BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 10 : Berpetualang


__ADS_3

.........


Suga/Damares : "Aku ingin beli baju baru! Aku gak mau lagi pake baju kurcaci ini!"


Jungkook/Arsen : "Aku setuju!"


RM/Eryx : "Baiklah! Sebaiknya kita ke pasar sekarang!"


Mereka kini sudah sampai di pasar. Sedangkan Roh Legenda mereka kembali masuk ke tubuh mereka masing - masing. Tapi berapa kali pun mereka masuk ke beberapa toko baju, tidak ada satupun yang sesuai dengan keinginan mereka. Membuat mereka lelah terus mencari tanpa henti.


Jimin/Evander : "Sepertinya kita harus buat baju kita sendiri!"


Jin/Gleen : "Kau benar! Kajja!!"


Mereka akhirnya masuk ke sebuah toko penjahit, dan terlihatlah seorang bapak tua yang tersenyum menyambut mereka beserta seorang ibu yang mereka yakini sebagai istrinya.


Bapak Penjahit : "Selamat datang Tuan - Tuan sekalian. Ada yang dapat saya bantu?!" Tanyanya ramah.


Jin/Gleen : "Kami ingin membuat baju."


Bapak Penjahit : "Apa kalian sudah memiliki gambaran model bajunya?!"


Jin/Gleen : "Kami sudah memikirkannya, tapi belum sempat menggambar."


Bapak Penjahit : "Baiklah. Silahkan kalian ikuti saya, biar kami mengukur kalian dan menggambar model bajunya."


Para member Bangtan pun mengikuti intruksi sang pemilik toko. Beberapa waktu kemudian mereka pun keluar diikuti sang penjahit.


Jin/Gleen : "Berapa harga semuanya?!"


Bapak Penjahit : "Semua hanya 5 koin emas dan 43 perak. Anda dapat membayar 3 koin emas di muka."


Jin/Gleen : "Tidak perlu. Ini 6 koin emas, sisanya untukmu."


Bapak Penjahit : "Terimakasih banyak Tuan. Kami akan menyelesaikannya dengan baik. Datanglah 3 hari lagi Tuan."

__ADS_1


Mereka pun kini keluar dari toko dan meninggalkan pasar, kembali ke rumah Amy.


.........


Dikamar.


Kini mereka ber-7 duduk dengan posisi lotus, memulai berlatih energi spiritual dengan bimbingan roh mereka masing - masing. Bermacam aura berwarna - warni berkumpul dalam ruangan itu dan perlahan masuk ke tubuh member Bangtan sesuai element mereka. Hal itu berlanjut beberapa jam kemudian hingga mereka mulai menghembuskan nafas pelan pertanda selesainya sesi latihan mereka.


Jimin/Evander : "Entah mengapa tubuhku rasanya lebih ringan?!


Jungkook/Arsen : "Sebaiknya kita mandi. Tubuhku rasanya sudah lengket semua."


Tanpa menjawab pernyataan Jungkook, mereka mulai berdiri dan berjalan ke arah pemandian rumah Amy. Di rumah Amy memang terdapat pemandian dengan sumber air panas. Dan kini mereka sudah berendam di dalam pemandian itu.


Roh Bumi/Igáea : "Tuan. Apa anda akan tetap terus tinggal di tempat ini?!" Tanya Roh Bumi tanpa menunjukkan wujudnya.


Jin/Gleen : "Memang kenapa?!"


Roh Bumi/Igáea : "Di Centropia ini memiliki benua besar dengan berbagai macam kotanya. Bukankah akan sia - sia saja jika kita tinggal di satu tempat?!"


Jin/Gleen : "Menurutmu kita harus berpetualang?!"


RM/Eryx : "Apa yang dikatakan Igáea benar Hyung. Kita bisa menguji kemampuan kita langsung, bertemu banyak lawan dan juga kawan."


V/Shazz : "Aku setuju! Kenapa kita tidak memanfaatkan kekuatan kita dan menjadi yang terkuat di Dataran ini?! Bukankah itu keren?!"


Jin/Gleen : "Yang terkuat ya?!... Ehmm.. Baiklah. Kita akan berpetualang, setelah ini aku akan mengatakannya pada Amy."


V/Shazz : "Yeah!! Terus kapan kita perginya?!"


Jin/Gleen : "3 hari lagi. Sekalian ambil baju pesanan kita."


Beberapa waktu kemudian mereka ber-7 keluar dari pemandian dan langsung berjalan menuju ruang makan. Mereka tahu dari pelayan jika Amy sudah pulang dan menunggu mereka makan malam.


Mendengar suara kaki yang melangkah, Amy yang sedang duduk membaca buku di salah satu kursi meja makan pun mengalihkan pandangannya menatap ke asal suara. Terlihatlah 7 lelaki tampan yang mulai berjalan menghampirinya.

__ADS_1


Entah mengapa Amy merasa berbeda melihat mereka. Mereka terlihat lebih berkharisma dengan aura kuat yang mendominasi. Seperti melihat sosok Pangeran Kerajaan yang berwibawa. Atau mereka memang para Pangeran yang tersesat dan hilang ingatan?! Tanpa sadar berbagai macam pikiran liar memenuhi otak Amy, diapun menggelengkan kepalanya mencoba menepis segala pemikiran bodohnya.


Amy : "Makanlah!" Ucapnya sembari mulai memakan hidangan di hadapannya.


Member Bangtan : "Terimakasih."


Acara makan berlangsung dengan tenang tanpa satupun suara, hingga ketika para pelayan membersihkan sisa makan malam di meja, Jin mulai membuka mulutnya.


Jin/Gleen : "Amy, sebenarnya ada yang ingin kami katakan."


Amy : "Katakan saja Gleen. Kalian tak perlu sungkan."


Jin/Gleen : "Kami sangat berterima kasih karena beberapa hari ini kamu sudah mengijinkan kami menginap. Bahkan menyediakan segala keperluan milik kami. Tapi sepertinya kini sudah saatnya kami pergi?!"


Ucapan Jin terhenti, mereka terdiam melihat ekspresi Amy. Amy yang terkejut pun kembali tenang. Entah mengapa ada rasa tidak rela dihatinya, apalagi ketika tanpa sadar dia menoleh ke arah V duduk.


"Shazz. Apa benar kau akan pergi?!" Batinnya sendu tanpa mengalihkan tatapannya pada V.


Amy : "Apa ingatan kalian sudah mulai kembali?!"


Jin/Gleen : "Itu sebenarnya.. Belum. Tapi kami merasa jika kami bepergian ke banyak tempat, mungkin suatu saat kami akan mulai mengingatnya. Dan kami juga tidak enak hati jika terus merepotkanmu." Jelas Jin dengan sedikit kebohongan.


Amy : "Baiklah. Aku tak punya kuasa untuk terus menahan kalian disini. Kalian harus berhati - hati di perjalanan. Jangan mudah percaya pada orang lain. Disini, yang terkuatlah yang berkuasa. Jika ada yang kalian perlukan, cukup katakan padaku."


RM/Eryx : "Terimakasih Amy. Kami tidak akan melupakan semua kebaikanmu."


Malam itu mereka habiskan sampai larut dengan membahas banyak hal. Hingga mereka memutuskan kembali ke kamar dan mulai beristirahat.


Beberapa hari member Bangtan lalui dengan terus berlatih, baik dalam energi spiritual maupun beberapa sihir element dasar. Latihan itu dilalui dengan lancar meskipun terkesan ketat dan memaksa. Para Roh Legenda mereka memang tidak sabar menjadikan Tuan mereka menjadi Elementalist yang kuat. Setidaknya beban mereka untuk melindungi Tuannya sedikit terangkat. Lebih tepatnya mereka malas jika suatu saat harus ikut campur dalam pertarungan dengan lawan yang tak lebih seperti semut buat mereka. Hanya membuang - buang waktu dan tenaga mereka saja.


Hubungan mereka dengan Amy pun semakin dekat, beberapa kali mereka habiskan untuk hanya sekedar mengobrol dan membahas berbagai hal. Menurut mereka Amy adalah sosok gadis yang mandiri dan kuat, diapun juga memiliki kharisma dan berpandangan luas.


Tak terasa waktu kepergian mereka telah tiba. Kini member Bangtan masih bersiap di dalam kamarnya, sebenarnya ini tak butuh waktu lama. Karena tak ada barang yang akan mereka bawa. Baju pun tidak, karena mereka sudah memesan baju sendiri dan akan mengambilnya terlebih dahulu sebelum bepergian. Mereka hanya membahas beberapa hal yang menurut mereka penting dan sebagai tindakan darurat nantinya ketika dalam perjalanan.


Setelah dirasa siap, mereka pun bergegas turun menemui Amy yang sudah menunggu.

__ADS_1



Amy Shand


__ADS_2