BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 3 : Warrior Penyelamat


__ADS_3

Hiaaatttt.....!!!!!


Suara nyaring tertangkap oleh indera pendengaran mereka. Tak ayal meninggalkan gurat penasaran akan apa yang telah terjadi. Pandangan mereka tercekat menyadari keberadaan perempuan yang kini berdiri tegap di hadapan mereka.


Pakaian yang layaknya seorang prajurit dan berbagai macam senjata yang terpasang rapi di pinggang dan punggungnya semakin menambah kesan tangguh.


Namun, hal yang mengejutkan mereka tatkala menyadari macan raksasa yang mengejar mereka terhempas mundur dengan dahi yang berdarah.


"Apa yang kalian lakukan?! Cepat bersembunyi!!"


Jungkook : "Tidak bisa! Kakiku terlilit tanaman!!"


Mendengar ucapan Jungkook, perempuan itu pun berbalik dan mengayunkan belatinya dengan cepat ke arah kaki Jungkook. Sedetik kemudian tanaman yang melilitnya pun terpotong menjadi potongan kecil.


"Sudahkan?! Cepat sembunyi!!"


Tanpa menunggu lagi, para member Bangtan berlari dan bersembunyi di balik pohon besar. Mereka tetap melihat jalannya pertarungan yang menurut mereka sangatlah tidak masuk akal.


Macan raksasa itu pun berdiri, mengibaskan kepalanya. Mencoba menghilangkan darah yang mengganggu penglihatannya.


"Oh?! Ternyata kau masih bisa berdiri?! Kalau begitu.. Ayo kita mulai!!"


Seakan mengerti ucapan perempuan di hadapannya, macan itu pun berlari menerjang dengan cakar yang mencuat dari jemarinya.


Bamm.. Bamm..


Suara hantaman terdengar tatkala cakar macan raksasa itu mengenai benda di sekitar. Sedangkan perempuan itu dengan lihainya meloncat dari batu ke pohon dan dari pohon ke pohon. Gerakan yang layaknya akrobatik dia tunjukan. Bahkan bergelantungan diantara ranting pohon untuk mengecoh sang macan.


"Sudah cukup main-mainnya?!!"


Terlihat mata perempuan itu berkilat menandakan keseriusan. Dua belati yang selama ini dia genggam pun, samar-samar terlihat dilapisi aura merah kebiruan. Dia seketika menerjang macan raksasa di hadapannya.


Booommmmm!!!!


Terdengar suara dentuman keras akibat tabrakan 2 makluk berbeda ukuran, bersamaan dengan kepulan asap tebal yang membumbung. Bersama dengan hilangnya kepulan asap, terlihat macan raksasa yang sudah tersungkur tak bernyawa dengan darah yang terus mengalir. Sedangkan perempuan itu masih berdiri kokoh dengan beberapa luka bekas pertarungan.


"Keluarlah kalian!!"


Dengan perasaan takjub bercampur takut, para member Bangtan pun keluar dari persembunyian. Mereka masih tak percaya dengan segala hal yang terjadi sampai detik ini.

__ADS_1


RM : "Terima kasih sudah menyelamatkan kami, tapi anda tak seharusnya membunuh macan itu?!"


"Kenapa?! Kalian ingin dimakan Tiger Snow?!"


V : "Tiger Snow?!"


"Hm. Salah satu beast penghuni hutan ini."


Pernyataan perempuan itu semakin membingungkan mereka. Bukankah itu hanya macan dengan ukuran jauh lebih besar?! Yah.. Disamping corak tubuhnya yang unik.


RM : "Anu.. Sebenarnya macan itu hanya menginginkan anaknya yang tak sengaja kami temukan."


Pandangan mata perempuan itu pun ikut mengarah pada sosok makhluk kecil di gendongan V.


"Sepertinya aku berlebihan?! Mau gimana lagi?! Toh.. beast itu sudah mati!!"


Perempuan itu mengatakannya tanpa beban dan berjalan menghampiri beast Tiger Snow yang sudah mati. Dengan belatinya dia tancapkan ke dada binatang itu dan mengoyaknya perlahan. Tanpa rasa risih, ia memasukkan tangannya kedalam dada Beast. Mengorek seakan mencari sesuatu.


Perilakunya membuat para member Bangtan membulatkan mata tak percaya. Dan terlihat ekspresi jijik dan mual dari mereka.


"Dapat!! Lumayan. Inti Core-nya cukup besar."


RM kembali merangkai semua kejadian yang telah mereka lalui. Dan tak ada satupun yang masuk diakal. Hal yang pasti dia ketahui adalah, kini mereka jauh dari Korea dan mungkin berada jauh di pedalaman Benua Amerika. Hanya itulah pemikiran yang cukup masuk akal dengan semua kejadian ini. Meskipun ada banyak hal yang masih ganjil.


"Namaku Amy. Aku manusia warrior. Kalian siapa?!"


V : "Kami.... "


Belum sempat V menyelesaikan ucapannya, RM sudah memotongnya.


RM : "Namaku Eryx. Mereka semua saudaraku."


Pernyataan RM barusan sontak membuat member Bangtan yang lain terheran. Mereka menatap RM penuh tanda tanya.


"Sebentar! Aku melupakan belatiku"


Perempuan yang bernama Amy itu berjalan menjauhi mereka dan mengambil belati yang masih tertancap di tubuh beast yang dia bunuh. Hal itu dimanfaatkan member Bangtan untuk bertanya pada RM.


Jungkook : "Hyung?! Kenapa kau bilang namamu Eryx?!"

__ADS_1


RM : "Husst!! Melihat dari fisik dan namanya, sepertinya kita masih di Benua Amerika. Mungkin kita di pedalamannya. Cepat cari nama untuk diri kalian sendiri. Jangan aneh-aneh!! Jangan sampai ada yang curiga, setidaknya sampai kita tahu apa yang terjadi."


Penjelasan RM ditanggapi anggukan member Bangtan yang lain. Karena apa yang dikatakannya memang benar. Mereka tidak tahu ada dimana dan apa yang terjadi, sebisa mungkin menghindari kemungkinan orang mengenali mereka. Karena itu sangat berbahaya. Perempuan itu pun berjalan menghampiri mereka kembali dengan belati yang berlumur darah.


"Lalu siapa nama kalian?!"


Jin : "Namaku Gleen. Aku yang tertua diantara mereka."


V : "Namaku Shazz."


Jungkook : "Aku Arsen."


Suga : "Damares."


J-Hope : "Perkenalkan aku Drew."


Jimin : "Dan aku Evander."


Amy : "Lalu darimana asal kalian?! Dan apa yang kalian lakukan disini?!"


Sejenak mereka terdiam, bingung harus mengatakan apa. V yang tepat di sebelah RM, mulai menyenggol Hyungnya itu. Memang diantara mereka, RM lah yang paling pintar. Semoga dia memiliki jawaban yang semestinya.


RM : "Kami semua tak sadarkan diri dan terbangun di tengah padang ilalang. Setelah kami bangun, kami melupakan semuanya. Hanya sekedar nama dan sedikit ingatan jika kami bersaudara. Selebihnya kami tidak ingat."


Jantung setiap member Bangtan berdegub kencang, takut jika perempuan di hadapan mereka ini tak percaya.


Amy : "Oh! Padang ilalang itu adalah perbatasan dari hutan Sealen dan Benua Venom. Setahuku beberapa waktu ini para kerajaan Demon mulai bertikai dan berperang. Mereka juga sering menggunakan sihir hitam. Menurutku Ketika kalian berpergian, kalian terjebak dalam pertarungan dan terkena imbas sihir hitam."


Semua perkataan Amy sama sekali tidak mereka pahami. Hutan Sealen?! Benua Venom?! Kerajaan Demon?! Berperang?! Sihir?! Sebenarnya mereka ada dimana?!


Jin/Gleen : "Anu.. Itu.. Bisa kau jelaskan pada kami, sebenarnya kami sekarang ada dimana?!"


Amy : "Ehm?!.. Gleen?! Baiklah, aku jelaskan di jalan saja. Hari mulai senja, jangan sampai para Golem dan Ghoul berdatangan!! Kalian bisa ikut ke desaku!"


Member Bangtan : "???!!!!"


.........


Amy : "Daratan ini terbagi menjadi 3 benua besar, dan terdapat 3 ras yang menghuninya yaitu manusia, half beast dan Demon. Ras manusia kembali terbagi menjadi Witch - manusia yang mampu menggunakan sihir tapi memiliki kapasitas energi yang terbatas dan hanya mampu menggunakan sihir yang ada di buku grimoirnya. Elementalist - manusia yang mampu menggunakan sihir sesuai elemen yang dia miliki. Golongan ini terlahir dengan kekuatan element alami yang membuat kapasitas energinya dapat selalu diperbarui. Umumnya hanya satu element yang dapat dikuasai dan orang yang mampu menguasai setidaknya 2 elemen atau lebih sudah tergolong jenius. Bahkan Kaisar dari 3 Benua pun hanya mampu menguasai 3-4 elemen. Selanjutnya manusia biasa - mereka tidak memiliki kekuatan apapun. Ras Half Beast tidak lagi digolongkan, karena fisik binatang mereka menciptakan kekuatan layaknya beast yang tadi kita temui. Bahkan mungkin lebih. Lalu untuk ras Demon, penggolongan mereka sama layaknya ras manusia. Hanya saja mereka lebih suka menggunakan sihir hitam dan cara yang terkenal kejam tak manusiawi bahkan beberapa dari mereka memiliki ciri layaknya iblis dengan tanduk dan sayap hitam, akibat dari sihir yang mereka latih....

__ADS_1


__ADS_2