
Jimin/Evander : "Maksud anda Kaisar?!"
Kaisar : "Disaat Putriku Estefania menolak Pangeran Rezel, terjadilah perdebatan diantara mereka hingga akhirnya Putriku mengatakan jika dia sudah memiliki Pria yang dicintainya. Tentu saja hal itu membuat Pangeran Rezel murka dan hampir saja mengamuk, untungnya Putraku Pangeran Danzell langsung tanggap. Dia mengajukan sebuah perjanjian Battle, dimana jika pihak Kekaisaran Chrysantha menang. Pangeran Rezel harus berjanji tidak akan memaksa menikahi Putri Estefania dan tidak mengganggu Kekaisaran Chrysantha. Tapi jikalau kami kalah, Putri Estefania akan menikah dengan Pangeran Rezel tanpa penolakan."
Jimin/Evander : "Lalu?! Apa masalahnya?!"
Kaisar : "Masalahnya adalah Pangeran Rezel hanya akan bertarung dengan Pria yang dicintai Putriku dan menerima Battle itu. Yang sebenarnya Putriku Estefania telah membohonginya, tidak pernah ada Pria yang dicintainya. Karena itulah kami bingung memilih kandidat yang akan melakukan Battle sebagai kekasih Putriku."
***
V/Shazz : "Apa hubungannya dengan kami?!"
RM/Eryx : "Tunggu!! Jangan bilang anda....????!"
Perkataan RM yang menggantung membuat penasaran member Bangtan yang lain, mereka masih belum paham maksud sebenarnya dari Sang Kaisar. Sedangkan Kaisar hanya mengangguk mendengar ucapan RM.
Kaisar : "Kami membutuhkan bantuan kalian. Tepatnya kau, Arsen!!"
Jungkook yang tak tahu menahu dan tiba - tiba namanya disebutkan langsung saja terkejut heran.
RM/Eryx : "Maaf Kaisar. Kami tidak dapat melakukannya."
Kaisar : "Kenapa?!"
RM/Eryx : "Saya merasa ini sudah diluar tanggungjawab kami. Kami tak ingin mencampuri urusan Kekaisaran Chrysantha, apalagi ikut andil di dalamnya."
Mendengar penolakan RM, seketika wajah Kaisar memerah, tapi tak lama dia kembali tenang. Menghela nafas berat berkali - kali dan menampakan wajah frustasinya.
Kaisar : "Aku dapat memberikan apapun pada kalian! Kekuasaan?! Harta?! Wanita?! Atau apapun lainnya?! Kalian tinggal ucapkan saja!" ucap Kaisar menggebu.
RM/Eryx : "Kami tidak bisa."
__ADS_1
Kaisar : "Tapi.... "
Belum sempat Kaisar menyelesaikan ucapannya, Jungkook yang semakin tak mengerti apa yang terjadi, apalagi namanya dibawa - bawa seketika marah.
Jungkook/Arsen : "Yakkhh!!! Bisakah kalian jelaskan padaku apa yang terjadi?! Kalian menyangkut diriku tapi sama sekali tak mengatakan apapun padaku."
Kaisar yang menoleh ke arah Jungkook langsung menampakan wajah penuh harapnya. Semoga dia dapat membujuk pemuda itu menerima tawarannya.
Kaisar : "Arsen. Dapatkah kau menolong ku?!"
Mendengar perkataan Kaisar membuat Jungkook memiringkan kepalanya heran.
Kaisar : "Jadilah Kekasih Putriku Estefania!"
"APA....!!!!!" Member Bangtan selain RM dan Jin yang sudah mengetahui niat sebenarnya Kaisar hanya mampu terkejut mendengar penuturan Kaisar.
Kaisar : "Bantulah kami! Jadilah kekasih Estefania dan wakilkan kami bertanding dengan Pangeran Rezel di Battle nantinya."
Jungkook/Arsen : "Kaisar. Bukankah dengan begini sama saja anda menyuruhku berbohong di hadapan semua orang?! Kenapa harus aku?! Anda bahkan tak mengetahui latar belakangku sebenarnya. Bagaimana anda mengijinkanku menjadi Kekasih Putri Estefania. Bagaimana jika kami bukan orang baik?! Atau bahkan buronan?!"
Kaisar : "Tentu saja aku percaya pada kalian. Aku lebih percaya dengan intuisiku daripada kabar burung diluar sana."
Jungkook/Arsen : "Kenapa anda memilih saya?! Kenapa tidak kakakku yang lain?!"
Kaisar : "Itu mudah. Karena jarak umurmu dan Putriku tak terlalu jauh dan yang terpenting karena Element milikmu adalah Kegelapan. Meski Pangeran Rezel dari Kerajaan kecil tapi dia memiliki kekuatan yang tidak dapat diremehkan. Salah satunya ilusi miliknya yang sangat mematikan dan hanya dapat dilawan oleh pengguna Element yang sama sepertinya."
Mendengar keyakinan dan kebulatan tekad Kaisar memilih Jungkook membuat member Bangtan semakin bingung menolaknya. Mereka sama sekali tak mungkin menciptakan konflik dengan Kekaisaran Chrysantha karena itu sangat berbahaya bagi mereka. Dan jika Pangeran Rezel mengetahui kebohongan Putri Estefania, hal yang paling ditakutkan adalah terjadinya perang diantara 2 Benua besar yang mungkin saja ikut merembet hingga seluruh Benua yang ada. Secara tidak langsung hal itu juga akan berdampak pada member Bangtan nantinya.
Dalam keheningan, member Bangtan saling berkomunikasi lewat telepati hingga mencapai keputusan akhir yang membuat Jungkook hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar.
Jin/Gleen : "Baiklah, kami bersedia. Mulai sekarang, Arsen adalah kekasih Putri Estefania."
__ADS_1
RM/Eryx : "Tapi bagaimana dengan Putri Estefania?! Apa dia akan setuju?!"
Kaisar : "Tentu saja. Karena dia tak memiliki pilihan lain. Terimakasih pada kalian. Sesuai janjiku apapun yang kalian inginkan kedepannya, akan aku kabulkan."
Member Bangtan hanya tersenyum canggung mendengar ucapan Kaisar. Berharap agar keputusan mereka ini sudah benar.
.........
Malam semakin larut, member Bangtan sudah berada di kamar masing - masing yang sudah disiapkan oleh Kaisar sebelumnya. Tapi Jungkook sama sekali tak dapat tidur, persetujuan permintaan Kaisar terus saja memenuhi pikirannya. Membuatnya memikirkan segala hal yang mungkin akan terjadi.
Jungkook/Arsen : "Arrgghh!!! Kenapa jadi seperti ini sih!!" ucapnya frustasi sambil mengacak rambutnya.
Trangg... Tranngg... Tranngg...
Sayup - sayup terdengar suara benturan pedang di tengah keheningan malam, membuat Jungkook mengernyit heran. Dia pun berdiri dari pembaringannya, mencoba menajamkan pendengarannya lagi. Yang dia takutkan adalah adanya serangan dadakan yang terjadi di Istana Kekaisaran, tak ingin membuang waktu, dia pun melompat dari jendela dan berlari di atas atap setiap bangunan Istana mencoba mencari asal muasal suara pedang itu.
Dia menghentikan larinya dan berdiri di salah satu atap, dilihatnya sosok perempuan yang selalu terlihat anggun dan lemah lembut selama ini sedang berlatih pedang dengan kerasnya. Perempuan itu berdiri dengan bertumpukan pedangnya, terdengar nafasnya yang tersengal - sengal dengan hembusan di setiap nafasnya yang terasa berat dan kasar. Menandakan betapa lama dan kerasnya dia berlatih.
Jungkook/Arsen : "Tak kusangka. Ternyata Putri Estefania yang terlihat anggun ternyata begitu garang ketika memegang sebuah pedang?!" Ucap Jungkook sarkas.
Tentu saja ucapannya mampu membuat Putri Este berbalik terkejut, menyadari ada orang yang mengawasinya. Jungkook melompat turun dari atap yang cukup tinggi, jubahnya yang tertiup angin membuatnya terlihat mempesona, apalagi dengan senyum kecil yang diperlihatkannya, semakin memancarkan kharisma yang dimilikinya.
Putri Estefania : "Anggun bukan berarti lemah!!" balas Putri Este tegas setelah menyadari siapa orang yang ada dihadapannya.
Sedangkan Jungkook hanya tersenyum samar menanggapinya.
Jungkook/Arsen : "Bagaimana jika Putri Estefania bertukar beberapa jurus pedang denganku?!"
Putri Estefania : "Dengan senang hati."
Dalam udara yang hampa, tiba - tiba munculah sebuah pedang bergagang hitam dengan beberapa batu crystal yang menghiasinya di genggaman Jungkook. Mereka pun mulai memasang posisi untuk saling menyerang.
__ADS_1
Angin mulai beriak di sekitaran mereka seakan mencoba memecah kesunyian yang ada, beberapa dedaunan yang berjatuhan ikut terbuai terbang terhempas angin.
Jungkook/Arsen : "Element Angin?!" ucap Jungkook diiringi senyum miring.