BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 1 : BTS Hilang


__ADS_3

Kamis, 2 Januari 2020 - Amerika


"Kerja bagus semuanya!! Bangtan langsung masuk Van saja! Ingat istirahat! Besok scedule kita sangat padat!" Ucap seorang pria paruh baya pada beberapa lelaki tampan di hadapannya.


"Ne!!" jawab serentak para lelaki yang dipanggil Bangtan. Kini mereka berjalan keluar gedung menuju Van yang sudah menunggunya. Terlihat wajah letih dan peluh membanjiri tubuh mereka. Sungguh hari yang melelahkan.


Disaat mereka di luar gedung, penglihatan salah satu lelaki tampan itu teralihkan pada cahaya dari sela sebuah bangunan. Tak ayal, hal itupun langsung menarik perhatiannya.


Jungkook : "H.. Hyung..??!"


Para member yang lain pun ikut berhenti menoleh ke asal suara yang memanggil mereka.


RM : "Wae?!"


V : "Kookie!! Ayolah...??! Aku capek banget!!"


Suga : "Aisshh!! Ada apa sih!!"


Dan ketiga member lainnya hanya mampu menghembuskan nafas pasrah akan tingkah Jungkook. Mereka sudah terlalu letih hanya untuk berkata-kata.


Melihat maknae mereka yang tak kunjung merespon, mereka pun berjalan mendekat.


Tapp!!


Sebuah tangan menepuk bahu Jungkook dan membuatnya kembali tersadar.


RM : "Apa yang kau lihat?!" Ucapnya sedikit heran melihat kelakuan Jungkook.


Jungkook : "Hyung lihat!! Ada cahaya keluar dari dalam tembok bangunan itu!!"


Mereka pun mengikuti arah jari telunjuk Jungkook. Memastikan ucapan maknae mereka ini.


"Hanya sekedar cahaya?! Untuk apa diributkan?!" Batin Suga jengah.


V : "Bisa saja itu lampu dari mobil atau pencahayaan studio?!"


Jawab V seadanya. Dia sangat lelah meski hanya untuk menanggapi ucapan Jungkook. Ingin rasanya dia langsung tertidur diatas tempat tidurnya di hotel.


Jungkook : "Memangnya kau lihat ada mobil yang hidup disini?! Dan mana mungkin cahaya gedung studio sampai kesana?!!"

__ADS_1


V : "Yakkhh!! Aku lebih tua darimu! Jadi bicaralah yang sopan!"


Ketika mereka sedang sibuk berdebat, cahaya yang awalnya hanya remang-remang kini mulai terlihat jelas. Cahaya dengan berbagai macam warna yang semakin berpendar dan menciptakan gradasi.


Member BTS pun semakin penasaran menyaksikan fenomena aneh yang ada di hadapan mereka ini.


Tanpa dikomando, mereka perlahan mendekat mencoba memperjelas penglihatan. Mencari tahu asal cahaya yang menurutnya indah.


Mereka berdiri terdiam penuh keheranan, menatap cahaya yang semakin terang. Bagaimana mungkin sebuah tembok mampu memancarkan sinar yang menyilaukan.


Dan anehnya beberapa orang disekitar, tak ada satupun yang terusik akan keberadaannya.


Setelah sekian lama terlena dalam pikiran masing-masing menatap cahaya yang kini ada di hadapan mereka. Akhirnya V pun membuka suara, memecah keheningan diantara berbagai macam pertanyaan yang tak kunjung terucapkan.


V : "Darimana asal cahaya ini?!"


Sebuah pertanyaan tanpa jawaban yang sebenarnya diapun sendiri sudah mengetahuinya. Sedangkan member Bangtan yang lain hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.


Entahlah?! Mengapa mata mereka tak mau berpaling dari cahaya itu, seakan ada sesuatu yang menjadi daya tarik tak terelakkan.


Pelan namun pasti, tangan J-Hope terulur hendak menyentuh. Namun cahaya itu seketika merambat menyelimuti tubuhnya dan member Bangtan yang lain.


Raut wajah khawatir, cemas, bingung, ketakutan terlihat jelas di wajah mereka bersamaan dengan ledakan cahaya yang menelan mereka.


Cklek.


Seorang pria memasuki mobil Van sembari meminum air mineral.


"Kalian pasti lelah?! Tidurlah! Nanti akan aku....


Ucapan lelaki itu yang tak lain manager BTS terhenti ketika menoleh dan menyadari jika member Bangtan sama sekali tidak ada di dalam Van.


"Yakkh!! Mereka kemana lagi?!"


Dia pun turun dan melihat sopir mereka berjalan mendekat ke arahnya.


"Dimana anak-anak Bangtan?!" Tanya Manager Kang langsung.


"Anak Bangtan?! Bukannya mereka ada di dalam Van?!"

__ADS_1


Sang sopir terheran mendengar pertanyaan Manager Kang di hadapannya. Bukannya Manager Kang sendiri yang menyuruh anak Bangtan langsung ke Van?! Lalu kenapa menanyakan padanya?!


"Pabo!! Jika mereka di dalam, aku tidak akan bertanya!! Ayo cepat cari mereka!!"


30 Menit Kemudian.


Manager, supir, dan beberapa staff di studio terlihat begitu sibuk dengan telepon dan pandangan mereka terarah pada banyaknya monitor di ruang kendali CCTV.


Mereka begitu kebingungan mencari keberadaan member Bangtan yang tiba-tiba menghilang.


Terlihat dari CCTV sekitar 35 menit yang lalu member Bangtan berjalan menuju Van, namun langkah mereka terhenti. Dan mereka berjalan ke arah Utara, menjauh dari Van. Sialnya salah satu CCTV tidak berfungsi hingga tidak dapat merekam kemana mereka pergi.


Dan 5 menit kemudian mereka menghilang bak ditelan bumi. Berapa banyak pun staff dan tenaga pembantu mencari, namun tetap tak ada hasil.


"Aarrgghhh!!! Kita tidak dapat tinggal diam!! Kita harus telepon polisi!!"


"Tapi Manager Kang, ini baru 35 menit sejak mereka menghilang. Mana mungkin polisi menerima laporan kita?! Bagaimana jika kita tunggu sebentar lagi. Mungkin mereka akan kembali?!" Salah satu staff mencoba mengeluarkan pendapatnya.


"Apa kalian bodoh!! Anak Bangtan sama sekali asing dengan Amerika!! Kemana lagi mereka akan pergi!! Mereka bukan anak kecil yang akan datang ke minimarket beli permen tanpa pemberitahuan lalu kembali. Kita juga sudah mencari hampir ke seluruh wilayah ini, tapi jejak mereka sama sekali tidak diketemukan!! Apa kalian akan tanggungjawab jika sesuatu terjadi pada mereka?!!!"


Manager Kang kini sudah dikuasai emosi. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi anak-anak Bangtan. Hal yang paling ditakutkan adalah mereka semua diculik.


"Baik. Kami akan mengantar anda ke kantor polisi. Apapun yang terjadi ke depannya, kami akan bertanggung jawab."


Semua staff pun membungkuk penuh penyesalan.


"Hah! Sudahlah! Aku, Kepala Staff dan satu petugas CCTV akan melapor ke Kantor Polisi. Kalian tetap pantau CCTV! Ingat! Sekecil apapun hal mencurigakan kalian harus kabari aku. Untuk sisanya tetap lakukan pencarian di luar tanpa menimbulkan kepanikan!!"


Meski Manager Kang akan melaporkan ke Polisi, namun tetap dia harus selalu tanggap jika ada sesuatu yang akan terjadi. Mungkin ketika mereka pergi, para penculik akan menghubungi pihak studio atau bahkan mungkin Anak Bangtan akan kembali dalam keadaan sehat, dimana mereka hanya jalan-jalan saja seperti kata Kepala Staff.


Dia bahkan berdoa dan berharap pemikiran terakhirnya lah yang benar dan akan terjadi.


Kini mereka berjalan beriringan menuju kantor polisi terdekat. Sudah tak penting lagi jika besok dunia akan gempar akan hilangnya para Member BTS asal mereka dapat cepat ditemukan dalam keadaan sehat.


*** Ini adalah novel pertama Author selain chat story. Maaf jika alurnya kurang menarik. Author usahakan untuk selalu meningkatkannya dan semoga saja tidak ada typo yang bertebaran. ***


***Terimakasih atas waktunya untuk membaca Novel karya Author. Dan jangan lupa juga baca Chat Story yang berjudul Young Daddy yang menceritakan kehidupan Kai Exo bersama anaknya yang selama ini dirahasiakan.***


***Tolong tetap dukung dengan like dan comment ya..??! 😊 Untuk menjadi Mood Buster bagi Author.***

__ADS_1


***Terimakasih.... Dan Salam Kasih...***


😘😘Junie Larasati😘😘


__ADS_2