BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 15 : Energi Misterius


__ADS_3

Pangeran Danzell : "Sepertinya kalian bukan rakyat biasa?!"


Jin/Gleen : "Maksud anda?!"


Pangeran Danzell : "Seperti yang kalian katakan sebelumnya jika kalian bersaudara, kalian tujuh bersaudara dimana jarang bahkan hampir tidak ada rakyat biasa yang memiliki begitu banyak keturunan, karena biaya yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Tapi melihat penampilan dan fisik kalian yang sangat terawat kemungkinan besar kalian anak bangsawan besar ataupun bahkan Pangeran Negeri lain."


Para member Bangtan yang mendengarnya pun dibuat bingung untuk menjawabnya, serentak mereka menatap RM, mencoba mencari jawaban dari leader mereka itu.


"Kami tidak dapat mengatakannya. Maaf." Jawab RM akhirnya. Lebih tepatnya dia tidak tahu harus mengatakan apa.


"Cih! Sok misterius!! Aku jadi curiga pada kalian semua?!" ucap Darrel sarkas.


Tapi perkataan Darrel sama sekali tak digubris oleh mereka semua.


***


Swiishh... Swiisshh..


Ditengah perbincangan mereka, sesosok misterius datang tepat ditengah - tengah mereka dengan pakaian serba hitam tertutup, membuat mereka semua seketika waspada. Namun berbeda dengan Danzell yang tampak biasa saja.


"Yang Mulia Putra Mahkota, syukurlah anda baik - baik saja." ucap sosok misterius itu.


"Hm. Bagaimana kau tahu kami disini." Tanya Danzell penasaran.


"Tentu saja saya mencari jejak aura anda, dan kami menemukan bekas pertempuran di dekat sini. Kami jadi khawatir pada keselamatan anda."


"Aku tidak apa. Untunglah ada mereka yang menyelamatkan kami." jelas Danzell sembari menatap ke arah member Bangtan.


Sosok misterius itu pun mengikuti arah pandangan Tuannya dan kemudian menunduk, berterimakasih pada mereka.


"Terimakasih. Saya adalah pengawal bayangan Putra Mahkota." ucap sosok itu memperkenalkan diri tanpa menyebutkan namanya.


Jin/Gleen : "Tidak apa. Kami juga tak sengaja lewat sini." jawab Jin sungkan.


Sosok misterius itu kembali menatap Danzell.


"Putra Mahkota, saya tidak datang sendiri. Mungkin sebentar lagi beberapa kereta kerajaan akan datang ke tempat ini. Sebaiknya kita pergi dari hutan ini malam ini juga."

__ADS_1


"Apa terjadi sesuatu?!"


Dari pertanyaan Danzell tersirat makna yang mendalam, apalagi sikap mereka yang mulai terlihat gelisah menandakan sesuatu hal besar yang telah terjadi.


"Ini... Seperti Yang Mulia Putra Mahkota ketahui, sekarang keadaan Kekaisaran semakin memanas. Termasuk penyerangan anda barusan, saya curiga... "


Ucapan pengawal bayangan itu menggantung begitu saja, tapi seakan Danzell dan Darrel sudah paham mereka hanya mengangguk menanggapi tanpa banyak bertanya.


Sedangkan member Bangtan menatap mereka penasaran, tapi mereka yakin itu urusan kekaisaran mereka. Jadi mereka tak ambil pusing dan juga tak peduli. Toh. Bukan urusan mereka.


Tap.. Tapp.. Tapp..


"Yang Mulia. Sepertinya kereta kudanya sudah sampai." ucap pengawal bayangan itu.


"Baiklah. Tunggu sebentar."


Danzell berjalan mendekat ke arah para member Bangtan dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Terimakasih atas semuanya. Kami harus segera pergi. Apa benar kalian tidak ingin ikut kami kembali?!" Ucap Pangeran Danzell.


RM/Eryx : "Maaf. Seperti yang kakak saya bilang sebelumnya. Ada hal yang harus kami lakukan terlebih dahulu. Kami akan mengunjungi kalian nanti."



"Cih! Beruntung sekali kalian mendapatkan nya. Kuingatkan! Jangan sampai menghilangkannya!!" timpal Darrel dengan nada sarkasnya.


Mereka pun berlalu dan naik ke atas kuda masing - masing. Danzell kembali menoleh ke arah member Bangtan sembari melambaikan tangan dengan senyum mengembangnya. Sedangkan Darrel yang terlihat tak peduli itu diam - diam tersenyum sebelum kepergiannya. Keberadaan mereka pun semakin samar - samar menghilang dibalik lebatnya hutan.


Sisi hutan yang awalnya cukup ramai akan keberadaan orang itu pun mulai hening menyisakan tujuh pemuda disana.


Jin/Gleen : "Igáea. Katakan sekarang!" perintah Jin singkat.


Beberapa saat kemudian Roh Bumi Igáea menampakan dirinya bersama ke-6 roh lainnya. Sebenarnya sewaktu Danzell mengajak mereka ke Kekaisaran, Igáea menggunakan telepati menyuruh mereka untuk menolaknya tanpa memberikan penjelasan yang berarti.


Roh Bumi/Igáea : "Tuanku. Sebenarnya kami merasakan sebuah energi yang cukup besar disuatu tempat di hutan ini. Karena itulah kami menahan Tuanku untuk pergi dan tetap di hutan ini memeriksa asal energi itu." jelasnya.


Roh Api/Fotiá : "Benar Tuanku. Kami merasa tak asing dengan energi ini, tapi kami juga tak sepenuhnya yakin." timpal Fotiá Roh Api.

__ADS_1


RM/Eryx : "Baiklah. Hyung. Sebaiknya kita melihatnya sekarang."


V/Shazz : "Benar Hyung. Aku juga sangat penasaran benda apa yang mengeluarkan energi yang besar itu!"


Jin/Gleen : "Hah! Sudahlah. Lebih baik kita pergi ke tempat itu sekarang."


Mereka kini pun mulai melesat pergi menuju suatu tempat sesuai arahan roh mereka. Mereka berhenti dan hanya melihat bukit - bukit bebatuan di sepanjang mata mereka memandang.



Jimin/Evander : "Apa kalian yakin?! Dari sini asal energi itu?!" tanya Jimin ragu.


Roh Udara/Anéras : "Tentu saja. Apa anda pikir kami berbohong!" balas Roh Udara Anéras dengan tajam.


Meskipun para member Bangtan adalah Tuan mereka, tapi sifat para Roh Legenda itu sama sekali tak berubah. Layaknya Roh Cahaya, Roh Udara, Roh Petir yang masih bersikap dingin, tajam, dan tak bersahabat. Jangan tanya tentang Roh Kegelapan, karena roh itu sampai detik ini masih bersikap diam tak peduli dan hanya menjawab sekedar nya ketika Tuannya Jungkook bertanya.


Hal itu tak ayal kadang membuat member Bangtan frustasi menghadapinya dan mulai meragukan, apa benar jika dia adalah Tuan mereka?! Bukankah sikap para roh itu benar - benar berbanding terbalik.


Roh Air/Neró : "Hah! Maaf Tuanku. Tempat ini memang benar asal dari energi yang kami rasakan. Tepatnya di dalam bukit batu itu." jelas Roh Air Neró sembari menghela nafas.


Entahlah. Mungkin dia tak habis pikir dengan teman roh nya yang lain karena masih tetap bersikap acuh pada Tuan mereka.


RM/Eryx : "Lalu bagaimana caranya kita masuk ke dalam?!"


Para Roh Legenda itu tersenyum mendengar pertanyaan Tuan mereka, beberapa saat kemudian terlihat energi yang berkumpul di telapak tangan Roh Bumi Igáea dan setelah energi itu cukup besar, Roh Bumi segera menghempaskan nya ke arah bukit batu di hadapan mereka.


Booommmm....!!!!! Ssssssss.......!!!!


Suara ledakan yang cukup keras memenuhi pendengaran mereka diikuti asap yang tercipta dari ledakan itu. Saat asap mulai menghilang terbawa deru angin, terlihat lubang diantara bukit batu yang tercipta layaknya sebuah goa.



V/Shazz : "Wooww..!! Keren...!!!" ucap V dengan mata berbinarnya.


Roh Bumi/Igáea : "Silahkan masuk Tuanku." ucap Roh Bumi Igáea penuh hormat.


Jimin/Evander : "Cih! Coba Roh Legenda ku bisa bersikap sopan sepertinya?!"

__ADS_1


Gumaman Jimin ini seketika membuat suasana berubah. Angin mulai berhembus tak beraturan dengan suasana dingin dan mencekam. Menyadari ada yang tidak beres, Jimin menoleh ke sebelahnya tepat pada Roh Legendanya Roh Udara Anéras. Terlihat ekspresinya yang sangat menakutkan, Jimin pun merinding ketakutan melihatnya, menyadari kebodohannya dalam berucap.


Jimin/Evander : "Eh?! Te.. Tentu saja tak ada yang lebih hebat dari Roh Udara ku. Hehehe....?!" ucapnya terbata - bata mencari alasan.


__ADS_2