BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 21 : Bertemu Kaisar Benua Chrysantha


__ADS_3

Dengan perasaan penuh kekaguman akan setiap ornamen dan segala pernak - pernik yang melengkapi setiap sudut Istana Kekaisaran, member Bangtan masih mengekori Jenderal Jerald hingga sampai di sebuah pintu yang besar dan tinggi dengan Empat orang penjaga lengkap dengan armor nya dan Satu orang yang dapat diyakini mereka jika itu adalah Kasim Kekaisaran ataupun seorang Kepala Pelayan, karena pakaiannya yang terlihat lebih bagus dari pelayan lainnya yang sedari tadi berlalu lalang.


"JENDERAL JERALD MENGHADAP BERSAMA TUJUH TAMU YANG MULIA AGUNG PUTRA MAHKOTA!!" ucap Kepala Pelayan itu berteriak memberitahu kedatangan mereka.


Ke empat prajurit yang berjaga di depan pun langsung membukakan pintu besar itu dan Jenderal Jerald pun berjalan memasuki ruangan megah itu diikuti member Bangtan. Mereka berhenti tepat di tengah aula dimana sudah ada beberapa orang di dalamnya.



Terlihat seorang pria paruh baya bersama dengan perempuan paruh baya yang duduk di singgasana. Aura kewibawaan dan kharisma yang dipancarkan menunjukan langsung identitas sejati mereka.


"Salam Yang Mulia Agung Kaisar. Salam Yang Mulia Agung Permaisuri."


Jenderal Jerald memberi salam sembari membungkuk sedalam - dalamnya untuk pernghormatannya. Member Bangtan yang melihatnya langsung mengikuti apa yang dilakukan Jenderal Jerald.


Member Bangtan : "Salam Yang Mulia Agung Kaisar. Salam Yang Mulia Agung Permaisuri."


Kaisar : "Berdirilah!"


Mendengar perintah Kaisar, mereka pun kembali menegakkan tubuhnya.


Kaisar : "Putra Mahkota. Apa benar mereka adalah Elementalist yang menyelamatkan kalian di Hutan Nekró?" Tanya Kaisar sembari menoleh ke arah Pangeran Danzell yang duduk disamping kanan Tahta Kaisar.


Pangeran Danzell : "Benar Ayahanda Kaisar. Mereka menyelamatkan kami dari kepungan Beast Serigala dan Tiga diantara mereka bahkan dalam bahaya saat mencoba mengobati Putri Este." Jawab Pangeran Danzell.


Kaisar : "Terimakasih banyak karena kalian telah menyelamatkan anak - anakku. Kalian dapat katakan apapun yang kalian inginkan! Anggap saja sebagai balas budi kami."


Setelah mendengar penuturan Kaisar. Mata V, J-Hope dan Jimin langsung berbinar - binar. Menurut mereka, mereka dapat memanfaatkan hal ini dan meminta sumber daya terbaik untuk meningkatkan kekuatan mereka secepat mungkin. Member Bangtan pun langsung berkomunikasi lewat telepati.


*Jimin/Evander : "Hyung. Mintalah mereka untuk menyediakan sumber daya untuk meningkatkan kekuatan kita dan menjamin kehidupan kita!"* ucap Jimin lewat telepati.


*RM/Eryx : "Kita tak perlu meminta balas budi apapun pada mereka!"*

__ADS_1


*J-Hope/Drew : "Maksud Hyung apa?! Jangan bilang Hyung ingin membuang kesempatan emas yang ada di depan mata kita ini?!"*


*RM/Eryx : "Dengarkan dulu. Jika kita menerima tawaran mereka, setelah ini hutang budi kita akan lunas dan kita tak akan mendapat manfaat lebih kedepannya."*


*V/Shazz : "Hyung. Jelaskan sejelas mungkin!!"* keluh V bingung.


*RM/Eryx : "Hah! Begini. Jika kita mengatakan kita membantu mereka tanpa pamrih mereka akan merasa sangat berterimakasih, kagum dan percaya pada kita. Dengan begitu kita dapat menjalin hubungan baik kedepannya, jadi apabila suatu saat kita membutuhkan bantuan mereka. Mereka akan dengan senang hati membantu dan bahkan mungkin karena rasa budi mereka, mereka akan selalu ada di belakang kita, melindungi kita."*


*Jimin/Evander : "Kau benar! Kenapa aku gak kepikiran yah?!"*


*Suga/Damares : "Singkatnya. Kita jadikan mereka Backing-an."*


*RM/Eryx : "Ehm. Hyung. Bukankah perkataanmu membuat kita seakan seperti orang jahat?!"*


*Suga/Damares : "Kenapa?! Itu kan kenyataan!!"* balas Suga santai.


Mereka pun terdiam tanpa berkeinginan berdebat dengan Suga. Membiarkan Suga mengatakan apapun sesukanya.


Jin/Gleen : "Yang Mulia Kaisar. Maaf sebelumnya jika perkataan saya nantinya akan menyinggung Yang Mulia Kaisar. Saya dan adik - adik saya menolong para Pangeran dan Putri, murni ketidaksengajaan karena bertemu di Hutan Nekró. Jadi kami sungguh tak ingin imbalan apapun Yang Mulia Kaisar."


Mendengar jawaban pemuda di hadapannya, awalnya Kaisar sangat terkejut karena baru kali ini ada orang yang menolak pemberian seorang Kaisar. Apalagi mereka dapat meminta apapun, hal itu mengingatkan nya pada seseorang. Tapi tak lama Kaisar pun tertawa terbahak - bahak.


Semua orang yang berada di Aula Kekaisaran terkejut dan heran akan reaksi yang Kaisar berikan. Mereka awalnya berpikir jika Kaisar akan marah besar akibat penolakan yang dia dapatkan.


Kaisar : "Hahahaha..... Kalian adalah orang kedua yang kutemui dan dengan begitu tenangnya menolak hal menguntungkan yang aku tawarkan. Apa kalian tahu apa yang terjadi pada orang pertama yang menolak niat baik ku?!" ucap Kaisar yang diakhiri dengan nada tegasnya.


Diam - diam member Bangtan meneguk salivanya saking takutnya jika mereka telah menyinggung Kaisar. Bagaimana jika mereka diasingkan?! Dipenjara bawah tanah?! Atau kemungkinan terburuknya mereka akan di eksekusi?!" Keringat dingin mulai berjatuhan dari wajah tampan mereka. Namun di hadapan semuanya mereka sok tenang dan menyembunyikan raut ketakutan mereka. Bahkan beberapa dari mereka sempat menggigit bibirnya hanya untuk menghentikan tubuh mereka yang mulai gemetar ditatap Kaisar dengan tajam dan serius.


Kaisar : "Dia sekarang telah hidup damai......."


Perkataan Kaisar yang sedikit berjeda dan menggantung itu semakin membuat member Bangtan menciut ketakutan, bahkan wajah mereka mulai pucat pasi.

__ADS_1


#Jimin/Evander : "Habislah sudah!!"#


#V/Shazz : "Eomma maafkan kenakalan anakmu selama ini. Hiks.. Hiks.. "#


Batin mereka putus asa.


Kaisar : "Dia sekarang telah hidup damai........ Sebagai sahabat terbaikku. Hahaha....!!!!!"


Member Bangtan : "Hah!"


Wajah member Bangtan cengo mendengar lanjutan dari perkataan Kaisar. Tubuh mereka seketika lemas setelah mendengar ucapan Kaisar. Oh Tuhan!! Apakah Kaisar sengaja mempermainkan mereka?!


Ditengah kebingungan mereka, suara lantang yang memberitahukan kedatangan Putri Este menggelegar di dalam Aula Kekaisaran.


"YANG MULIA AGUNG PUTRI ESTEFANIA MEMASUKI AULA!!!"


Pintu pun terbuka dan menampakan sosok wanita anggun yang sangat cantik sedang berjalan diikuti beberapa pelayannya menuju ke tengah aula.


"Salam Ayahanda Kaisar. Salam Ibunda Permaisuri." ucapnya membungkuk dan memberi hormat. Sedangkan Kaisar dengan isyarat tangannya menyuruh Putri Este kembali berdiri tegak.


Putri Estefania : "Ada apa Ayahanda Kaisar menyuruh Putri datang ke Aula?!"


Kaisar : "Hahaha... Putriku, Ayahanda bersyukur kau sudah sehat. Apa kau masih ingat mereka?!"


Tanya Kaisar sembari menoleh ke arah member Bangtan. Putri Este mengikuti arah pandangan Kaisar dan mendapati Tujuh pemuda tampan nan gagah berdiri disana. Dia merasa tak asing dengan sosok pemuda itu, tapi entah mereka bertemu dimana?! Mengerti dengan kebingungan adiknya, Pangeran Danzell pun membuka suara.


Pangeran Danzell : "Mereka adalah orang yang menyelamatkan kita di Hutan Nekró, mereka juga yang mengobati lukamu saat disana."


Mendengar perkataan kakaknya, Putri Este seketika melebarkan matanya terkejut tapi beberapa detik kemudian raut wajahnya kembali ke sedia kala.


Putri Estefania : "Terimakasih Tuan sekalian. Karena kebaikan kalian, saya dapat kembali ke Kekaisaran dengan selamat. Maaf tidak mengenali Tuan sebelumnya." ucap Putri Este dengan nada penuh keseganan.

__ADS_1


__ADS_2