
Senka tadi arkan tidak bisa menghentikan senyum nya, ja terlalu bahagia untuk semua ini.
Rasa nya arkan sedang bermimpi saja.
Bagaimana arkan tidak bahagia ia begitu mencintai tasya sejak tasya berusia sembilan tahun.
Ia dan tasya berbeda usia dua tahun.
Saat itu arkan bingung dengan perasaan nya sendiri, jika berdekatan dengan tasya, jantung nya selalu berdebar lebih cepat dari biasa nya.
Arkan kira ia dulu punya penyakit jantung, tapi semenjak ia tahu gejala jatuh cinta.
Karna ia sudah remaja, arkan ingin menghilangkan rasa itu.
Arkan pikir seiring nya berjalan waktu rasa itu akan hilang tapi nyata nya rasa cinta itu makin tumbuh dalam hati nya.
Dan mustahil jika tasya dapat membalas perasaan nya, karna tasya adik nya sendiri.
Tapi hari ini tasya mengatakan bahwa tasya mencintai nya.
Sungguh, bagaikan di berikan sebuah bongkahan emas atau lebih dari itu.
Arkan benar benar bahagia.
Arkan akan berusaha selalu membuat tasya bahagia dan tidak akan pernah menyakiti tasya.
Dan juga arkan akan berjuang dalam hubunganan nya.
Walaupun akan banyak yang menentang nya tapi arkan tidak peduli.
"hei kenapa senyam senyum sendiri sih"tanya tasya melambaikan tangan nya di depan wajah arkan.
Dengan segera arkan menghentikan aksi senyam senyum nya.
Arkan membawa tangan tasya dan mengacup punggung tangan tasya lembut.
"aku bahagia "jawab arkan lembut.
Tasya jadi tersipu malu.
Dengan segera tasya menari tangan nya dari genggaman arkan.
" a...apaan sih"ucao tasya gugup.
"ga usah ngelak ini pipi nya kenapa merah merah hmm"goda arkan mencubit pipi tasya yang merah.
"ih ga merah tah "ucap tasya menutup kedua pipi nya.
__ADS_1
" hahahaha iya iya ga merah hmm"ucap arkan lembut sambil menarik tasya ke dalam pelukan nya.
Arkan mengusap lembut punggung tasya, sesekali mengacup lama keinginan tasya.
Ah, rasanya sudah lengkap kebahagiaan arkan.
"kamu bisa jatuh cinta sama aku, kenapa dari kapan"tanya tasya penasaran akan semua itu.
"yang pasti nya kalau aku deket kamu jantung aku berdebar aja "jawab arkan seadanya.
" emang jantung itu berdebar terus Ya " anda tasya.
Arkan memeluk gemas tasya.
" bukan gitu baby maksud aku tuh jantung aku berdebar lebih cepat dari biasa nya kalau deket sama kamu, dulu juga aku ga tau kenapa aku bingung sama perasaan ini, aku kira rasa ini bakal hilang ternyata makin tumbuh "ucap arkan menjelaskan detail.
Tasya hanya bisa mangut mangut saja.
" kalau kamu suka atau cinta aku dari kapan hmm"tanya arkan sambil mengacup kening tasya berkali-kali.
"ga tau sih dari kapan yang pasti nya, tiba tiba aja rasa itu muncul "ucap tasya dengan nada pelan.
Arkan yang mendengar jawaban dari tasya pun tersenyum bahagia.
Tangan tasya membuat pola abstrak di dada arkan.
Hal itu mampu membuat arkan memejam kan mata nya.
Dengan patuh tasya menghentikan pergerakan nya.
Tasya mendongak an kepalanya.
"kenapa "tanya tasya.
" ga kenapa napa "elak arkan.
Padahal mah lagi nahan nafsu,agar tidak menyerang tasya.
Tasya melepaskan perlukan nya dan mendudukan diri nya di hadapan arkan.
Mereka saling berpandangan.
Dengan cepat tasya mengecup pipi arkan cepat.
" baby jangan mancing "ucap arkan menahan.
" siapa yang mancing sih, orang aku di sini sama kanu " ucap tasya kesal.
__ADS_1
Arkan terkekeh gemas mendengar jawaban tasya yang kelewat polos.
Arkan mendekati tasya.
Tasya langsung memundurkan kepalanya.
" mm... Mau Apa " tanya tasya gugup.
"aku mau" ucap arkan tergantung.
"mau "ulang tasya.
Dengan cepat arkan mengelitik Perut tasya.
" hahahah ber.. Henti hahahaha uda.. Hahahha"tawa tasya kencang.
Tasya paling tidak kuat jika ada mengelitik perut nya.
"hmm mohon dulu dong "ucap arkan yang masih menjalani aksi mengelitik tasya.
" hahahaha I... hahahaha.... Ya " ucap atau terputus putus oleh tawa nya.
" bilang dulu, arkan ku yang ganteng berhenti dong "goda arkan.
" ih apa an, hahahaha udah"ucao tasya di selingin tawa.
Karna arkan terus Saja mengelitik perut tasya.
"cepet"paksa arkan.
"ya hahahaha arkan ku ganteng berhenti dong hahah "ucap tasya.
Dengan cepat arkan menghentikan aksi nya.
Dan membawa tasya ke dalam pelukan nya.
" aku bahagia "ucap arkan tepat di telinga tasya.
" aku juga "jawab tasya mengecup bibir arkan berkali-kali.
**Hai maaf ya dua hari aku ga up ada keperluan ok.
Gimana nih part ini, bahagia ya nanti mah banyak konflik wkwkwkwk.
Ok, sorry kalau ada typo ya.
Tinggal kan jejak ok.
__ADS_1
Jangan jadi pembaca gelap ok ok.
❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️📖❣️**