BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 20 : Istana Kekaisaran


__ADS_3

Elgan Rufford : "Jangan kumohon!!! Jangan bunuh aku!! Aahhhh....!!!"


Blaaarrr....!!!


Elgan membulatkan matanya tak percaya, serangan Suga tadi diarahkan tepat ke arah diantara kaki Elgan. Hanya berjarak beberapa senti dari selangkangannya, membuatnya shock berlebih hingga terkencing di celana.


Suga/Damares : "Kau bahkan tak layak untuk ku bunuh! Tapi. Jika kudapati kau berbuat seperti ini lagi. Dengan senang hati ku buat kau menjadi abu! Pergilah!!"


Tak membuang waktu, para penjaga Elgan membantu Tuannya berdiri dan masuk ke kereta kuda dan langsung berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan warga yang melihat aksi Suga hanya mampu menjatuhkan rahang tak percaya, bahkan Elementalist tingkat MASTER dapat dikalahkan tanpa sedikitpun perlawanan?! Batin mereka serempak.


***


RM/Eryx : "Pak?! Apa anda tak apa?!" tanya RM dengan nada penuh kekhawatiran menghampiri sosok pria paruh baya yang masih terbengong tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Uhukk.. Uhuukk.. Tidak apa Tuan Muda."


Jawabnya penuh hormat dengan nada sarat ketakutan.


Jin/Gleen : "Jangan takut. Kami tidak akan melukaimu. Biar saya obati." tukas Jin sembari berjalan mendekati pria itu. Diapun segera mengalirkan Energi Spiritual nya dan perlahan luka yang ada di pria paruh baya itu berangsur sembuh dan menghilang.


"Ah..??! Terimakasih Tuan. Terimakasih atas pertolongan Tuan." ucap pria itu sambil bersujud penuh syukur.


Jin/Gleen : "Bangunlah! Dan bawa ini! Aku tak ingin penolakan!" ucap Jin sembari memberikan kantong kain yang dipenuhi koin emas.


"Terimakasih. Terimakasih sekali lagi." Pria paruh baya itupun lalu beranjak keluar dan pergi setelah sebelumnya berkali - kali menunduk hormat.


Jin/Gleen : "Manager!!"


Merasa dipanggil, Manager Alysse yang awalnya masih termangu tak percaya pun takut - takut berjalan mendekati member Bangtan. Sebenarnya sejak awal keributan, Manager Alysse sudah datang dan melihat semuanya. Tapi dia tak berani ikut campur, apalagi dengan Bangsawan Elgan Rufford yang berkuasa dan terkenal kejam.


Manager Alysse : "I.. Iya.. Tuan muda?!"


Jin/Gleen : "Ini untuk mengganti kerusakan bangunan." ucap Jin sembari memberikan kantong yang dipenuhi Blue Sapphire kualitas tinggi.


Manager Alysse : "I.. Ini.. Maaf Tuan. Saya tidak dapat menerimanya. Ini terlalu banyak."


Di Centropia 1 Blue Sapphire kualitas tinggi setara dengan 1000 koin emas yang membuat tak sembarang orang memilikinya. Karena selain untuk alat pembayaran Blue Sapphire juga menyimpan energi spiritual yang dapat membantu pelatihan Elementalist maupun para Witch.


Jin/Gleen : "Aku tak memberimu secara cuma - cuma. Ini untuk biaya perbaikan dan juga mulai sekarang, penginapan ini milik kami."


Melihat wajah Manager Alysse yang masih terlihat ragu membuat Jin kembali meneruskan ucapannya.

__ADS_1


Jin/Gleen : "Kenapa?! Kau menolaknya?!"


Manager Alysse : "Tidak Tuan. Anu.. I.. Itu.. "


Jin/Gleen : "Tenang saja. Kau tetap menjadi Manager tempat ini dan bekerja padaku. Karena aku akan menyerahkan tempat ini di bawah tanggungjawab mu dan hanya sesekali memeriksanya. Aku harap kau tidak mengecewakan ku."


Manager Alysse : "Baik Tuan. Saya mengerti. Saya akan bekerja untuk Tuanku sebaik mungkin."


Jin/Gleen : "Bagus. Kalau begitu kami akan pergi dulu." balas Jin sembari keluar penginapan diikuti member Bangtan lainnya.


RM/Eryx : "Hyung. Kenapa kau membeli penginapan itu?!"


Jin/Gleen : "Anggap saja investasi masa depan. Tak ada salahnya kan?!" Jawab Jin seenaknya.


RM hanya terdiam mendengarnya, sebenarnya dia curiga ada maksud lain Hyung nya membeli penginapan itu. Tapi RM tak ambil pusing, apapun yang Hyung nya lakukan pasti untuk kebaikan mereka semua.


V/Shazz : "Hyung. Aku masih lapar??!!" rengek V manja.


Jin/Gleen : "Hah. Belilah makanan yang kalian suka."


Mereka pun berjalan menyusuri jalanan yang dipenuhi berbagai macam barang dagangan, dan seringkali mereka berhenti hanya untuk membeli makanan yang menarik minat mereka. Tanpa mereka sadari banyak warga yang memperhatikan mereka dan terpesona dengan paras tampan mereka.


"Wah!! Lihat mereka! Sangat tampan!!"


"Hei! Bukankah mereka yang mengalahkan Anak Bangsawan Rufford?!"


"Benarkah?!"


"Tak hanya tampan?! Mereka juga memiliki Tingkat Kekuatan yang Tinggi??!"


"Aaahhh!!! Andai saja aku dapat menikah dengan salah satu diantara mereka!!"


Tapp.. Tapp.. Tapp..


Ditengah para member Bangtan yang asyik melihat segala hal di sepanjang jalanan kota itu, tiba - tiba terlihat beberapa prajurit berkuda yang datang dan berhenti tepat di hadapan mereka. Tak ayal hal itu membuat member Bangtan dan warga di sekitaran mereka keheranan dan hanya menciptakan gurat penuh tanda tanya.


Sosok lelaki yang tak muda tapi masih terlihat gagah dan berwibawa turun dari kuda berjalan menghampiri mereka.


"Salam Tuan. Saya adalah Jenderal Besar Kekaisaran Chrysantha, Jerald Baxter. Saya diperintahkan Yang Mulia Agung Putra Mahkota untuk menjemput Tuan ke Istana Kekaisaran sekarang."


V/Shazz : "Danzell?!"

__ADS_1


Trangg....


Beberapa prajurit di belakang Jenderal Jerald Baxter tiba - tiba mengeluarkan pedangnya dan diarahkan kepada V. Sontak V dan member Bangtan lainnya terkejut tak paham akan apa yang terjadi.


"Kalian tak berhak memanggil nama Yang Mulia Agung Putra Mahkota secara langsung!!" ucap tegas seorang prajurit muda tampan dengan mata tajamnya.


Member Bangtan : "Hah??!"


Member Bangtan hanya mampu terheran tentang alasan sebenarnya para prajurit menghunuskan pedang.


V/Shazz : "Ekhem. Maksudku YANG MULIA AGUNG PUTRA MAHKOTA DANZELL LAVERRO CEDRIC !!!" Ucap V penuh penekanan di setiap kata. Dia cukup kesal melihat ekspresi para prajurit yang menurutnya terlalu berlebihan.


Jenderal Jerald memberikan tanda dengan tangannya dan seketika para prajurit pun menyarungkan kembali pedang mereka.


Jenderal Jerald : "Maaf Tuan atas tindakan kurang sopan kami. Silahkan naik ke Kereta Kekaisaran."


Member Bangtan yang mendengarnya menengok ke belakang para prajurit dan menemukan sebuah kereta kuda besar dengan ornamen yang mewah.



Dalam diam member Bangtan mengikuti langkah Jenderal Jerald dan satu - persatu memasuki kereta. Mereka hanya tak ingin menjadi pusat perhatian di tengah kota dan melihat dari sikapnya dapat dipastikan para prajurit itu memiliki perangai yang kaku.


Mereka malas meski hanya untuk menyauti Jenderal Jerald yang sedari tadi berperilaku sok sopan dan ramah. Itulah yang ada dipikiran mereka ber-7.


V/Shazz : "Isshh!! Kalau begini terus, bisa - bisa pantatku akan memerah memar!!" gerutu V akibat guncangan kereta yang tak ada habisnya.


Duakk!!


Jungkook/Arsen : "Arrgghh!! Kereta Kekaisaran apaan!!! Tau gitu aku terbang saja!!"


RM/Eryx : "Diamlah! Jangan sampai kita memprovokasi prajurit di luar! Kalian gunakan saja kekuatan kalian untuk melayang sambil duduk."


Mendengar ucapan RM, member Bangtan pun langsung mengikutinya. Kini mereka akhirnya dapat menikmati perjalan dengan nyaman tanpa guncangan dari kereta kuda.


15 Menit Kemudian.


Terlihat sebuah bangunan besar yang sangat megah, sekali lihat saja dapat dipastikan jika bangunan di hadapan mereka adalah Istana Kekaisaran. Kereta pun berhenti diikuti terbukanya pintu kereta. Di depan sudah menunggu Jenderal Jerald yang senantiasa menyunggingkan senyumnya ramah.


Jenderal Jerald Baxter : "Silahkan Tuan. Yang Mulia Putra Mahkota dan Yang Mulia Kaisar sudah menunggu Tuan sekalian di Aula." Terangnya.


__ADS_1


Jenderal Besar Jerald Baxter


__ADS_2