
Hawa dingin yang menyeruak mulai menghangat dengan api unggun yang perlahan berkobar. Tiga tubuh lelaki yang terbaring tak sadarkan diri itu mulai bergerak dengan mata yang mulai mengerjap beberapa kali.
V/Shazz : " Aiyoo!!! Kenapa kepalaku sakit sekali?!."
Ringikan suara lelaki membuat beberapa orang yang duduk mengelilingi api unggun mulai menatapnya. Dengan cepat mereka berlari menghampiri ke-3 sosok yang mulai sadar.
Jimin/Evander : "Kalian baik - baik saja?! Apa ada yang sakit?!"
V/Shazz : "Memangnya apa yang terjadi?!"
**Pletakk..!!**
V/Shazz : "Namjoon Hyung!! Aishh!! Sakit sekali Hyung!!"
RM/Eryx : "Itu salahmu!! Siapa suruh buat kami khawatir!!"
V/Shazz : "Lalu kenapa cuma aku yang Hyung pukul!! Hyung seenaknya saja membully ku!!"
Jungkook/Arsen : "Kalian bisa diam tidak!! Apa kalian nggak mikir?! Apa yang kalian lakukan itu sangat berbahaya!! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada kalian?!!"
Jin/Gleen : "Aku hanya ingin menyelamatkan gadis itu." beo Jin.
Entah mengapa suaranya yang awalnya lantang tiba - tiba memelan setelah melihat ekspresi kemarahan Jungkook. Baru kali ini dia melihat wajahnya yang sangat menakutkan seakan hendak menelannya hidup - hidup.
Jungkook/Arsen : "Aisshh!! Menyelamatkan apanya?!! Yang kulihat Hyung cuma mau mengantarkan nyawa Hyung dengan sukarela!! Kalian juga! Kenapa malah ikut - ikutan?!!!"
J-Hope/Drew : "Yang pentingkan kita tidak kenapa - napa."
Jungkook/Arsen : "Apa maksudmu tidak apa - apa?! Haah?!! Jika kami tidak mengalirkan energi kami, kalian sudah bertemu Dewa Yama sekarang!!! Kalian sadar tidak sih jika kalian sudah melakukan hal bodoh!! Arrgghhh!!! Kalian membuatku sangat marah sampai kepalaku mau pecaahh!!!"
Suga/Damares : "Bilang saja kau khawatir pada mereka! Pake acara sok marah segala lagi?!" ucap Suga sarkas.
Jungkook/Arsen : "Min Yoon Gi!! Diam kau...!!!!"
Suga yang mendengar balasan Jungkook pun membelalakan mata dengan mulut menganga lebar. Fix! Jungkook sekarang dalam mode mengamuknya. Jangan berani mencoba untuk sekedar menenangkannya atau dia akan membalasmu dengan ucapan tajam setajam silet. Sedangkan beberapa orang dari kelompok Zell memandangi mereka dan tanpa sadar tertawa mendengar perdebatan yang tak kunjung habisnya. Mendengar tawa itu pun kini member Bangtan sadar jika tak hanya ada mereka saja di tempat ini.
__ADS_1
Jungkook/Arsen : "Sudahlah. Awas saja jika kalian berani mengulanginya lagi." peringatnya sembari mendengus sebal.
Kini mereka semua duduk bersama dengan api unggun yang masih setia menjadi penghangat dan penerang malam mereka. Hingga sebuah perkataan memecah keheningan malam itu.
Danzell : "Maaf sebelumnya, karena adikku kalian bertiga hampir dalam bahaya.. "
Ucapnya terpotong karena gumaman Jungkook yang masih dapat mereka dengar dengan jelas.
Jungkook/Arsen : "Hampir kau bilang?!.. Cihh...!!
Darrel yang duduk disamping Zell hendak angkat bicara setelah mendengar gumaman Jungkook, tapi tangannya segera dicekal Zell. Menyuruhnya tetap diam tenang.
Danzell : "Terimakasih juga karena kalian adikku terselamatkan. Seperti janjiku sebelumnya, kalian dapat meminta apapun padaku."
J-Hope/Drew : "Kau terlihat percaya diri sekali mampu mengabulkan permintaan kami. Aku jadi penasaran tentang identitas kalian?!"
Danzell : "Maaf. Aku lupa belum memperkenalkan diri dengan kalian bertiga."
Setelah mengucapkannya, dia pun berdiri sembari menarik Darrel yang masih terduduk disampingnya. Kini mereka membungkuk dengan sebelah tangan di dada mereka, memberi penghormatan.
V, J-Hope dan Jin terkejut menyadari jika orang yang tak sengaja mereka temui dan tolong adalah Putra Putri Kekaisaran Chrysantha. Berbeda dengan member lainnya yang sebelumnya sudah saling mengenalkan diri.
Jin/Gleen : "Ehm. Maaf sebelumnya jika kami tidak sopan. Nama saya Gleen dan mereka Shazz dan Drew. Kita semua saudara, tapi mendengar dari ucapan anda barusan. Sepertinya anda sudah mengenal saudaraku yang lainnya."
Ucapan Jin berubah drastis menjadi sopan dan lembut ketika mengetahui identitas sejati mereka.
Pangeran Danzell : "Tidak apa. Kalian tak perlu sungkan pada kami. Kalian sudah menyelamatkan hidup kami semua, dan saya sudah mengganggap kalian seperti saudara."
Jin/Gleen : "Terimakasih."
Pangeran Danzell : "Tidak. Seharusnya kami yang berterimakasih. Lalu apa permintaanmu sebagai balas budi kami?! Atau kalian ikut kami kekaisaran saja?! Ayah Kaisar pasti senang bertemu kalian dan akan memberikan imbalan yang pantas untuk kalian semua."
Jin/Gleen : "Itu.. Sebenarnya saya tak serius mengatakannya sebelumnya. Dan maaf, kami tidak dapat mengikuti kalian ke Kekaisaran. Masih ada hal yang harus kami lakukan."
Pangeran Danzell : " Baiklah. Aku tak dapat memaksa kalian ikut, tapi aku tetap akan mengingat budi besar kalian ini. Datanglah ke Kekaisaran jika urusan kalian sudah selesai."
__ADS_1
Jin/Gleen : "Tentu saja."
V/Shazz : "Ehm. Pangeran?! Bisakah aku bertanya?!"
Pangeran Danzell : "Tentu saja. Silahkan!"
V/Shazz : Penampilan dan wajah kalian sangat oriental, tapi kenapa nama kalian kebarat - baratan?!" ucap V bodoh.
Sebenarnya member lainnya sedikit penasaran akan hal itu, tapi mereka tak berniat sedikitpun menanyakannya. Toh itu bukan urusan mereka, tapi nyatanya member termuda ke-2 mereka malah seenaknya menanyakannya.
Pangeran Darrel : "Oriental?! Kebarat - baratan?! Apa maksudmu?! Dasar aneh?!"
Pangeran Danzell : "Ekhemm!! Maaf apa ada yang salah dengan nama dan penampilan kami?! Menurutku semua terlihat biasa saja."
RM/Eryx : "Ah! Tidak. Tidak apa - apa. Shazz sepertinya masih belum sadar sepenuhnya, jadi pertanyaannya agak aneh?!"
Kedua Pangeran pun hanya mengangguk - anggukan kepalanya paham, sedangkan V yang mendengarnya menatap RM tajam, tersinggung dengan ucapan Hyung nya itu.
Kini member Bangtan serasa seperti orang bodoh, mereka lupa dimana mereka berada. Di dunia ajaib ini, apapun dapat terjadi. Sebuah ketidakmungkinan dan hal tak masuk akal dapat menjadi kenyataan disini. Lalu apa anehnya?! Yang mereka yakini sekarang, jika orang - orang di dunia ini sama halnya dengan dunia asal mereka. Meski perbedaannya jauh pada kemampuan dan kebiasaan mereka.
Hari semakin larut, tapi mereka masih setia membicarakan banyak hal hingga pertanyaan Pangeran Danzell membuat mereka bingung menjawabnya.
Pangeran Danzell : "Sepertinya kalian bukan rakyat biasa?!"
Jin/Gleen : "Maksud anda?!"
Pangeran Danzell : "Seperti yang kalian katakan sebelumnya jika kalian bersaudara, kalian tujuh bersaudara dimana jarang bahkan hampir tidak ada rakyat biasa yang memiliki begitu banyak keturunan, karena biaya yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Tapi melihat penampilan dan fisik kalian yang sangat terawat kemungkinan besar kalian anak bangsawan besar ataupun bahkan Pangeran Negeri lain."
Para member Bangtan yang mendengarnya pun dibuat bingung untuk menjawabnya, serentak mereka menatap RM, mencoba mencari jawaban dari leader mereka itu.
"Kami tidak dapat mengatakannya. Maaf." Jawab RM akhirnya. Lebih tepatnya dia tidak tahu harus mengatakan apa.
"Cih! Sok misterius!! Aku jadi curiga pada kalian semua?!" ucap Darrel sarkas.
Tapi perkataan Darrel sama sekali tak digubris oleh mereka semua.
__ADS_1