BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 13 : Mempertaruhkan Nyawa


__ADS_3

"Este terkena racun Raja Serigala Hitam." jawab lelaki bernama Zell itu akhirnya, tapi suaranya sangat lirih seakan dia menahan sebuah kepedihan di hatinya.


"Kakak pasti bisa menyelamatkannya kan?!"


Kembali lelaki berjubah hitam itu bertanya. Tapi hanya dijawab gelengan kepala lemah dari lawan bicaranya. Sebenarnya dia tahu itu tak mungkin. Karena salah satu Elementalist penyembuh dalam kelompoknya sudah tewas diterkam serigala, sedangkan jarak hutan ini masih sangatlah jauh dari pemukiman terdekat.


Tak ada lagi yang dapat menolong adik tercintanya. Rasa penyesalan, kesedihan, dan putus asa bergelayut di hati mereka berdua. Apakah tidak ada yang dapat aku lakukan?! Tidak adakah cara lain untuk menyelamatkannya?! Benar. Mereka!!


Lelaki berjubah hitam itu tiba - tiba menoleh ke arah para member Bangtan yang masih setia berdiri dibelakangnya. Dan langsung berlari menghampiri mereka. Entah apa yang dipikirkannya.


"Kalian?! Siapapun kumohon!! Kumohon selamatkan nyawa adikku!!" Mohonnya dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.


Sedangkan member Bangtan hanya mampu menatapnya bingung, meskipun beberapa hari ini mereka giat melatih kekuatannya, tapi Roh Legenda mereka sama sekali tak pernah mengajari mereka sihir penyembuhan.


Jin/Gleen : "Maaf. Kami tidak dapat melakukan sihir penyembuhan." Jawab Jin langsung.


Mendengar jawaban lelaki di hadapannya, laki - laki berjubah hitam itu hanya mampu membelalak tak percaya. Apa ini akhirnya?! Apa tidak ada cara lain?! Apa dia akan kehilangan satu - satunya adik tercintanya?! Tidak!! Dia tidak akan rela!!


"Apa tidak ada diantara kalian yang menguasai element bumi, cahaya ataupun air?!" Ucapnya frustasi.


Jin, J-Hope, dan V menatapnya bingung. Tanpa sadar mereka menjawabnya.


"Kami menguasainya."


"Lalu cepatlah kalian selamatkan adikku!!! Aku akan berikan apapun yang kalian inginkan nantinya!! Kumohon!!"


**Element Bumi, Element Cahaya, dan Element Air adalah element yang mampu mempelajari sihir penyembuhan. Namun untuk mempelajari sihir itu seorang Elementalist harus memiliki Roh Spiritual yang kuat dan Energi Spiritual yang tinggi. Hal itulah yang membuat sihir itu sulit untuk dipelajari dan tergolong sebagai sihir tingkat tinggi.**


V/Shazz : "Tapi kami tidak bisa melakukan sihir penyembuhan."


"El..!! Berhenti ganggu mereka!!" Potong Zell yang mulai tak tahan melihat kelakuan adik laki - lakinya ini.

__ADS_1


"Tapi Kak Zell?!....."


"Diamlah! Tak ada lagi yang bisa kita lakukan."


Diam - diam Jin dan member lainnya menghubungi Roh Legenda mereka melalui telepati, mencoba mencari cara untuk menyelamatkan gadis itu. Karena memang sebelumnya member Bangtan sudah dapat saling berkomunikasi baik dengan para Roh Legenda milik mereka maupun dengan masing - masing diantara mereka menggunakan telepati.


*Jin/Gleen : "Igáea?! Apa kau bisa mengajariku sihir penyembuhan?!"*


*Roh Bumi/Igáea : "Tuanku. Sihir penyembuhan merupakan salah satu sihir tingkat tinggi dan sulit dipelajari. Jika Tuanku mampu itu pun setidaknya membutuhkan waktu yang tak singkat."*


*Jin/Gleen : "Adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan gadis itu?!"*


*Roh Bumi/Igáea : "Menjawab Tuanku. Sebenarnya ada cara lain. Tapi itu akan sangat berbahaya bagi nyawa Tuanku, karena anda belum sepenuhnya mampu menguasai kekuatan element anda."*


*Jin/Gleen : "Katakan! Setidaknya aku harus mencoba menyelamatkannya!!"*


Ditengah perdebatan antara lelaki berjubah hitam itu dengan V dan J-Hope, Jin tiba - tiba berjalan mendekat ke arah gadis yang diambang maut itu. Melihat Hyung mereka, para member Bangtan kembali terheran dan langsung bertanya melalui telepati.


*J-Hope/Drew : "Hyung! Jangan bilang kau akan mencoba menyembuhkannya?!"*


*V/Shazz : "Hyung! Itu sangat berbahaya!! Apa Igáea tidak mengatakannya pada Hyung?!!"*


*Jin/Gleen : "Jika kalian sudah tahu, cepatlah bantu aku!! Aku tak bisa biarkan seorang meregang nyawa sedangkan kemungkinan aku dapat menyelamatkannya!!"*


*V/Shazz : "Tapi Hyung?!.... "*


*Jin/Gleen : "Diamlah!! Jangan mengganggu ku jika kalian tidak ingin membantu!!"*


Jin mensejajarkan tubuhnya, duduk bersila disamping tubuh gadis itu. Dia sejenak menatapnya. Memperhatikan paras wajah indahnya.


"Cantik. Sayang jika kecantikannya akan terkubur sia - sia." Batinnya dengan senyum yang mulai menghias wajahnya.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan?!" Laki - laki bernama Zell itu bertanya heran pada Jin.


"Aku akan mencoba menyelamatkannya, sebenarnya ini sangat membahayakan diriku. Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak, tapi jika aku berhasil, cobalah berpikir apa yang kalian mampu berikan untuk membalas budiku." jawab Jin dengan senyum simpul.


Zell menatapnya tak percaya, namun jauh di lubuk hatinya dia berharap agar laki - laki di hadapannya ini mampu menyembuhkan adiknya. Dia pun mulai menyingkir untuk memberi ruang dan mencoba tak mengganggunya.


Jin memejamkan matanya, memulai konsentrasi, dia mengarahkan telapak tangannya tepat diatas luka di lengan gadis bernama Este.


"Kumohon! Semoga ini berhasil." Batin Jin berharap.


Aura hijau pun mulai menyelubungi tubuhnya dan mengalir ke tubuh gadis itu melalui tangannya. Beberapa menit pun berlalu, luka lebam yang menghitam di lengan gadis itu mulai memudar, tapi lama kelamaan proses itu semakin lambat. Wajah Jin mulai pucat, butiran - butiran keringat mulai membanjiri kening dan tubuhnya, raut mukanya berkerut seakan menahan sesuatu.


Uhuuukkk.....


Tiba - tiba saja Jin memuntahkan seteguk darah kental merah kehitaman, membuat semua orang yang menyaksikan terhenyak kaget. Terlebih para member Bangtan. Tubuh Jin mulai bergetar, aura di tubuhnya pun mulai berjalan dan menyebar tak stabil. Beberapa tumbuhan dan pohon besar di sekitaran mereka pun mulai layu satu - persatu seakan kehilangan esensi kehidupan.


Menyadari Hyung mereka sedang dalam bahaya, V dan J-Hope secepatnya langsung mendekat ke arahnya. Mereka ikut duduk bersila mengelilingi tubuh Este, mencoba membantu Jin menyembuhkan gadis itu. Mereka tak lagi memikirkan konsekuensi yang akan terjadi pada tubuh mereka.


"Jin Hyung! Bertahanlah!" Batin mereka khawatir.


Aura biru dan putih pun mulai menyeruak dari tubuh mereka dan perlahan masuk ke tubuh Este yang masih terbaring lemah. Sinar menyilaukan mulai membumbung tinggi bersamaan dengan gelembung - gelembung air yang tiba - tiba saja muncul. Aura disekitar tempat itu pun mulai memberat, mungkin jika terdapat orang biasa disana, dia akan mulai kesulitan bernafas, sesak karena tekanan yang ada. Beberapa luka milik Este kembali mulai memudar dan menghilang. Menampakan wajah kelegaan bagi ke dua kakak mereka.


Hampir setengah jam mereka tetap dalam posisi itu hingga cahaya menyilaukan itu mulai memudar dan gelembung - gelembung air mulai pecah satu - persatu. Sedetik kemudian tubuh mereka bertiga luruh jatuh ke tanah dihiasi darah yang mulai mengalir dari sudut bibir mereka.


Member Bangtan : "Tae... Jin Hyung..... Ho Seok.....!!!!!!"


Para member Bangtan pun berlari menghampiri mereka dengan perasaan cemas dan khawatir, apalagi melihat kondisi mereka yang muntah darah. Semoga tak ada hal membahayakan yang terjadi pada mereka.



Darrel Curlize Cedric

__ADS_1


__ADS_2