BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 22 : Kebohongan Putri Estefania


__ADS_3

Pintu pun terbuka dan menampakan sosok wanita anggun yang sangat cantik sedang berjalan diikuti beberapa pelayannya menuju ke tengah aula.


"Salam Ayahanda Kaisar. Salam Ibunda Permaisuri." ucapnya membungkuk dan memberi hormat.


Sedangkan Kaisar dengan isyarat tangannya menyuruh Putri Este kembali berdiri tegak.


Putri Estefania : "Ada apa Ayahanda Kaisar menyuruh Putri datang ke Aula?!"


Kaisar : "Hahaha... Putriku, Ayahanda bersyukur kau sudah sehat. Apa kau masih ingat mereka?!"


Tanya Kaisar sembari menoleh ke arah member Bangtan. Putri Este mengikuti arah pandangan Kaisar dan mendapati Tujuh pemuda tampan nan gagah berdiri disana.


Dia merasa tak asing dengan sosok pemuda itu, tapi entah mereka bertemu dimana?! Mengerti dengan kebingungan adiknya, Pangeran Danzell pun membuka suara.


Pangeran Danzell : "Mereka adalah orang yang menyelamatkan kita di Hutan Nekró, mereka juga yang mengobati lukamu saat disana."


Mendengar perkataan kakaknya, Putri Este seketika melebarkan matanya terkejut tapi beberapa detik kemudian raut wajahnya kembali ke sedia kala.


Putri Estefania : "Terimakasih Tuan sekalian. Karena kebaikan kalian, saya dapat kembali ke Kekaisaran dengan selamat. Maaf tidak mengenali Tuan sebelumnya." ucap Putri Este dengan nada penuh keseganan.


***


Member Bangtan dan Putri Este pun duduk di tempat yang sudah disediakan sebelumnya. Mereka semua kini mulai membahas beberapa hal, tepatnya mengulik segala hal tentang member Bangtan. Tak ayal hal itu mampu membuat member Bangtan kebingungan menjawabnya, tapi untungnya ada RM yang ternyata sudah merangkai semua cerita tentang mereka dan mampu dengan lancar menjawab pertanyaan Kaisar.

__ADS_1


Meski ada beberapa hal yang tidak mereka jawab yang semakin membuat penasaran Kaisar dan yang lainnya. Seperti halnya asal mereka, keluarga mereka, tingkat kekuatan mereka dan Roh Spiritual yang mereka miliki. Tapi ditengah pembicaraan mereka, seorang prajurit tiba - tiba menerobos masuk, membuat seluruh orang yang berada di aula terkejut dan terheran.


"Maaf atas kelancangan hamba, Yang Mulia Kaisar. Ada kabar penting yang sangat mendesak!" ucap prajurit itu tergesa - gesa.


Kaisar penasaran akan kabar penting apa yang dibawa prajurit itu hingga panik seperti itu. Kaisar melihat ke arah member Bangtan sebentar dan kembali berpikir, menimbang apakah perlu menyuruh mereka keluar dahulu atau melibatkan mereka dalam urusan ini.


Tapi melihat raut kecemasan prajurit itu mungkin berita yang dibawanya berkaitan erat dengan masalah yang belakangan ini dialami Kekaisaran Chrysantha. Akan lebih baik jika mereka mendapat dukungan kuat lainnya, karena menurut intuisi Kaisar. Member Bangtan memiliki latar belakang yang tak biasa dan tingkat kekuatan yang tak rendah.


Kaisar : "Katakan! Ada masalah apa!!"


"I... Itu... Pangeran Rezel Alastair mengirim pemberitahuan akan kedatangannya Tiga hari lagi di Kekaisaran Chrysantha. Dan mengingatkan atas pertaruhan yang kita sepakati. Da.. Dan.. Mengatakan akan menjadikan Putri Estefania menjadi Permaisurinya apapun yang terjadi meskipun harus melawan Kekaisaran Chrysantha." ucap prajurit itu terbata - bata takut.


Kaisar : "LANCANG....!!!!! BERANINYA DIA MENGANCAM KU.......!!!!!!!"


Putri Estefania : "Ayahanda! Putri tak ingin menjadi Permaisuri Pangeran Rezel Alastair!!" ucap Putri Este tegas.


Kaisar : "Putriku tenanglah. Ayahanda tak akan pernah mengijinkan Pangeran Rezel menikahimu. Kalian semua pergilah! Ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan para pemuda ini." Perintah Kaisar tegas.


Mendengar perintah Kaisar apalagi melihat raut wajahnya yang serius membuat semua orang berlalu pergi setelah memberi penghormatan pada Kaisar. Bahkan para pengawal dan pelayan yang sebelumnya berada di ruangan itu ikut pergi hingga membuat ruang aula seketika sepi dan hening.


Member Bangtan sangat yakin jika Kaisar akan membicarakan sesuatu yang sangat penting pada mereka, hal inilah yang membuat mereka gugup. Entah mengapa ada firasat tidak mengenakan dari pembicaraan ini.


Jin/Gleen : "Maaf Kaisar. Jika boleh tahu, apa yang hendak Kaisar sampaikan pada kami?!"

__ADS_1


Kaisar : "Apa kalian sudah mengenal Pangeran Rezel Alastair?!"


Member Bangtan terdiam beberapa saat mencoba mengingat apa mereka mengenal nama itu, tapi percuma. Tak ada seberkas ingatan pun yang mewakili nama itu.


RM/Eryx : "Maaf Kaisar. Kami tidak mengenalnya."


Kaisar : "Baiklah. Pangeran Rezel adalah Putra Mahkota dari Kerajaan Thron dari Benua Venom. Dia berasal dari ras Demon. Tepatnya 3 bulan yang lalu, Putriku Estefania merayakan ulang tahunnya yang ke 21 tahun. Dan entah dari mana Pangeran Rezel mengetahui kabar itu dan datang ke pesta. Disitulah masalah dimulai, diluar perkiraan kami Pangeran Rezel tertarik dengan Putri Estefania dan tepat di acara itu dia memplokamirkan jika hanya dialah yang dapat menikahi Putri Estefania. Siapapun yang menentangnya akan menjadi musuh Kerajaan Thron. Tentu saja Putriku menolak dengan tegas ucapannya dan membuat Pangeran Rezel murka, dia bahkan mengancam akan berperang dengan Kekaisaran Chrysantha."


RM/Eryx : "Tapi bukankah Kerajaan Thron hanyalah Kerajaan kecil di bagian Benua Venom?! Harusnya Kekaisaran Chrysantha dapat mengalahkan nya dengan mudah?!"


Ucapan RM diikuti anggukan dari member Bangtan yang lain.


Kaisar : "Yang kau katakan benar. Tapi kalian tahu kan bagaimana sifat Ras Demon itu?! Mereka mudah mendendam, Sombong dan Angkuh. Meski mereka Kerajaan kecil tapi mereka memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kekaisaran Benua Venom. Yang kami takutkan jika pihak Pangeran Rezel mengarang cerita dan memprovokasi Kaisar Venom untuk berperang dengan kita."


Jin/Gleen : "Lalu?! Apa pihak kalian tak memiliki alternatif penyelesaian lainnya?! Untuk masalah peperangan seperti ini bukankah hal biasa untuk kalian?! Setidaknya sebuah negosiasi?!"


Kaisar : "Itulah permasalahan sebenarnya disini."


Jimin/Evander : "Maksud anda Kaisar?!"


Kaisar : "Disaat Putriku Estefania menolak Pangeran Rezel, terjadilah perdebatan diantara mereka hingga akhirnya Putriku mengatakan jika dia sudah memiliki Pria yang dicintainya. Tentu saja hal itu membuat Pangeran Rezel murka dan hampir saja mengamuk, untungnya Putraku Pangeran Danzell langsung tanggap. Dia mengajukan sebuah perjanjian Battle, dimana jika pihak Kekaisaran Chrysantha menang. Pangeran Rezel harus berjanji tidak akan memaksa menikahi Putri Estefania dan tidak mengganggu Kekaisaran Chrysantha. Tapi jikalau kami kalah, Putri Estefania akan menikah dengan Pangeran Rezel tanpa penolakan."


Jimin/Evander : "Lalu?! Apa masalahnya?!"

__ADS_1


Kaisar : "Masalahnya adalah Pangeran Rezel hanya akan bertarung dengan Pria yang dicintai Putriku dan menerima Battle itu. Yang sebenarnya Putriku Estefania telah membohonginya, tidak pernah ada Pria yang dicintainya. Karena itulah kami bingung memilih kandidat yang akan melakukan Battle sebagai kekasih Putriku."


__ADS_2