" ga, ga usah di bawa ke rumah sakit, aku panggil dokter keluarga kita aja"ucap arkan seraya mencari handphone nya untuk menelepon dokter dani.
"baby kata nya bentar lagi dia datang "ucap arkan yang sudah selesai menelepon dokter dani.
" iya tapi kamu tolong angkatin Lisa dulu ke kasur cepet, aku mau matiin kompor "ucap tasya.
Dengan cepat arkan memindahkan Lisa ke kasur.
" masih lama ga dokter nya datang "ucap tasya yang baru saja datang dari dapur.
" bentar lagi baby, kamu jangan panik gitu nanti kamu sakit lagi "ucap arkan.
" lah gimana cara nya dari panik ke sakit "ucap tasya bingung.
" pokoknya yang bikin kamu ga tenang menurut aku bakal buat aku sakit, makan nya kamu jangan panik gitu dong "ucap arkan.
Tasya memutar bola mata nya malas
Ting 'tong'
Suara bel apartemen.
" nah itu pasti dokter dani "ucap tasya.
Dengan gerakan lari tasya membuka pintu apartemen nya.
" dokter silakan masuk, dok cek sahabat saya dia tiba tiba pingsan "ucap tasya seraya berjalan ke arah kamar dan di ikuti oleh deket dani.
Dokter dani langsung memeriksa keadaan Lisa
Sekitar lima belas menit dokter dani memeriksa Lisa.
"nyonya, keadaan nya saat ini bisa di bilang baik hanya saja" dokter dani menggantungkan ucapan nya.
"hanya saja " ucap arkan dan tasya bareng.
" hanya saja sahabat nyonya ini sedang mengandung dan usia kandungan nya menginjak 3 minggu "ucap dokter dani.
Tasya dan arkan yang mendengar ucapan dokter dani pun membulat kan kedua bola mata nya.
" APAAAAA"teriak arkan dan tasya bersamaan.
**Hai gais maaf baru up.
Gimana part ini panjang ya.
Kwlwkw apa Lisa hamil???
Anak siapa nih?.
Oke sorry klau typo ya.
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya.
__ADS_1
Jangan jadi pembaca gelap ok.
❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**